Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 29 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Cetak Rekor Produksi Beras, Teratas di ASEAN

Mentan klaim produksi beras RI tertinggi di kawasan, berkat lonjakan panen dan strategi subsidi pupuk nasional.
ErickaEricka2 Juli 2025 Ekonomi
Beras
Ilustrasi Proses Produksi Beras Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia berhasil mencetak rekor produksi beras tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (2/7/2025), ia memaparkan peningkatan produksi dan penyerapan beras yang signifikan selama semester pertama tahun ini.

Menurut Amran, produksi beras nasional pada periode Januari hingga Agustus 2025 diprediksi mencapai 4,97 juta ton, atau meningkat 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian ini juga mendapat pengakuan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai yang tertinggi di kawasan ASEAN.

“Produksi ini merupakan capaian tertinggi selama ini. Kemenkeu menyampaikan produksi beras Indonesia terproduktif di ASEAN,” ujar Amran dalam raker tersebut.

Ia juga mengutip prediksi dari Departemen Pertanian Amerika Serikat yang memperkirakan hasil panen Indonesia pada musim tanam 2024–2025 akan mencapai 34,6 juta ton—melewati target nasional 32 juta ton—dan mengungguli Thailand dan Vietnam.

Baca Juga:
  • Ekspansi Produk Pelumas Pertamina Lubricants Berkibar di Pasar Australia
  • BI Tegaskan Peran Strategis Policy Mix dalam Forum G20
  • PNM Salurkan Dana Bantuan Rp22,811 Miliar kepada 8.896 Pemilik UMKM di Penajam
  • Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam

Amran mengklaim keberhasilan ini tak lepas dari dukungan pemerintah, termasuk penggandaan kuota pupuk bersubsidi dan transformasi distribusi pupuk yang lebih tepat sasaran. Selain itu, pemerintah juga menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk memberi kepastian harga bagi petani.

“Semua ini adalah hasil kerja keras, dukungan Komisi IV, dan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberi perhatian besar pada sektor pangan,” tegas Amran.

Ia menambahkan bahwa per 30 Juni 2025, penyerapan beras oleh Bulog telah mencapai 2,6 juta ton, melonjak 428 persen dibanding rata-rata lima tahun terakhir. Volume tersebut, yang sebelumnya hanya dapat dicapai dalam waktu satu tahun, kini terealisasi dalam enam bulan.

Artikel Terkait:
  • DPR Kritik Harga Beras Lokal Naik Saat Pasar Dunia Turun
  • Shopee Ungguli TikTok Shop dalam Video Pendek Produk
  • Rangkap Jabatan, IWPI Minta Dirjen Pajak Baru Mundur dari Phapros
  • Kemendes Tegaskan Dana Desa Bisa Dipakai untuk Digitalisasi

Stok awal beras juga meningkat drastis dari 1,7 juta ton menjadi 4,2 juta ton. Dampak keberhasilan ini terlihat pada peningkatan nilai tukar petani (NTP) yang berkontribusi pada pertumbuhan PDB sektor pertanian hingga 10,52 persen, tertinggi dalam sejarah.

Dengan capaian ini, pemerintah berharap bisa terus memperkuat ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Jangan Lewatkan:
  • Kekhawatiran Sri Mulyani Terhadap Tindakan Bank Dunia
  • Pembatasan Penyaluran BBM Subsidi Segera Diumumkan
  • Otorita IKN Beri Lahan Gratis, Menteri ATR/BPN Angkat Bicara
  • Bukalapak Hentikan Penjualan Produk Fisik, Fokus ke Produk Virtual
Bulog Mentan Amran Pertanian 2025 Produksi Beras Indonesia Swadaya Pangan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenunggu Sosok Baru, Calon Dubes AS Segera Diproses DPR
Next Article Pemerintah Bentuk Tim Kaji Putusan MK soal Pemisahan Pemilu

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Koperasi Desa: Membangun atau Menguras?

Editorial Assyifa

Mei Ayam Bakso Solo Samarinda Seberang, Sensasi Kuah Kental dan Pentol yang Lezat

Food Alwi Ahmad

WNI Bisa Kunjungi 42 Negara Ini Tanpa Visa

Travel Ericka

Perbedaan Asam Sulfat dan Asam Folat

Kroscek Alfi Salamah

Menjadi Kepala Daerah

Refleksi Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi