Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 23 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ekonom Kritik Pemangkasan Anggaran di Era Prabowo

Kebijakan efisiensi anggaran hingga Rp 306,69 triliun memunculkan berbagai pandangan kritis dari para ekonom.
AssyifaAssyifa24 Januari 2025 Ekonomi
Pemangkasan Anggaran Era Prabowo
Wijayanto Samirin Ekonom dari Universitas Paramadina (.sszoom)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemangkasan anggaran kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah (Pemda) senilai Rp 306,69 triliun. Anggaran yang dipangkas akan dialokasikan untuk program prioritas, seperti makan bergizi gratis, penciptaan lapangan kerja, dan penghematan devisa.

Namun, kebijakan ini menuai kritik dari para ekonom. Nailul Huda, ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), menyayangkan adanya intervensi pemerintah pusat terhadap pengelolaan anggaran daerah.

“Daerah yang memiliki anggaran yang ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) seharusnya bisa menentukan langkah sendiri tanpa intervensi pusat,” kata Huda, Jumat (24/1/2025).

Ia menambahkan, pemaksaan Pemda untuk mendukung program pusat seperti makan bergizi gratis dapat menghambat otonomi fiskal daerah. Menurutnya, jika anggaran pusat terbatas, pemerintah harus menyampaikan secara transparan kepada publik.

Baca Juga:
  • Dari Pertanian ke Agrowisata, Tasikmalaya Tunjukkan Transformasi
  • PLN Gandeng Swasta Bangun Sistem Listrik Nasional Rp2.133 T
  • Fenomena Clipper, Profesi Baru yang Bikin Sarjana Geleng Kepala
  • Jutaan Kelas Menengah Indonesia Turun Kasta

Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, menyebut pemangkasan anggaran ini mencerminkan situasi fiskal yang sulit.

“Ini merupakan konsekuensi logis karena pemerintah tidak menaikkan tarif pajak, termasuk PPN, tetapi semakin banyak program kerakyatan,” ujarnya.

Samirin menjelaskan bahwa utang pemerintah Indonesia yang mencapai Rp 8.680 triliun pada 2024, dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 39%, menjadi tantangan besar, terutama karena bunga utang yang tinggi.

Yusuf Rendy Manilet, ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, menyoroti pentingnya transparansi dalam realokasi anggaran tersebut.

Artikel Terkait:
  • World Bank Beri Solusi untuk Capai Kemakmuran Ekonomi di Indonesia
  • UMP Jakarta 2025 Naik Rp 329.380, UMSP Masih Tertunda
  • IWPI Minta Sri Mulyani Cabut Pernyataan Pajak Setara Zakat
  • Bahlil Sebut Legalitas Hanya untuk Sumur Minyak Rakyat yang Sudah Jalan

“Apakah pemangkasan anggaran ini memastikan APBN lebih tepat sasaran? Hal ini bergantung pada bagaimana pemerintah merinci tujuan dan alokasi dari pemangkasan tersebut,” ujar Yusuf.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah perlu memastikan dampak positif dari realokasi ini, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kebijakan efisiensi anggaran ini telah dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Pemerintah menargetkan penghematan anggaran sebesar Rp 256,1 triliun dari kementerian dan lembaga, serta Rp 50,59 triliun dari dana transfer ke daerah.

Jangan Lewatkan:
  • Transaksi QRIS UMKM di Malang Tembus Rp 5 Triliun
  • Indonesia Resmi Gabung BRICS, Siap Perluas Kerja Sama Ekonomi
  • Bapanas Tegaskan Beras Medium dan Premium Tak Kena PPN
  • Kemendag Desak AS Hapus Tarif Resiprokal Ekspor Furnitur RI
APBN 2025 Kebijakan Fisikal Kritik Ekonom Pemangkas Anggaran Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSingapura Peringatkan Risiko Perang Dunia Ketiga
Next Article Mendag Sebut Distributor Penyebab Harga MinyaKita Mahal

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Marie Kondo: Menata Barang, Menemukan Kebahagiaan

Biografi Alfi Salamah

Tegakkan Hukum, Bukan Cari Kambing Hitam

Editorial Udex Mundzir

Menjelajahi Kuil Rubah Fushimi Inari

Travel Alfi Salamah

Tren Fashion Terbaru 2026

Opini Alfi Salamah

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi