Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Biaya Haji 2026 Naik Rp8,46 Triliun, Negara akan Tanggung Selisihnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 17 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Apakah Krisis Utang Mengancam RI? Anies Terpukau Saat Baca Buku Mengenai Hal Ini

Matahari yang terang itu, kini mulai meredup terbenam. Teduh, semilir dan tenang untuk membaca dan bersiap. Sebelum esok menyambut hari yang baru dan lebih baik
Dexpert CorpDexpert Corp9 Mei 2023 Ekonomi
anies baswedan santai
(Instagram/Anies Baswedan)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Beberapa saat yang lalu, dunia maya ramai dengan postingan yang menyebutkan Anies Rasyid Baswedan sebagai bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029.

Anies  Baswedan, mantan gubernur DKI Jakarta, membagikan sebuah foto di akun Instagram resminya pada Rabu (26/4/2023) yang menunjukkan dirinya sedang santai membaca buku berjudul “Principles for Navigating Big Debt Crises”.

Anies pun turut membubuhkan caption foto yang bertentangan dengan judul buku tersebut, tetapi masih mengambarkan dirinya yang tengah bersantai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Matahari yang terang itu, kini mulai meredup terbenam. Teduh, semilir dan tenang untuk membaca dan bersiap. Sebelum esok menyambut hari yang baru dan lebih baik.”

Baca Juga:
  • 9,3 Ton Tuna Asal Padang Diekspor ke Uni Emirat Arab
  • UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan
  • Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah
  • Celios Minta BPS Gunakan Metode Baru Ukur Kemiskinan

“Bagi yang telah mengakhiri masa liburan, selamat bersiap kembali bekerja dan berkarya esok hari.”

CNBC Indonesia pun menelusuri buku yang dibaca Anies. Buku berjudul “Principles for Navigating Big Debt Crises” ternyata merupakan karya Ray Dalio dan diterbitkan tahun 2018. Dalio merupakan salah satu investor dan pengusaha paling sukses.

Dikutip dari CFA Institute, Dalio mengungkapkan bahwa krisis utang besar terjadi ketika skala utang mencapai tingkat di mana pemotongan suku bunga saja tidak cukup untuk mencegah depresi.

Adapun, buku Dalio “Principles for Navigating Big Debt Crises” ini menyediakan kerangka kerja untuk memahami mekanisme krisis tersebut dan menetapkan enam tahapan mulai dari benih krisis hingga penyelesaiannya.

Dalam bukunya, dia berargumen jika pembuat kebijakan memiliki empat pengungkit untuk menurunkan utang dan biaya pembayaran utang, yaitu penghematan, gagal bayar dan restrukturisasi utang, percetakan uang oleh bank sentral, dan transfer uang dari mereka yang memiliki lebih banyak kepada mereka yang memiliki lebih sedikit.

Buku tersebut disusun menjadi tiga bagian. Pelajaran utama ada di bagian satu, yang terdiri dari 64 halaman tentang “pola dasar siklus utang besar”. Sementara itu, bagian dua memberikan analisis rinci dari tiga krisis besar untuk mengilustrasikan kerangka kerja Dalio: hiperinflasi Jerman, Depresi Hebat, dan krisis keuangan global baru-baru ini. Bagian tiga memberikan gambaran singkat dari semua 48 episode.

Entah apa maksud Anies menampilkan buku ini. Namun, masalah utang telah menjadi momok di banyak negara. Pasalnya, utang di banyak negara tersebut – termasuk di Indonesia – mengalami kenaikan secara signifikan selama pandemi berlangsung.

Artikel Terkait:
  • Surplus Dagang Indonesia Bertahan 61 Bulan, Mei Tembus USD 4,3 Miliar
  • Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Hapus Pembebasan PPN, Ini kata Bu Sri Mulyani!
  • Lewat Diaspora Loan, BNI Dorong UKM Indonesia Go Global
  • Kementan Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Iduladha 2025

Sebagai gambaran, lonjakan tertinggi utang Indonesia terjadi di akhir 2020. Kemenkeu mencatat posisi utang Indonesia hingga akhir Desember 2020 mencapai Rp6.074,56 triliun. Jumlah ini naik Rp1.296,56 triliun dibandingkan posisi pada akhir 2019 sebesar Rp4.778 triliun.

Kemudian, pada akhir 2021, utang pemerintah tercatat sebesar Rp6.908,87 triliun, dengan rasio utang 41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Hingga 31 Maret 2023, Kemenkeu mencatat utang RI tembus Rp 7.879,97 triliun atau meningkat Rp 17,39 triliun dari posisi utang pada bulan sebelumnya yang mencapai Rp 7.861,68 triliun. Adapun rasio utang pemerintah, hingga 31 Maret 2023 mencapai 39,17% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Rasio itu naik jika dibandingkan dengan rasio pada Februari 2-23 yang mencapai 29,09%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi kenaikan ini. Dia menegaskan bahwa penarikan utang pemerintah dilakukan secara hati-hati dengan tetap melihat dan menjaga kondisi pasar dan kas pemerintah.

“Pengadaan utang tetap menggunakan prinsip kehati-hatian dengan kondisi pasar dan kas pemerintah yang saat ini cukup tinggi,” tegasnya dalam konferensi pers KSSK II, Senin kemarin (8/5/2023).

Dia pun memastikan bahwa pengelolaan APBN juga dilakukan dengan baik. Dia menambahkan bahwa APBN juga akan terus bekerja secara optimal untuk meredam gejolak global.

Jangan Lewatkan:
  • AS Kritik Sertifikasi Halal Indonesia: Dinilai Mahal dan Tak Transparan
  • Kemensos Cairkan Bansos Penebalan untuk Bulan Juni dan Juli
  • Zulkifli Hasan Targetkan 80 Ribu Kopdes Tumbuh Dua Bulan
  • PHE Catat Produksi Migas Tertinggi Triwulan I 2025

“APBN tetap dikelola dengan hati-hati dan konservatif, dengan memberikan ruang bagi shock absorber kinerja APBN sesuai target,” ujarnya.

Anies  Baswedan APBN Sri Mulyani Utang
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAS Terancam Default, Janet Yellen-Warren Buffett Bunyikan Alarm Ekonomi!
Next Article Gubernur DKI Tuntut Pembatalan Izin Usaha Pemilik Truk Tinja, Didenda Rp 5 Juta

Informasi lainnya

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026

Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan

11 April 2026

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

11 April 2026

Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026

1 April 2026
Paling Sering Dibaca

Memisah Pemilu, Memecah Stabilitas

Editorial Udex Mundzir

Etika Menemukan Barang di Jalan

Islami Ericka

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z

Opini Alfi Salamah

Nomor HP Tidak Pernah Ganti 10 Tahun? Ini Tanda Kamu Layak Dipercaya

Daily Tips Ericka

Fitur Baru BRImo Mudahkan Transfer Uang ke Luar Negeri

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

Tunggu Penanganan BPBD, Camat Minta Pemdes Bantu Swadaya Warga Citepus

Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

Krisis Plastik Jadi Peluang Gaya Hidup Ramah Lingkungan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi