Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 29 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Wamentan Targetkan 2 Juta Sapi Tekan Impor Daging dan Susu

Pemerintah siapkan program investasi sapi hidup untuk kurangi impor, libatkan peternak lokal secara langsung.
ErickaEricka18 Mei 2025 Ekonomi
Program investasi sapi hidup nasional 2025
Ilustrasi Program investasi sapi hidup nasional 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Semarang – Pemerintah pusat berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor daging dan susu sapi. Dalam hal ini, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengumumkan rencana mendatangkan dua juta ekor sapi hidup selama lima tahun ke depan untuk dibudidayakan di dalam negeri.

Menurut Sudaryono, kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi besar penguatan sektor peternakan dan pemberdayaan peternak lokal. Sapi-sapi yang didatangkan tidak akan langsung dipotong, melainkan dipelihara dengan sistem bagi hasil antara investor dan peternak.

“Presiden meminta agar kita perlahan mengurangi impor. Kalau bisa, dalam lima tahun ke depan seluruh kebutuhan daging dan susu dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri,” ujar Sudaryono dalam pembukaan Kontes dan Expo Sapi APPSI Jawa Tengah 2, Ahad (18/5/2025).

Baca Juga:
  • PPN 12 Persen Mulai Januari, Prabowo: Saya Mengerti Berat
  • JK: 50% Ekonomi Indonesia Dikuasai Etnis China
  • Uang Tunai Lenyap? Indonesia Siap Targetkan QRIS untuk Bersaing di ASEAN
  • 9,3 Ton Tuna Asal Padang Diekspor ke Uni Emirat Arab

Ia menjelaskan skema program ini melibatkan investasi sapi hidup yang dikelola peternak lokal. Dengan pendekatan kemitraan tersebut, para peternak akan menjadi bagian dari rantai produksi, dari pembibitan hingga distribusi hasil.

“Skemanya adalah investasi sapi hidup. Nantinya sapi dipelihara oleh masyarakat dengan sistem bagi hasil. Investor wajib menggandeng peternak lokal,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi nasional, melainkan juga sebagai sarana pemerataan ekonomi di sektor peternakan. Pemerintah juga mengimbau pemerintah daerah ikut aktif dalam menyiapkan infrastruktur pendukung seperti lahan kandang, pelatihan, dan penyuluhan teknis bagi para peternak.

Artikel Terkait:
  • Indonesia Tawarkan Telur Sebagai Alat Negosiasi Tarif AS
  • Harga BBM Pertamina Naik, Ini Daftar Terbarunya
  • OJK Minta Bank Blokir 25.912 Rekening Terkait Judi Online
  • Said Iqbal Kritik Pengusaha yang Protes Kenaikan UMP 6,5%

Langkah ini diambil di tengah tingginya angka impor daging dan susu yang selama ini menjadi beban neraca perdagangan dan menghambat kemandirian pangan. Pemerintah berharap, melalui program ini, Indonesia tidak hanya mampu menekan impor tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi lokal.

“Dengan melibatkan masyarakat, program ini bisa jadi solusi jangka panjang. Kami tidak ingin ketahanan pangan kita selalu bergantung pada negara lain,” tutup Sudaryono.

Jangan Lewatkan:
  • Pemerintah Cairkan Gaji ke-13 ASN, Total Anggaran Rp49,3 Triliun
  • Faisol Riza: Reformasi Regulasi Kunci Stabilitas Ekonomi
  • Indonesia Butuh Rp 13 Ribu T untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
  • Jutaan Kelas Menengah Indonesia Turun Kasta
Impor Susu Ketahanan Pangan Sektor Peternakan Sudaryono Wamentan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePengetahuan Minim Hambat Pengendalian TBC Nasional
Next Article Pemprov Kaltim Dorong Internet Gratis Sampai Pelosok Desa

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Guru ASN di Sekolah Swasta

Editorial Udex Mundzir

Adab dan Sunnah Menyambut Ibadah Qurban

Islami Udex Mundzir

Cuaca Panas? Inilah Tanaman yang Bisa Menyejukan Rumah

Perspektif Alfi Salamah

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Editorial Lisda Lisdiawati

Tips Penting bagi Jamaah Haji Baru Tiba, Perhatikan 5 Hal Ini

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi