Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 9 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

QRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua

Peralihan pembayaran digital memunculkan ironi: praktis bagi muda, menantang bagi sebagian generasi tua.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati28 Desember 2025 Ekonomi
QRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua
Ilustrasi masyarakat yang membayar dengan QRIS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Di sebuah kafe kecil yang dingin oleh hembusan pendingin ruangan, ironi zaman terasa nyata.Musik instrumental mengalun lembut, sementara di depan meja kasir seorang perempuan paruh baya tampak mengernyitkan dahi.

Stiker kode batang QRIS menempel rapi di etalase kayu, seolah menjadi simbol perubahan yang tak bisa ditawar. Di tangan Saras, 51 tahun, ponsel pintar terasa seperti bahasa asing yang belum sepenuhnya ia kuasai.

Kisah Saras menggambarkan bagaimana perubahan sistem pembayaran di Indonesia berjalan begitu cepat. Ia sebenarnya tidak menolak teknologi. Namun, ritme perubahannya terasa terlalu deras.

Uang tunai yang selama puluhan tahun menjadi alat transaksi paling ia pahami kini perlahan tersisih. Ketika kafe atau toko tidak lagi menerima pembayaran cash, ia kerap merasa serba salah, bahkan terpojok oleh situasi.

“Saya sudah pernah sih bayar pakai scan begini, diajarin anak,” katanya pelan sambil tersenyum kikuk. “Tapi namanya umur, kadang lupa juga. Kalau tidak terima tunai, mau tidak mau minta bantuan.”

Pengalaman Saras berbanding terbalik dengan Juan, 25 tahun, seorang karyawan swasta yang hampir tak pernah membawa uang fisik. Baginya, ponsel adalah dompet utama. QRIS bukan lagi inovasi, melainkan kebiasaan sehari-hari.

Baca Juga:
  • Menkeu Purbaya Pertimbangkan Pemangkasan PPN Tahun 2026
  • Airlangga Bantah Uang Lebaran 2025 Merosot Tajam
  • OJK Kaji Merger XL dan Smartfren, Proses Rampung 2025
  • DPR Dukung Pembubaran Satgas Saber Pungli Demi Efisiensi

Dari kedai kopi hingga pedagang kaki lima, ia terbiasa memindai kode lalu selesai dalam hitungan detik.

“Lebih praktis. Sekarang apa-apa tinggal scan,” ujarnya. Meski demikian, ketergantungan pada sistem digital juga pernah menyulitkannya. Ia mengisahkan pernah kebingungan saat harus membayar parkir yang hanya menerima uang tunai, sementara dompetnya kosong.

“Waktu itu harus transfer ke pedagang dulu baru ditukarin uang. Ribet juga cari ATM,” kenangnya.

Dua pengalaman tersebut mencerminkan jurang kecil yang makin terasa di tengah masifnya digitalisasi pembayaran. Data dari Bank Indonesia per pertengahan 2025 menunjukkan bahwa pengguna QRIS masih didominasi generasi muda.

Kelompok Gen Z tercatat mencapai lebih dari 75 juta pengguna, disusul generasi milenial sekitar 69 juta orang. Di sisi lain, jumlah merchant QRIS telah menembus 38 juta, dengan total pengguna sekitar 57 juta di seluruh Indonesia. Mesin EDC nontunai pun mencapai sekitar 2,3 juta unit.

Artikel Terkait:
  • Daftar Biaya Transaksi Elektronik yang Dikenakan PPN
  • Kemendes Tegaskan Dana Desa Bisa Dipakai untuk Digitalisasi
  • Pemerintah Rampungkan Formula Baru Subsidi BBM untuk Ojol dan UMKM
  • Otorita IKN Beri Lahan Gratis, Menteri ATR/BPN Angkat Bicara

Angka-angka tersebut menegaskan bahwa QRIS kini telah menjadi arus utama transaksi. Namun, pertumbuhan statistik tidak selalu sejalan dengan kesiapan sosial. Tidak semua orang tumbuh bersama layar sentuh dan aplikasi dompet digital.

Bagi sebagian masyarakat, terutama generasi yang lebih tua, uang tunai bukan sekadar alat bayar, melainkan rasa aman dan kendali.

Ke depan, QRIS hampir pasti terus berkembang dan menjadi wajah transaksi masa depan Indonesia. Meski begitu, uang tunai masih menyimpan peran penting, terutama bagi kelompok yang membutuhkan adaptasi lebih panjang.

Di antara layar ponsel dan lembaran rupiah, ada proses belajar, penyesuaian, dan kebutuhan yang berbeda-beda.

Pada akhirnya, teknologi yang baik bukan hanya soal kecepatan dan efisiensi. Ia juga harus memiliki ruang untuk merangkul semua generasi, tanpa meninggalkan mereka yang berjalan sedikit lebih lambat dari laju perubahan.

Jangan Lewatkan:
  • Harga Pangan Tekan IHK, Mei 2025 Catat Deflasi 0,37%
  • UMP DKI Jakarta Naik 6,5 Persen Jadi Rp5,396 Juta
  • Kapolri dan Panglima TNI Tanam Jagung, Luncurkan Gugus Tugas Ketahanan Pangan
  • Batas Usia Pensiun Naik Jadi 59 Tahun pada 2025

Ekonomi digital Inklusi Keuangan Pembayaran Digital qris Uang Tunai
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLaba Freeport Rp67 T, Setoran Negara Dinilai Janggal
Next Article Dolar AS Melemah, Momentum Tepat Akumulasi Emas Global

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

Profil Alfi Salamah

Wisata Instagramable Jadi Pangsa Pasar Baru

Travel Alfi Salamah

Fakta Sebenernya, Inflasi Pejabat

Editorial Udex Mundzir

Imaduddin Zanki: Pahlawan yang Mengubah Arah Sejarah Dunia Islam

Biografi Alfi Salamah

Yang Mau Lanjutkan Bangun IKN, Silakan Patungan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi