Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rina Sa’adah: Dapur MBG Harus Libatkan UMKM Lokal

Membangun ekonomi bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga pemerataan kesejahteraan.
SilvaSilva2 Februari 2025 Bisnis
Rina Sa’adah dan UMKM dalam program MBG
Rina Sa’adah dan UMKM dalam program MBG (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diharapkan menjadi solusi gizi bagi jutaan masyarakat Indonesia. Namun, lebih dari itu, program ini juga dapat menjadi peluang besar untuk mendorong perekonomian daerah, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Rina Sa’adah, menegaskan bahwa dapur MBG sebaiknya tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal. Ia menyoroti pentingnya melibatkan UMKM pangan sebagai pemasok bahan pokok, seperti beras, ayam, telur, ikan, dan sayuran, untuk memenuhi kebutuhan dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia.

“Dengan menggandeng UMKM pangan setempat, maka SPPG bisa beroperasi efisien dan mendapatkan pasokan bahan pokok yang masih segar untuk diolah,” ujar Rina Sa’adah pada Sabtu (01/02/2025).

Menurutnya, dengan menjadikan UMKM sebagai mitra, dapur MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas.

Rina Sa’adah menilai bahwa keterlibatan UMKM dalam program MBG dapat menciptakan multiplier effect yang nyata. Ketika dapur MBG membeli bahan pangan dari UMKM setempat, permintaan terhadap produk-produk lokal akan meningkat.

“Beroperasinya dapur MBG akan menumbuhkan permintaan beras, daging ayam, telur, ikan, serta aneka sayuran di berbagai daerah. Jika SPPG menjalin kerja sama dengan UMKM pangan, roda ekonomi daerah bisa bergerak lebih cepat,” jelasnya.

Baca Juga:
  • Bank Digital Ubah Cara Kita Mengelola Uang
  • Saatnya Gen Z Pimpin Ekonomi Kreatif Digital
  • Gratis Ongkir Dibatasi, Saatnya Bisnis Logistik Lebih Sehat
  • ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Ia juga menekankan bahwa kerja sama ini bisa membantu mengatasi permasalahan distribusi pangan yang selama ini menjadi kendala bagi petani dan peternak kecil. Dengan adanya pasar yang pasti melalui SPPG, para produsen pangan tidak lagi harus menghadapi biaya transportasi tinggi untuk menjual hasil panen mereka ke pasar induk.

“Banyak petani dan peternak mengeluhkan tingginya biaya transportasi. Dengan adanya dapur MBG yang bekerja sama dengan UMKM lokal, mereka bisa langsung menjual produknya tanpa harus melewati rantai distribusi yang panjang,” tambahnya.

Pemerintah telah mengalokasikan Rp71 triliun untuk program MBG di tahun 2025, dengan target 15–17,5 juta penerima manfaat. Saat ini, usulan penambahan anggaran hingga Rp100 triliun sedang dibahas, yang akan memperluas cakupan hingga 82,9 juta penerima manfaat di akhir 2025.

Menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), sebanyak 5.000 dapur SPPG akan dibangun untuk mendukung program ini. Dari jumlah tersebut, 1.542 unit akan dibangun langsung oleh BGN, sementara 3.458 unit lainnya akan bekerja sama dengan lembaga negara dan pihak ketiga. Hingga kini, sudah ada 937 dapur SPPG yang beroperasi di 26 provinsi, melayani 3.000 penerima manfaat per hari.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh bahan pokok yang digunakan dalam program MBG harus berasal dari dalam negeri. Ia melarang impor bahan pangan untuk MBG agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani, peternak, dan nelayan lokal.

Artikel Terkait:
  • Kopi Tuku Branding MRT Cipete
  • Bank Mandiri Berkolaborasi Ciptakan Smart Financing untuk UKM
  • THR 2025 Cair Lebih Cepat, Siapkan Rencana Anda!
  • XL dan Smartfren Merger: Strategi Besar Telekomunikasi

Rina Sa’adah mengapresiasi kebijakan ini dan mengajak UMKM untuk memanfaatkan peluang ini dengan serius.

“Saya berharap UMKM pangan bisa menangkap peluang ini dengan baik agar usahanya berkembang. Ini momentum bagi UMKM untuk tumbuh lebih besar dengan adanya kepastian pasar dari program MBG,” tegasnya.

Ia juga berharap agar pemerintah dan Badan Gizi Nasional memastikan bahwa pelaksanaan program ini benar-benar berpihak pada ekonomi rakyat, bukan hanya sekadar program bantuan sosial jangka pendek.

Program MBG bukan hanya sekadar upaya pemenuhan gizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi strategi ekonomi yang dapat menggerakkan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan petani serta produsen pangan lokal.

Jika dapur MBG benar-benar melibatkan UMKM sesuai harapan Rina Sa’adah, maka manfaatnya akan terasa lebih luas—bukan hanya bagi penerima makanan bergizi, tetapi juga bagi ribuan pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan menembus pasar.

Jangan Lewatkan:
  • Tren Paylater Melonjak, Saatnya Melek Finansial
  • Fitur Baru BRImo Mudahkan Transfer Uang ke Luar Negeri
  • Dropbox PHK 528 Karyawan, Alihkan Fokus pada Investasi AI
  • Hidup dari Dividen Saham? Ini Modal yang Kamu Butuhkan!

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, UMKM, dan pelaku usaha pangan, program MBG berpotensi menjadi salah satu kebijakan strategis yang berkelanjutan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi nasional.

Dapur MBG Kebijakan Pemerintah Perekonomian Daerah Program Makan Bergizi Rina Sa'adah UMKM
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJelang Pelantikan Pramono-Rano, Dasco Minta Tak Bahas Kekalahan KIM
Next Article Kemenag Pangkas Kunjungan ke Luar Negeri, Fokus pada Urusan Haji

Informasi lainnya

Program MBG Dipangkas Jadi Lima Hari Sekolah

3 April 2026

WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut

31 Maret 2026

Waspada Belanja Online Bodong

19 Januari 2026

Siap Panen Cuan Ramadan, Politri Gembleng UMKM Cisayong Lewat Live Commerce

25 Desember 2025

UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan

6 Desember 2025

Rakyat Terluka

2 September 2025
Paling Sering Dibaca

Langkah Skuad Muda yang Tertatih

Opini Assyifa

Kabut Dalang, Gagalnya Aparat

Editorial Udex Mundzir

Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan

Opini Udex Mundzir

Tips Mengatur Waktu agar Gak Overwhelmed Tiap Hari

Daily Tips Alfi Salamah

Jamnas Bukan Ajang Si Punya Uang

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi