Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 26 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rina Sa’adah: Dapur MBG Harus Libatkan UMKM Lokal

Membangun ekonomi bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga pemerataan kesejahteraan.
SilvaSilva2 Februari 2025 Bisnis
Rina Sa’adah dan UMKM dalam program MBG
Rina Sa’adah dan UMKM dalam program MBG (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diharapkan menjadi solusi gizi bagi jutaan masyarakat Indonesia. Namun, lebih dari itu, program ini juga dapat menjadi peluang besar untuk mendorong perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah, menegaskan bahwa dapur MBG sebaiknya tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal. Ia menyoroti pentingnya melibatkan UMKM pangan sebagai pemasok bahan pokok, seperti beras, ayam, telur, ikan, dan sayuran, untuk memenuhi kebutuhan dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia.

“Dengan menggandeng UMKM pangan setempat, maka SPPG bisa beroperasi efisien dan mendapatkan pasokan bahan pokok yang masih segar untuk diolah,” ujar Rina Sa’adah pada Sabtu (01/02/2025).

Menurutnya, dengan menjadikan UMKM sebagai mitra, dapur MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas.

Rina Sa’adah menilai bahwa keterlibatan UMKM dalam program MBG dapat menciptakan multiplier effect yang nyata. Ketika dapur MBG membeli bahan pangan dari UMKM setempat, permintaan terhadap produk-produk lokal akan meningkat.

“Beroperasinya dapur MBG akan menumbuhkan permintaan beras, daging ayam, telur, ikan, serta aneka sayuran di berbagai daerah. Jika SPPG menjalin kerja sama dengan UMKM pangan, roda ekonomi daerah bisa bergerak lebih cepat,” jelasnya.

Baca Juga:
  • Isuzu Optimis Pangsa Pasarnya akan Naik 1,3 Persen
  • Mengapa Orang Kaya Rajin Berdonasi?
  • Ubah Lontar Jadi Pemanis Sehat: Inovasi Hebat Mahasiswa UPER!
  • Dropbox PHK 528 Karyawan, Alihkan Fokus pada Investasi AI

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini bisa membantu mengatasi permasalahan distribusi pangan yang selama ini menjadi kendala bagi petani dan peternak kecil. Dengan adanya pasar yang pasti melalui SPPG, para produsen pangan tidak lagi harus menghadapi biaya transportasi tinggi untuk menjual hasil panen mereka ke pasar induk.

“Banyak petani dan peternak mengeluhkan tingginya biaya transportasi. Dengan adanya dapur MBG yang bekerja sama dengan UMKM lokal, mereka bisa langsung menjual produknya tanpa harus melewati rantai distribusi yang panjang,” tambahnya.

Pemerintah telah mengalokasikan Rp71 triliun untuk program MBG di tahun 2025, dengan target 15–17,5 juta penerima manfaat. Saat ini, usulan penambahan anggaran hingga Rp100 triliun sedang dibahas, yang akan memperluas cakupan hingga 82,9 juta penerima manfaat di akhir 2025.

Menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), sebanyak 5.000 dapur SPPG akan dibangun untuk mendukung program ini. Dari jumlah tersebut, 1.542 unit akan dibangun langsung oleh BGN, sementara 3.458 unit lainnya akan bekerja sama dengan lembaga negara dan pihak ketiga. Hingga kini, sudah ada 937 dapur SPPG yang beroperasi di 26 provinsi, melayani 3.000 penerima manfaat per hari.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh bahan pokok yang digunakan dalam program MBG harus berasal dari dalam negeri. Ia melarang impor bahan pangan untuk MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani, peternak, dan nelayan lokal.

Artikel Terkait:
  • APBS Siapkan Santri Jadi Pengusaha Tangguh
  • Tren Global dan Peran Strategis Laporan Keberlanjutan
  • Waspada Belanja Online Bodong
  • Kopi Tuku Branding MRT Cipete

Rina Sa’adah mengapresiasi kebijakan ini dan mengajak UMKM untuk memanfaatkan peluang ini dengan serius.

“Saya berharap UMKM pangan bisa menangkap peluang ini dengan baik agar usahanya berkembang. Ini momentum bagi UMKM untuk tumbuh lebih besar dengan adanya kepastian pasar dari program MBG,” tegasnya.

Ia juga berharap agar pemerintah dan Badan Gizi Nasional memastikan bahwa pelaksanaan program ini benar-benar berpihak pada ekonomi rakyat, bukan hanya sekadar program bantuan sosial jangka pendek.

Program MBG bukan hanya sekadar upaya pemenuhan gizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi ekonomi yang dapat menggerakkan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan petani serta produsen pangan lokal.

Jika dapur MBG benar-benar melibatkan UMKM sesuai harapan Rina Sa’adah, maka manfaatnya akan terasa lebih luas—bukan hanya bagi penerima makanan bergizi, tetapi juga bagi ribuan pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan menembus pasar.

Jangan Lewatkan:
  • Hukum Jual Beli Emas Digital dalam Islam
  • Membedah Tren Pembelian Barang Palsu di Dunia Fashion
  • Fitur Baru BRImo Mudahkan Transfer Uang ke Luar Negeri
  • Dampak Anjloknya IHSG terhadap Ekonomi Indonesia

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, UMKM, dan pelaku usaha pangan, program MBG berpotensi menjadi salah satu kebijakan strategis yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi nasional.

Dapur MBG Kebijakan Pemerintah Perekonomian Daerah Program Makan Bergizi Rina Sa'adah UMKM
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJelang Pelantikan Pramono-Rano, Dasco Minta Tak Bahas Kekalahan KIM
Next Article Kemenag Pangkas Kunjungan ke Luar Negeri, Fokus pada Urusan Haji

Informasi lainnya

Program MBG Dipangkas Jadi Lima Hari Sekolah

3 April 2026

WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut

31 Maret 2026

Waspada Belanja Online Bodong

19 Januari 2026

Siap Panen Cuan Ramadan, Politri Gembleng UMKM Cisayong Lewat Live Commerce

25 Desember 2025

UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan

6 Desember 2025

Rakyat Terluka

2 September 2025
Paling Sering Dibaca

Saatnya Gen Z Pimpin Ekonomi Kreatif Digital

Bisnis Ericka

Hari Dongeng Nasional 28 November

Happy Udex Mundzir

Idulfitri Momen Kembali Kepada Kesucian dan Memperkuat Toleransi

Islami Alfi Salamah

Cokelat! Lezat, Kaya Manfaat, dan Penuh Fakta Menarik

Food Alfi Salamah

Prabowo itu Bayang-Bayang Jokowi atau Pemimpin Baru?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi