Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 22 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kenaikan PPN 12% di Tahun 2025, Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik

Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait dampak kenaikan PPN terhadap harga BBM.
AssyifaAssyifa18 Desember 2024 Ekonomi
Pertamax dan Pertamax Turbo (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Ambon – Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% mulai 1 Januari 2025 menimbulkan kekhawatiran publik. PT Pertamina Patra Niaga kini tengah mengkaji dampaknya terhadap harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, menjelaskan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah untuk menentukan apakah kenaikan ini akan memengaruhi harga jual BBM.

“Kami masih melakukan kajian. Tambahan 1% ini sebenarnya kecil, tetapi tetap perlu keputusan dari pemerintah,” ujarnya saat menghadiri peresmian BBM Satu Harga di Wayame, Ambon, Rabu (18/12/2024).

Kenaikan PPN menjadi 12% merupakan bagian dari kebijakan fiskal pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang agar tidak membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

Baca Juga:
  • XL Axiata Pastikan Tidak Ada PHK Pasca-Merger dengan Smartfren
  • Kemenduk Bangga Siapkan Kartu Lansia, Beri Akses Gratis dan Diskon Khusus
  • Uang Tunai Lenyap? Indonesia Siap Targetkan QRIS untuk Bersaing di ASEAN
  • Karawang Tergeser! Kota Bekasi Jadi Pemimpin UMK Tertinggi di Jawa Barat

“Pemerintah telah mengatur agar barang kebutuhan pokok seperti beras, daging, dan susu tetap bebas PPN. Jasa pendidikan, kesehatan, dan tenaga kerja juga dikecualikan dari kebijakan ini,” jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (16/12/2024).

Namun, BBM non-subsidi seperti Pertamax kemungkinan besar akan terdampak oleh kenaikan PPN ini. Sebagian masyarakat khawatir kenaikan harga akan semakin memperberat beban ekonomi, terutama bagi kalangan kelas menengah yang menggunakan BBM tersebut.

Ekonom senior, Faisal Basri, mengingatkan bahwa pemerintah harus mengantisipasi dampak lanjutan dari kebijakan ini.

“Kenaikan PPN memang diperlukan, tetapi pengawasan distribusi dan dampaknya terhadap inflasi harus diperhatikan,” ungkapnya.

Artikel Terkait:
  • Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Hapus Pembebasan PPN, Ini kata Bu Sri Mulyani!
  • Sri Mulyani Siapkan Rp185 T untuk Pertahanan di RAPBN 2026
  • Pertamina Bantah LPG 3 Kg Pink Gantikan Gas Melon
  • Alfamart Tutup 300 Gerai Sepanjang 2024, Ini Penjelasannya

Di sisi lain, pemerintah juga memberikan insentif seperti diskon tarif listrik hingga 50% untuk pelanggan di bawah 2.200 VA. Selain itu, ada diskon pajak properti untuk rumah dengan harga di bawah Rp5 miliar, serta insentif PPh 21 bagi pekerja sektor padat karya.

Publik kini menantikan pengumuman resmi dari Pertamina terkait harga BBM pasca kenaikan PPN ini. Pemerintah diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.

Jangan Lewatkan:
  • Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia
  • Bapanas Catat Kenaikan Harga Telur dan Cabai, Beras dan Minyak Turun
  • Ekonomi Kurban 2025 Merosot ke Rp27,1 Triliun, Terendah Sejak Pandemi
  • Airlangga dan Luhut Berbeda Sikap Soal Kenaikan PPN 12%
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleProjo Siap Jadi Partai Politik Jika Diperintahkan Jokowi
Next Article Korban Gempa Vanuatu Terus Bertambah, Operasi Penyelamatan Berlanjut

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Profil Alfi Salamah

7 Cara Efektif Mempromosikan WhatsApp Channel

Techno Alfi Salamah

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

Happy Alfi Salamah

Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan

Perspektif Udex Mundzir

Bonus di Perguruan Tinggi: Kewajiban Institusi Pendidikan

Refleksi Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi