Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 29 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

RAPBN 2026, ESDM Usulkan ICP USD 80 per Barel

Menteri ESDM usulkan ICP RAPBN 2026 pada kisaran USD 60–80, disesuaikan dengan tren harga global dan ketegangan geopolitik.
ErickaEricka2 Juli 2025 Ekonomi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan kisaran harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD 60 hingga USD 80 per barel dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2026. Usulan ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (2/7/2025).

Menurut Bahlil, kisaran harga tersebut mempertimbangkan realisasi ICP dari Januari hingga Mei 2025 yang tercatat sebesar USD 70,5 per barel. Sementara pada Mei, rata-rata ICP tercatat USD 62,75 per barel dan naik menjadi USD 69,33 pada Juni.

“Dalam rapat ini, kami mengusulkan ICP untuk RAPBN 2026 pada kisaran 60 sampai 80 dolar per barel,” ujar Bahlil.

Baca Juga:
  • Indonesia Jadi Negara Pertama yang Diterima AS Bahas Tarif Impor
  • Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja
  • Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi Nasional
  • Target 8 Persen, Airlangga Optimistis Ekonomi Indonesia Melonjak

Ia menjelaskan bahwa proyeksi ini mempertimbangkan faktor geopolitik, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang mempengaruhi pasokan global. Diketahui lebih dari 30 persen suplai minyak dunia berasal dari wilayah tersebut.

“Gejolak politik di Timur Tengah sangat berdampak terhadap harga minyak dunia, bahkan sempat tembus di atas 80 dolar per barel,” jelasnya.

Selain itu, Bahlil menyampaikan bahwa estimasi harga juga mengacu pada berbagai proyeksi lembaga internasional, termasuk dari kementerian energi di Amerika Serikat dan kawasan Timur Tengah. Mereka memperkirakan harga minyak pada 2026 berkisar antara USD 55 hingga USD 67 per barel, tergantung pada dinamika suplai dan permintaan global.

Artikel Terkait:
  • Pembayaran QRIS Bebas PPN, Pemerintah Beri Kepastian
  • Diskon Listrik 50 Persen Berlaku, Begini Cara Mendapatkannya
  • Bansos Tak Dipangkas Meski Anggaran Kementerian Ditekan
  • Pertamina Akan Pindahkan Kantor Pusat ke Balikpapan untuk Pemerataan Pembangunan

“Sekalipun terjadi perang, hukum supply and demand tetap akan mempengaruhi harga minyak dunia,” tambahnya.

Usulan ICP ini menjadi salah satu indikator penting dalam penyusunan RAPBN, karena berpengaruh pada pendapatan negara dari sektor energi, subsidi BBM, dan perhitungan lifting minyak nasional. Pemerintah juga menyelaraskan asumsi tersebut dengan target produksi minyak nasional serta kebutuhan fiskal lainnya.

Jangan Lewatkan:
  • Kericuhan Job Fair Cikarang, Kemnaker Minta Evaluasi Serius
  • Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga
  • Faisol Riza: Reformasi Regulasi Kunci Stabilitas Ekonomi
  • Korea Selatan Suntik Investasi Baru Rp28,6 Triliun ke Indonesia
Bahlil Lahadalia Harga Minyak Dunia ICP 2026 Kementerian ESDM RAPBN 2026
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemerintah Bentuk Tim Kaji Putusan MK soal Pemisahan Pemilu
Next Article Anggaran Menumpuk, Empat DOB Papua Minim Serapan Belanja

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Bukan Vasektomi Solusinya

Editorial Udex Mundzir

Ijazah Jokowi: Bukan Privasi, Tapi Legitimasi

Editorial Udex Mundzir

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Editorial Udex Mundzir

Eksploitasi Konsumen: Kuota Hangus, Manipulasi Digital Terstruktur

Editorial Udex Mundzir

Inilah Harga Baru Pembuatan Paspor Mulai 17 Desember

Travel Udex Mundzir
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi