Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jangan Mencari Tumbal demi Kemenangan Pilkada di Sampang

Udex MundzirUdex Mundzir26 November 2024 Editorial
Kesehatan polisi di Sampang diperiksa jelang pengamanan Pilkada pada 27 November 2024 (.ini)
Kesehatan polisi di Sampang diperiksa jelang pengamanan Pilkada pada 27 November 2024 (.ini)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kekerasan dalam Pilkada kembali menelan korban. Insiden pembacokan di Sampang, Jawa Timur, yang menewaskan seorang pendukung calon bupati, mencerminkan sisi gelap demokrasi negeri ini. Proses politik seharusnya menjadi ajang untuk memilih pemimpin terbaik. Di Sampang malah berubah menjadi arena konflik berdarah. Ketika ambisi politik melampaui batas, nyawa rakyat biasa menjadi taruhan.

Kejadian ini bermula pada 17 November 2024, ketika Haji Slamet Junaidi, calon bupati nomor urut dua, mengunjungi salah satu tokoh agama di Ketapang. Sebagai petahana, Haji Idi—sapaan akrabnya—seharusnya paham bahwa Ketapang adalah wilayah rawan konflik.

Namun, ia tetap memaksakan kunjungan politiknya. Keputusan ini memicu bentrokan yang berakhir tragis dengan tewasnya Jimmy Sugito Putra, seorang pendukung pasangan Jimat Sakteh.

Jangan berdalih lagi, Polisi lengah dalam mencegah tragedi ini. Polda Jawa Timur, yang telah menempatkan Sampang sebagai salah satu daerah rawan, seharusnya bertindak lebih cepat dan sigap. Langkah pengamanan yang baru dilakukan setelah insiden ini terkesan sebagai respons terlambat. Kepolisian harus lebih serius mengantisipasi potensi konflik, bukan sekadar menunjukkan langkah korektif di akhir.

Di sisi lain, sikap Haji Idi sebagai petahana juga tak lepas dari sorotan. Sebagai pemimpin yang telah lama memahami dinamika sosial dan politik di daerahnya, ia justru mengabaikan risiko yang jelas ada di Ketapang. Keputusannya untuk tetap masuk ke wilayah yang rentan konflik menunjukkan kelalaian yang tidak dapat dibenarkan.

Tragedi itu seolah memperlihatkan bahwa korban seperti Jimmy Sugito menjadi alat untuk memperkuat narasi politik tertentu. Jangan sampai nyawa manusia hanya menjadi alat pembuktian ambisi politik.

Baca Juga:
  • Politik Kongkow, Rakyat Menunggu
  • Pilwalkot Samarinda 2024: Formalitas Saja
  • Tarif Ojol Naik: Siapa Diuntungkan?
  • Prestasi UGM Cemerlang, Integritas Belum Tercermin

Kekerasan dalam Pilkada bukanlah fenomena baru. Di berbagai daerah, rivalitas politik sering kali berujung pada konflik fisik yang melibatkan massa pendukung. Sampang hanyalah salah satu contoh dari betapa lemahnya fondasi demokrasi kita di tingkat lokal. Ketika politik identitas dan provokasi menjadi alat utama kampanye, masyarakat rentan terpecah, bahkan tersulut untuk saling menyakiti.

Konflik ini juga mengungkap bagaimana lemahnya edukasi politik di kalangan masyarakat. Alih-alih menjadi ajang pertarungan gagasan, Pilkada sering kali berubah menjadi pertarungan kekuatan. Pendukung yang termakan emosi lupa bahwa politik hanyalah alat, bukan tujuan akhir. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat memahami bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar.

Dampak dari kekerasan seperti ini tidak hanya dirasakan oleh korban dan keluarganya, tetapi juga masyarakat luas. Ketegangan meningkat, kepercayaan terhadap proses demokrasi menurun, dan luka sosial semakin dalam.

Ketika darah menjadi bagian dari narasi politik, legitimasi hasil Pilkada pun dipertanyakan. Bagaimana kita bisa mempercayai hasil pemilu jika prosesnya penuh dengan intimidasi dan kekerasan?

Penegakan hukum yang tegas harus menjadi prioritas. Tiga orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Ketapang harus dihukum seberat-beratnya untuk memberikan efek jera.

Namun, itu saja tidak cukup. Aparat harus memastikan bahwa semua potensi konflik di TPS-TPS rawan ditangani sejak dini. Intelijen dan pengamanan harus diperkuat untuk mencegah insiden serupa terulang.

Artikel Terkait:
  • Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Siapa Masuk Penjara?
  • Koperasi Desa Tanpa Arah Nyata
  • Yang Mau Lanjutkan Bangun IKN, Silakan Patungan
  • Meski Terlambat, Tetap Harus Dipercepat

Selain itu, kampanye damai harus digalakkan, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh para kandidat dan pendukungnya.

Para tokoh agama dan masyarakat harus dilibatkan untuk membangun dialog yang sehat dan menyatukan kembali masyarakat yang terpecah akibat rivalitas politik. Media juga memiliki peran penting dalam mengedukasi publik dan melawan narasi provokatif yang berpotensi memicu konflik.

Teknologi bisa menjadi alat bantu yang efektif dalam pengawasan. Pemasangan CCTV di TPS-TPS rawan dan penggunaan sistem berbasis AI untuk mendeteksi potensi kericuhan dapat membantu aparat bertindak lebih cepat. Di era digital seperti sekarang, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memanfaatkan teknologi demi memastikan keamanan dan transparansi proses demokrasi.

Tragedi di Sampang adalah pelajaran pahit yang harus segera ditindaklanjuti. Demokrasi yang bermartabat tidak seharusnya mengorbankan nyawa. Semua pihak—baik kandidat, aparat, maupun masyarakat—memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar proses politik berjalan damai dan adil.

Pilkada adalah momentum untuk menentukan masa depan daerah, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, ia bisa menjadi bencana. Jangan ada lagi nyawa yang menjadi korban ambisi politik. Demokrasi sejati tidak membutuhkan darah sebagai alat pembuktian. Kemenangan sejati adalah ketika masyarakat dapat memilih dengan damai, tanpa rasa takut atau terintimidasi.

Jangan Lewatkan:
  • Bayang-Bayang Dwifungsi
  • Batas Kuasa, Uji Demokrasi
  • Eksploitasi Konsumen: Kuota Hangus, Manipulasi Digital Terstruktur
  • Dari Memalukan ke Menakutkan

Pengamanan Pilkada Pilkada 2024 Pilkada Sampang 2024
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePemkab Kutim Perjuangkan Kesejahteraan Guru dan Siswa SMA/SMK
Next Article BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025

Informasi lainnya

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026

MBG dan Risiko Cobra Effect

4 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Menjelajahi Dunia Cookies yang Tak Bisa Ditolak

Food Alfi Salamah

Generasi Z dan Aksi Nyata Wujudkan SDGs

Daily Tips Ericka

Pesona Kawaguchiko dengan Latar Gunung Fuji

Travel Alfi Salamah

Ayi Mulyana: Membangun Pramuka yang Berkontribusi Nyata

Profil Silva

Ambisi Politik Bahlil: Kursi Lebih Penting dari Kinerja

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi