Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 2 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

QRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua

Peralihan pembayaran digital memunculkan ironi: praktis bagi muda, menantang bagi sebagian generasi tua.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati28 Desember 2025 Ekonomi
QRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua
Ilustrasi masyarakat yang membayar dengan QRIS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Di sebuah kafe kecil yang dingin oleh hembusan pendingin ruangan, ironi zaman terasa nyata.Musik instrumental mengalun lembut, sementara di depan meja kasir seorang perempuan paruh baya tampak mengernyitkan dahi.

Stiker kode batang QRIS menempel rapi di etalase kayu, seolah menjadi simbol perubahan yang tak bisa ditawar. Di tangan Saras, 51 tahun, ponsel pintar terasa seperti bahasa asing yang belum sepenuhnya ia kuasai.

Kisah Saras menggambarkan bagaimana perubahan sistem pembayaran di Indonesia berjalan begitu cepat. Ia sebenarnya tidak menolak teknologi. Namun, ritme perubahannya terasa terlalu deras.

Uang tunai yang selama puluhan tahun menjadi alat transaksi paling ia pahami kini perlahan tersisih. Ketika kafe atau toko tidak lagi menerima pembayaran cash, ia kerap merasa serba salah, bahkan terpojok oleh situasi.

“Saya sudah pernah sih bayar pakai scan begini, diajarin anak,” katanya pelan sambil tersenyum kikuk. “Tapi namanya umur, kadang lupa juga. Kalau tidak terima tunai, mau tidak mau minta bantuan.”

Pengalaman Saras berbanding terbalik dengan Juan, 25 tahun, seorang karyawan swasta yang hampir tak pernah membawa uang fisik. Baginya, ponsel adalah dompet utama. QRIS bukan lagi inovasi, melainkan kebiasaan sehari-hari.

Baca Juga:
  • Airlangga Bantah Uang Lebaran 2025 Merosot Tajam
  • Erick Thohir Ajak Masyarakat Awasi BBM Lewat Konten Digital
  • Kendalikan Inflasi, Disperindag Kabupaten Mojokerto Gencar Operasi Pasar, Ringankan Beban Masyarakat
  • Daftar 10 Terkaya Pejabat RI: Menteri dan Bupati Termasuk

Dari kedai kopi hingga pedagang kaki lima, ia terbiasa memindai kode lalu selesai dalam hitungan detik.

“Lebih praktis. Sekarang apa-apa tinggal scan,” ujarnya. Meski demikian, ketergantungan pada sistem digital juga pernah menyulitkannya. Ia mengisahkan pernah kebingungan saat harus membayar parkir yang hanya menerima uang tunai, sementara dompetnya kosong.

“Waktu itu harus transfer ke pedagang dulu baru ditukarin uang. Ribet juga cari ATM,” kenangnya.

Dua pengalaman tersebut mencerminkan jurang kecil yang makin terasa di tengah masifnya digitalisasi pembayaran. Data dari Bank Indonesia per pertengahan 2025 menunjukkan bahwa pengguna QRIS masih didominasi generasi muda.

Kelompok Gen Z tercatat mencapai lebih dari 75 juta pengguna, disusul generasi milenial sekitar 69 juta orang. Di sisi lain, jumlah merchant QRIS telah menembus 38 juta, dengan total pengguna sekitar 57 juta di seluruh Indonesia. Mesin EDC nontunai pun mencapai sekitar 2,3 juta unit.

Artikel Terkait:
  • Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan
  • Aset Orang Kaya Mengalir ke Luar Negeri, Cermin Krisis Kepercayaan Nasional
  • Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja
  • BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Angka-angka tersebut menegaskan bahwa QRIS kini telah menjadi arus utama transaksi. Namun, pertumbuhan statistik tidak selalu sejalan dengan kesiapan sosial. Tidak semua orang tumbuh bersama layar sentuh dan aplikasi dompet digital.

Bagi sebagian masyarakat, terutama generasi yang lebih tua, uang tunai bukan sekadar alat bayar, melainkan rasa aman dan kendali.

Ke depan, QRIS hampir pasti terus berkembang dan menjadi wajah transaksi masa depan Indonesia. Meski begitu, uang tunai masih menyimpan peran penting, terutama bagi kelompok yang membutuhkan adaptasi lebih panjang.

Di antara layar ponsel dan lembaran rupiah, ada proses belajar, penyesuaian, dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Pada akhirnya, teknologi yang baik bukan hanya soal kecepatan dan efisiensi. Ia juga harus memiliki ruang untuk merangkul semua generasi, tanpa meninggalkan mereka yang berjalan sedikit lebih lambat dari laju perubahan.

Jangan Lewatkan:
  • Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?
  • Maraknya Penjualan SPBU di Jakarta Menimbulkan Pertanyaan: Apakah Masih Menjanjikan?
  • Zulhas Mendag Larang TikTok Shop Jualan Revisi PMPT 50/2020
  • Ekspor Indonesia Naik 6,65 Persen, Sawit Jadi Penopang Utama

Ekonomi digital Inklusi Keuangan Pembayaran Digital qris Uang Tunai
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLaba Freeport Rp67 T, Setoran Negara Dinilai Janggal
Next Article Dolar AS Melemah, Momentum Tepat Akumulasi Emas Global

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ramadhan Terbaik

Islami Syamril Al-Bugisyi

Ledakan Wisata Labuan Bajo

Travel Alfi Salamah

Waspada Belanja Online Bodong

Bisnis Alfi Salamah

Jangan Lempar Beban ke Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Rakyat Jabar Dijadikan Figuran “Bapak Aing”

Perspektif Lina Marlina
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Hamangkunegoro Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV di Surakarta

UNESCO Akui 5 Arsip Indonesia Sebagai Warisan Dunia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi