Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 15 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Program MBG Dipangkas Jadi Lima Hari Sekolah

Kebijakan baru pemerintah memangkas distribusi makan gratis demi efisiensi anggaran dan peningkatan efektivitas pelaksanaan program nasional.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati3 April 2026 Nasional
Program MBG Dipangkas Jadi Lima Hari Sekolah
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Kepala BGN Dadan Hindayana usai rapat koordinasi terbatas (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ibarat mesin yang disetel ulang agar lebih hemat bahan bakar, pemerintah resmi memangkas durasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah menjadi lima hari dalam sepekan. Kebijakan ini menandai perubahan signifikan dalam strategi distribusi bantuan pangan bagi pelajar di Indonesia.

Keputusan tersebut diumumkan usai rapat koordinasi terbatas di Jakarta pada Kamis (2/4/2026). Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa program MBG kini hanya diberikan pada hari aktif sekolah dan tidak lagi mencakup hari libur.

Sebelumnya, program ini berjalan selama enam hari, termasuk hari non-belajar. Pemerintah menilai pola lama kurang efektif dalam pelaksanaannya, sehingga perlu disesuaikan agar lebih tepat sasaran.

“Dalam rangka perbaikan, efektivitas pelaksanaan, kalau kemarin kan enam hari, hari libur dikasih juga, itu ternyata kurang efektif. Oleh karena itu kita putuskan, MBG itu hari sekolah,” kata Zulkifli Hasan.

Meski demikian, pemerintah tetap memberikan kelonggaran bagi wilayah tertentu. Daerah dengan kategori 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi masih dimungkinkan menerima program hingga enam hari dalam seminggu. Penyesuaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi masyarakat setempat yang lebih mendesak.

Baca Juga:
  • Momen Bersejarah! Arab Saudi Ikuti Ajang Miss Universe 2024
  • Prabowo Gelisah, Banyak Anak Belum Terima Makan Bergizi Gratis
  • Skripsi Jokowi Dipertanyakan Alumni, UGM Dinilai Tidak Transparan
  • Menggelora! Latihan Kepemimpinan Seru oleh Kwartir Tasikmalaya

“Tetapi yang 3T dan yang tinggi sekali stuntingnya, tentu ada penanganan khusus. Selain 5 hari sekolah, kalau diperlukan bisa saja ditambah lagi 1 hari,” ujarnya.

Selain itu, skema penyaluran juga akan disesuaikan untuk sekolah berbasis asrama atau pondok pesantren. Dalam konteks tersebut, distribusi MBG bisa berlangsung lima atau enam hari tergantung kebijakan masing-masing lembaga pendidikan.

Di sisi anggaran, kebijakan ini membawa dampak signifikan. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa pemangkasan durasi program berpotensi menghemat sekitar Rp20 triliun dalam setahun. Perhitungan tersebut didasarkan pada pelaksanaan program yang sudah berjalan sejak awal tahun dan disesuaikan mulai April 2026.

“Ya kita prediksi kurang lebih Rp20 triliun per tahun, dihitung dari April. Kan yang 3 bulan sudah jalan,” tutur Dadan.

Artikel Terkait:
  • Wamensesneg Ungkap Alasan HUT ke-80 Indonesia Tak Digelar di IKN
  • Kurikulum Cinta, Upaya Mencegah Generasi Muda dari Kebencian
  • Mensesneg Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Program Pendidikan
  • Polri Ungkap Alasan Kembali Menerapkan Tilang Manual

Penghematan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga efisiensi belanja negara, mengingat total anggaran MBG dalam APBN 2026 mencapai Rp268 triliun. Dengan penyesuaian ini, pemerintah berharap program tetap berjalan optimal tanpa membebani fiskal secara berlebihan.

Kebijakan baru ini sekaligus menunjukkan pendekatan adaptif pemerintah dalam menjalankan program sosial berskala besar. Fokus tidak hanya pada distribusi, tetapi juga efektivitas, efisiensi, serta ketepatan sasaran penerima manfaat.

Pada akhirnya, perubahan skema MBG diharapkan tetap mampu menjaga tujuan utama program, yakni meningkatkan asupan gizi anak sekolah, sembari memastikan penggunaan anggaran negara lebih terkendali dan tepat guna.

Jangan Lewatkan:
  • Dikenalkan Jokowi saat KTT ASEAN 2023, Ini Sejarah Kapal Pinisi
  • Indonesia Borong Juara MTQ Internasional 2025 di Jakarta
  • Presiden Resmikan Pembangunan Bandar Udara IKN, Jamin Lahan Tersedia
  • Menaker Kutuk Pelecehan Seksual di Tempat Kerja

APBN 2026 Gizi Anak Kebijakan Pemerintah MBG Pangan Nasional
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAir Bersih Bitung Tercemar Usai Gempa M7,6
Next Article Indonesia Jadi Acuan Global South Batasi Medsos Anak

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Kreasi Lezat dari Tape Bandung yang Bikin Nagih

Food Ericka

Mengapa Orang Kaya Rajin Berdonasi?

Bisnis Udex Mundzir

Musim Haji Penjualan Sarung Tenun Goyor di Jombang Meningkat

Islami Alfi Salamah

Tantangan Representasi atau Simbolisme?

Editorial Alfi Salamah

Ketika Dilempari Batu, Bangunlah Istana: Pelajaran Bijak Menghadapi Kritik

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi