Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 14 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

RAPBN 2026, ESDM Usulkan ICP USD 80 per Barel

Menteri ESDM usulkan ICP RAPBN 2026 pada kisaran USD 60–80, disesuaikan dengan tren harga global dan ketegangan geopolitik.
ErickaEricka2 Juli 2025 Ekonomi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan kisaran harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD 60 hingga USD 80 per barel dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2026. Usulan ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/7/2025).

Menurut Bahlil, kisaran harga tersebut mempertimbangkan realisasi ICP dari Januari hingga Mei 2025 yang tercatat sebesar USD 70,5 per barel. Sementara pada Mei, rata-rata ICP tercatat USD 62,75 per barel dan naik menjadi USD 69,33 pada Juni.

“Dalam rapat ini, kami mengusulkan ICP untuk RAPBN 2026 pada kisaran 60 sampai 80 dolar per barel,” ujar Bahlil.

Baca Juga:
  • Bukalapak Hentikan Penjualan Produk Fisik, Fokus ke Produk Virtual
  • Kemenperin Genjot Parfum Halal Masuki Lima Besar Dunia
  • Proyek IKN Telan Rp 147,41 Triliun, Mayoritas dari APBN
  • Sri Mulyani Pangkas Pajak demi Redam Dampak Tarif Impor AS

Ia menjelaskan bahwa proyeksi ini mempertimbangkan faktor geopolitik, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang mempengaruhi pasokan global. Diketahui lebih dari 30 persen suplai minyak dunia berasal dari wilayah tersebut.

“Gejolak politik di Timur Tengah sangat berdampak terhadap harga minyak dunia, bahkan sempat tembus di atas 80 dolar per barel,” jelasnya.

Selain itu, Bahlil menyampaikan bahwa estimasi harga juga mengacu pada berbagai proyeksi lembaga internasional, termasuk dari kementerian energi di Amerika Serikat dan kawasan Timur Tengah. Mereka memperkirakan harga minyak pada 2026 berkisar antara USD 55 hingga USD 67 per barel, tergantung pada dinamika suplai dan permintaan global.

Artikel Terkait:
  • Pemerintah Rampungkan Formula Baru Subsidi BBM untuk Ojol dan UMKM
  • Korea Selatan Suntik Investasi Baru Rp28,6 Triliun ke Indonesia
  • 40% Masyarakat Indonesia Jatuh Miskin dengan Garis Kemiskinan Bank Dunia
  • Kendalikan Inflasi, Disperindag Kabupaten Mojokerto Gencar Operasi Pasar, Ringankan Beban Masyarakat

“Sekalipun terjadi perang, hukum supply and demand tetap akan mempengaruhi harga minyak dunia,” tambahnya.

Usulan ICP ini menjadi salah satu indikator penting dalam penyusunan RAPBN, karena berpengaruh pada pendapatan negara dari sektor energi, subsidi BBM, dan perhitungan lifting minyak nasional. Pemerintah juga menyelaraskan asumsi tersebut dengan target produksi minyak nasional serta kebutuhan fiskal lainnya.

Jangan Lewatkan:
  • Indonesia Luncurkan Obligasi Terumbu Karang untuk Konservasi Laut
  • Erick Thohir Ajak Masyarakat Awasi BBM Lewat Konten Digital
  • Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil
  • Kapolri dan Panglima TNI Tanam Jagung, Luncurkan Gugus Tugas Ketahanan Pangan
Bahlil Lahadalia Harga Minyak Dunia ICP 2026 Kementerian ESDM RAPBN 2026
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemerintah Bentuk Tim Kaji Putusan MK soal Pemisahan Pemilu
Next Article Anggaran Menumpuk, Empat DOB Papua Minim Serapan Belanja

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa

Editorial Lisda Lisdiawati

Antara Harapan dan Kekecewaan

Editorial Udex Mundzir

Syarikat Islam Gelar Iftar Jama’i, Perkuat Ekonomi dan Solidaritas Umat

Islami Ericka

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

Islami Lisda Lisdiawati

Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi