Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Temaram di Khalifa

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 17 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Singapura Hentikan Ekspor Babi dari Batam karena Flu Babi Afrika

Sistem sub-kompartemen bebas ASF di Pulau Bulan disetujui Singapura, ekspor ternak babi terbuka
Dexpert CorpDexpert Corp7 Mei 2023 Ekonomi
babi peternakan gordon
Ilustrasi: Babi ternak (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Batam – Terdeteksinya kasus penyakit flu babi (ASF) pada hewan ternak di Pulau Bulan, Batam, Kepulauan Riau, membuat Pemerintah Singapura memutuskan untuk menghentikan ekspor babi dari pulau tersebut.

Setelah adanya penemuan virus flu babi oleh Badan Pangan Singapura (SFA), beberapa informasi telah terungkap seperti berikut:

Babi Asal Batam Positif Flu Babi Afrika

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan, Wisnu Wasisa Putra memaparkan hasil uji Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan). Hasilnya, babi asal Pulau Bulan terkonfirmasi positif flu babi.

“Hasil pengujian lanjutan baik oleh Laboratorium BBUSKP dan BVet Bukittinggi adalah positif ASF dan negatif CSF, sehingga perlu dilakukan sequencing untuk mengetahui genom virus terkait kemiripan asal virus,” jelas Wisnu dalam keterangan tertulis, dikutip dari Detik Finance, Minggu, (7/5/2023).

Barantan menambahkan, terjadi kematian babi yang cukup besar di Pulau Bulan. Namun, gejala klinisnya mengarah ke Classical Swine Fever (CSF) atau Hog Cholera.

Itulah yang menjadi alasan babi asal Pulau Bulan dilarang masuk ke Singapura sejak 23 April 2023. Untuk sementara, belum diketahui hingga kapan penghentian ini berlaku.

Baca Juga:
  • ASEAN Menguatkan Konektivitas Pembayaran Regional dan Dedolarisasi
  • AS Kritik Sertifikasi Halal Indonesia: Dinilai Mahal dan Tak Transparan
  • Kendalikan Inflasi, Disperindag Kabupaten Mojokerto Gencar Operasi Pasar, Ringankan Beban Masyarakat
  • Vietnam Pangkas PPN Jadi 8%, Indonesia Naikkan ke 12%

Upaya Kementan RI

Sebagai langkah lanjutan, Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Barantan dan Singapura melalui Singapore Food Agency dan NS Park telah berdialog di Kantor PT ITS pada 28 April 2023.

Karantina Pertanian Tanjung Pinang pun menguji ternak babi yang akan dilintaskan melalui pengujian ASF. Mereka juga mengetatkan tindakan karanina hewan. Selain itu, pendampingan pelaksanaan disposal, disinfeksi dan biosekuriti juga telah dilakukan Kementan.

“Kementan telah usulkan sistem sub-kompartemen bebas ASF di Pulau Bulan dan telah disetujui oleh pihak Singapura, sehingga kedepan kita dapat kembali mengekspor ternak babi ke Singapura,” kata Kepala Barantan, Bambang dalam keterangan persnya.

Adapun PT Indotirta Suaka (PT ITS) diketahui sebagai perusahaan melakukan ekspor babi. Namun, karena ditemui banyak babi yang mati karena terkena virus ASF, status tersebut telah dicabut oleh Kementan.

Sebelumnya, PT ITS ditetapkan sebagai kompartemen bebas ASF dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Keputusan Nomor 669/KPTS/PK.320/M/11/2021.

Artikel Terkait:
  • Ratusan Ekraf, Kuliner, dan UMKM Lokal Bakal Ramaikan Majafest 2023
  • Awal 2025, Tekanan Inflasi Diperkirakan Mengancam Dompet
  • QRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua
  • Pekerja Padat Karya Bergaji Rp 10 Juta Kini Bebas Pajak

Singapura Mau Impor Daging Babi

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Nasrullah baru-baru ini menyebut Singapura siap membuka kembali impor babi dari Indonesia, dengan syarat hanya dalam bentuk karkas atau daging utuh dari Pulau Bulan.

Nasrullah menilai, syarat ini malah menguntungkan Indonesia.

“Walaupun untuk sementara ekspor babi hidup dari pulau bulan ditutup karena ASF, tapi ke depan potensi ekspor dalam bentuk karkas masih sangat terbuka,” pungkasnya.

Latar Belakang Singapura Stop Impor Babi dari Batam

Penghentian impor babi Indonesia dari Singapura bermula saat SFA menemukan babi mati terinfeksi flu babi Afrika pada 20 April 2023 lalu. SFA pun mengungkap, babi tersebut terkontaminasi dari babi hidup dari Pulau Bulan, Batam.

SFA pun langsung menutup keran impor daging babi mulai 23 April dan melayangkan investigasi lanjutan atas merebaknya virus tersebut.

Jangan Lewatkan:
  • BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan Jemaah Haji di Arab Saudi
  • Ancaman Selat Hormuz, Indef Usul Antisipasi Lonjakan Harga Minyak
  • PPN 12 Persen Mulai Januari, Prabowo: Saya Mengerti Berat
  • Industri Hotel Tertekan, Okupansi Merosot dan PHK Mengancam

“SFA bekerja sama dengan RPH untuk membersihkan tempat dan lingkungan sekitarnya setelah pemotongan babi yang saat ini berada di RPH telah selesai, serta untuk menjaga langkah-langkah biosecurity di RPH.” Tutur SFA.

Badan Pangan Singapura (SFA) Kementan RI Wisnu Wasisa Putra
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBPBD DKI Umumkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta 5-9 Mei 2023
Next Article Presiden Jokowi Bocorkan Isu Myanmar di KTT ASEAN

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Risma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi

Profil Adit Musthofa

Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak

Perspektif Silva

Abolisi Tak Sama Dengan Keadilan

Editorial Udex Mundzir

MBG dan Risiko Cobra Effect

Editorial Udex Mundzir

Pelantikan Presiden di Jakarta, Jokowi Gagal Pindah Ibu Kota

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi