Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 8 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Cetak Rekor Produksi Beras, Teratas di ASEAN

Mentan klaim produksi beras RI tertinggi di kawasan, berkat lonjakan panen dan strategi subsidi pupuk nasional.
ErickaEricka2 Juli 2025 Ekonomi
Beras
Ilustrasi Proses Produksi Beras Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia berhasil mencetak rekor produksi beras tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (2/7/2025), ia memaparkan peningkatan produksi dan penyerapan beras yang signifikan selama semester pertama tahun ini.

Menurut Amran, produksi beras nasional pada periode Januari hingga Agustus 2025 diprediksi mencapai 4,97 juta ton, atau meningkat 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian ini juga mendapat pengakuan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai yang tertinggi di kawasan ASEAN.

“Produksi ini merupakan capaian tertinggi selama ini. Kemenkeu menyampaikan produksi beras Indonesia terproduktif di ASEAN,” ujar Amran dalam raker tersebut.

Ia juga mengutip prediksi dari Departemen Pertanian Amerika Serikat yang memperkirakan hasil panen Indonesia pada musim tanam 2024–2025 akan mencapai 34,6 juta ton—melewati target nasional 32 juta ton—dan mengungguli Thailand dan Vietnam.

Baca Juga:
  • Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan di 15 Provinsi
  • Konflik Iran-Israel Uji Ketahanan Ekonomi Indonesia
  • Turun Tajam! Produksi Industri Jerman Anjlok pada Maret
  • Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

Amran mengklaim keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah, termasuk penggandaan kuota pupuk bersubsidi dan transformasi distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran. Selain itu, pemerintah juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk memberi kepastian harga bagi petani.

“Semua ini adalah hasil kerja keras, dukungan Komisi IV, dan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberi perhatian besar pada sektor pangan,” tegas Amran.

Ia menambahkan bahwa per 30 Juni 2025, penyerapan beras oleh Bulog telah mencapai 2,6 juta ton, melonjak 428 persen dibanding rata-rata lima tahun terakhir. Volume tersebut, yang sebelumnya hanya dapat dicapai dalam waktu satu tahun, kini terealisasi dalam enam bulan.

Artikel Terkait:
  • Maraknya Penjualan SPBU di Jakarta Menimbulkan Pertanyaan: Apakah Masih Menjanjikan?
  • Banggar: Prabowo Tak Bisa Serta Merta Turunkan PPN
  • 100 Negara Buka 1,7 Juta Lowongan Kerja untuk WNI
  • Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Dikritik, DPR Minta Kajian Ulang

Stok awal beras juga meningkat drastis dari 1,7 juta ton menjadi 4,2 juta ton. Dampak keberhasilan ini terlihat pada peningkatan nilai tukar petani (NTP) yang berkontribusi pada pertumbuhan PDB sektor pertanian hingga 10,52 persen, tertinggi dalam sejarah.

Dengan capaian ini, pemerintah berharap bisa terus memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Jangan Lewatkan:
  • Pariwisata Terancam, Efisiensi Anggaran 2025 Picu Kekhawatiran
  • Ancaman Selat Hormuz, Indef Usul Antisipasi Lonjakan Harga Minyak
  • BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen
  • PHE Catat Produksi Migas Tertinggi Triwulan I 2025
Bulog Mentan Amran Pertanian 2025 Produksi Beras Indonesia Swadaya Pangan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenunggu Sosok Baru, Calon Dubes AS Segera Diproses DPR
Next Article Pemerintah Bentuk Tim Kaji Putusan MK soal Pemisahan Pemilu

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Food Assyifa

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

Profil Alfi Salamah

War Ticket: Ilusi Akses Setara

Editorial Udex Mundzir

Bayang-Bayang Dwifungsi

Editorial Udex Mundzir

Tips Hindari FOMO Agar Tetap Kalem dan Bahagia

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi