Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pendidikan Tersedot Program MBG

LPDP: Hibah atau Pinjaman?

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 3 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dolar AS Melemah, Momentum Tepat Akumulasi Emas Global

Tekanan indeks dolar memberi sinyal peluang, emas kembali bersinar sebagai pelindung nilai.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati28 Desember 2025 Ekonomi
Dolar AS Melemah, Momentum Tepat Akumulasi Emas Global
Ilustrasi jual beli emas (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ibarat bandul jam yang bergerak berlawanan arah, pelemahan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) justru membuka ruang kilau bagi emas.

Menjelang pergantian tahun, pergerakan Indeks Dolar AS yang diperkirakan berada di bawah tekanan dinilai menjadi momentum strategis bagi investor untuk mulai mengakumulasi logam mulia, baik di pasar global maupun domestik.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai tren pelemahan dolar AS dipicu oleh rilis data ekonomi Negeri Paman Sam yang menunjukkan inflasi.

Kondisi tersebut membuat mata uang dolar kehilangan daya dorongnya dalam jangka pendek, khususnya pada akhir Desember 2025 hingga awal pekan terakhir tahun ini.

“Kita melihat pelemahan indeks dolar disebabkan oleh data ekonomi AS yang relatif lemah, terutama inflasi yang terus menurun,” ujarnya saat dihubungi pada Ahad (28/12/2025).

Menurut Ibrahim, dalam beberapa hari ke depan indeks dolar diperkirakan bergerak di kisaran support 97,579 dengan resistance di level 98,398, yang menandakan peluang pelemahan berlanjut dari Senin hingga Rabu.

Baca Juga:
  • Beasiswa Kemenkeu Dibatalkan, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas
  • Prabowo Umumkan THR PNS, TNI-Polri, hingga Pensiunan Cair 17 Maret
  • Masalah Fiskal, Rekrutmen dan Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditunda
  • Kericuhan Job Fair Bekasi, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem Bursa Kerja

Pelemahan tersebut mendorong investor global mulai mengurangi eksposur pada aset berbasis dolar dan beralih ke instrumen lindung nilai.

Emas pun kembali menjadi primadona, mengingat secara historis logam mulia memiliki korelasi terbalik dengan pergerakan dolar AS. Ketika dolar melemah, harga emas cenderung menguat.

“Faktor utama yang mendorong fluktuasi harga emas dunia ke depan ada dua, yakni dinamika geopolitik global dan pelemahan Indeks Dolar AS,” kata Ibrahim dalam pernyataan terpisah. Ia memproyeksikan harga emas dunia masih berpeluang melanjutkan tren kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Dalam jangka pendek, harga emas internasional diperkirakan bergerak menuju area resistance di kisaran USD 4.550 per troy ons.

Jika sentimen pasar tetap positif, penguatan bahkan bisa berlanjut hingga mendekati level USD 4.600.Sejalan dengan itu, harga logam mulia di dalam negeri diproyeksikan terdorong naik ke rentang Rp 2,65 juta hingga Rp 2,7 juta per gram.

“Jika emas dunia menguat ke USD 4.550, harga logam mulia domestik bisa mencapai Rp 2.650.000 per gram. Apabila mendekati USD 4.600, maka harga dalam negeri berpotensi ditutup kisaran Rp 2.700.000,” jelasnya.

Artikel Terkait:
  • Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS
  • Batalnya Diskon Listrik, DPR Nilai Pemerintah Beri Harapan Palsu
  • Fenomena Clipper, Profesi Baru yang Bikin Sarjana Geleng Kepala
  • Cek Fakta: China Kuasai Ekonomi RI, Benarkah?

Selain faktor inflasi, pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve.

Ekspektasi pelaku pasar mengarah pada kemungkinan pemangkasan suku bunga pada awal tahun 2026, meskipun sebelumnya sinyal yang muncul hanya satu kali penurunan suku bunga sepanjang tahun tersebut.

Harapan kebijakan moneter yang lebih longgar semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman.

Dengan kombinasi pelemahan dolar, potensi penurunan suku bunga, serta ketidakpastian global yang masih membayangi, emas dinilai tetap relevan sebagai instrumen diversifikasi portofolio.

Bagi investor jangka menengah hingga panjang, kondisi akhir tahun ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mulai mencicil pembelian emas, serta memanfaatkan momentum pelemahan dolar AS.

Jangan Lewatkan:
  • Maraknya Penjualan SPBU di Jakarta Menimbulkan Pertanyaan: Apakah Masih Menjanjikan?
  • Ternyata, Kenaikan UMP 6,5% Masih Gunakan Rumus Jokowi
  • Kemensos Cairkan Bansos Penebalan untuk Bulan Juni dan Juli
  • Cara Aman Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tanpa Pungutan Liar

Dolar AS Harga Emas Inflasi AS Investasi Emas Kebijakan The Fed
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleQRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua
Next Article Aceh Kerahkan 3.000 ASN Bantu Warga Terdampak Bencana

Informasi lainnya

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Sahabat AI dan Ilusi Kedaulatan Digital

Editorial Udex Mundzir

Siapa Saja yang Wajib Zakat Fitrah dan Bagaimana Ketentuan Waktunya?

Islami Ericka

Hijrah itu Move On

Islami Syamril Al-Bugisyi

Taksi Terbang IKN: Mimpi yang Terbang Terlalu Tinggi

Editorial Udex Mundzir

Abolisi Tak Sama Dengan Keadilan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Kesehatan
Alfi Salamah10 Februari 2026

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi