Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 17 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Gratis Ongkir Dibatasi, Saatnya Bisnis Logistik Lebih Sehat

Keseimbangan antara promosi dan keberlanjutan adalah kunci pertumbuhan industri masa depan.
ErickaEricka19 Mei 2025 Bisnis
Regulasi gratis ongkir jasa kurir 2025
Ilustrasi gratis ongkir jasa kurir 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Langkah berani pemerintah dalam membatasi program gratis ongkir melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Permen Komdigi) Nomor 8 Tahun 2025 membuka babak baru dalam ekosistem logistik nasional. Selama bertahun-tahun, promosi potongan biaya pengiriman menjadi strategi pamungkas e-commerce dan jasa kurir untuk menarik konsumen. Namun kini, waktunya mendorong praktik bisnis yang lebih adil dan berkelanjutan.

Batasan Baru, Peluang Baru

Dalam konferensi pers pada Jumat (16/5/2025), pemerintah mengumumkan bahwa program gratis ongkir hanya diperbolehkan maksimal tiga hari dalam sebulan. Bukan dihapus, melainkan dibatasi agar tidak merusak struktur biaya layanan logistik.

Kebijakan ini menyasar potongan harga yang membuat tarif di bawah biaya pokok. Sementara diskon yang masih di atas biaya dasar tetap diperbolehkan sepanjang tahun. Artinya, regulasi ini tidak mematikan inovasi, tapi menata ulang arah pertumbuhan industri.

Dengan lebih dari 6 juta tenaga kerja yang menggantungkan hidup di sektor logistik, pembatasan ini diharapkan dapat memperkuat daya tahan pelaku usaha kecil, menengah, hingga pengantar barang di lapangan.

Jaga Persaingan Sehat, Dukung Ekosistem Logistik

Tingginya kompetisi dalam dunia logistik selama ini memicu perang harga antar pelaku usaha. Banyak yang akhirnya mengorbankan margin keuntungan bahkan kualitas layanan.

Pertumbuhan industri logistik sendiri cukup pesat, dengan capaian 9,01 persen (year-on-year) pada triwulan I 2025 menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, pertumbuhan ini tak boleh hanya menguntungkan segelintir perusahaan besar.

Baca Juga:
  • XL dan Smartfren Merger: Strategi Besar Telekomunikasi
  • Karyawan Bergaji hingga Rp10 Juta Bebas Pajak
  • Membedah Tren Pembelian Barang Palsu di Dunia Fashion
  • Kiat SDM Kawakan: Kuasai Ilmu Keberlanjutan

Permen Komdigi 2025 hadir dengan lima pilar pembaruan:

  1. Perluasan layanan ke wilayah terpencil.
  2. Peningkatan mutu layanan dan kecepatan pengiriman.
  3. Penguatan ekosistem kolaboratif antar pelaku usaha.
  4. Menjaga iklim usaha yang sehat dan setara.
  5. Mendorong adopsi teknologi logistik ramah lingkungan.

Kebijakan ini menargetkan kolaborasi logistik menjangkau minimal 50 persen provinsi dalam waktu 1,5 tahun, sekaligus mendorong adopsi sistem monitoring transparan.

Perspektif Konsumen dan UMKM

Konsumen tentu menyukai layanan gratis ongkir. Namun dari sisi pelaku usaha, khususnya UMKM dan kurir independen, potongan besar-besaran justru sering kali menjadi beban.

Dengan pembatasan ini, konsumen tetap mendapat potongan pada waktu-waktu tertentu, tapi juga didorong untuk lebih menghargai nilai dari layanan pengiriman. UMKM pun berkesempatan bersaing secara adil, tanpa harus mengobral harga di luar batas kemampuan.

Selain itu, regulasi ini mempertegas bahwa logistik bukan sekadar aktivitas antar barang, melainkan bagian penting dari sistem ekonomi yang menyambung antara produsen, konsumen, dan peluang kerja.

Saatnya Transformasi Logistik Nasional

Melalui aturan baru ini, Indonesia menunjukkan komitmen dalam membangun industri logistik modern. Tidak sekadar cepat, tapi juga adil dan tangguh.

Artikel Terkait:
  • Pedagang Kelontong Dukung Stiker Larangan Jual Rokok ke Anak
  • THR 2025 Cair Lebih Cepat, Siapkan Rencana Anda!
  • ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital
  • Federal Oil Gelar Acara Pasca Peluncuran Gresini Racing MotoGP

Kebijakan ini mendorong pelaku jasa pengiriman untuk berinovasi dalam efisiensi operasional, memperkuat kolaborasi antarpelaku, serta memanfaatkan teknologi untuk layanan yang lebih hijau dan transparan.

Transformasi digital dan integrasi layanan akan menjadi fokus berikutnya. Platform logistik cerdas, armada berbasis energi terbarukan, serta pengelolaan data yang akurat akan memainkan peran penting dalam meningkatkan daya saing sektor ini di pasar global.

Ekosistem yang Adil untuk Semua

Keseimbangan antara kebutuhan konsumen, keberlangsungan usaha, dan keadilan antar pelaku adalah fondasi ekonomi digital yang sehat.

Pembatasan gratis ongkir menjadi contoh bahwa insentif harus diselaraskan dengan keberlanjutan. Regulasi ini tidak anti-inovasi, tapi pro-keberlanjutan.

Kini saatnya semua pihak, dari platform e-commerce, perusahaan logistik, pelaku UMKM, hingga konsumen, menyesuaikan diri dengan pola baru.

Jangan Lewatkan:
  • BRImo: Solusi Keuangan untuk Kuliah di Luar Negeri
  • Rina Sa’adah: Dapur MBG Harus Libatkan UMKM Lokal
  • Kopi Tuku Branding MRT Cipete
  • Hukum Jual Beli Emas Digital dalam Islam

Karena dalam dunia bisnis modern, bukan hanya siapa yang cepat yang menang, tapi siapa yang tangguh dan berkelanjutan yang bertahan.

Gratis Ongkir 2025 Komdigi Layanan Pos Persaingan Sehat Regulasi Logistik Transformasi Logistik Nasional
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLindungi Uangmu, Cerdas Finansial dengan PeKA
Next Article Tren Paylater Melonjak, Saatnya Melek Finansial

Informasi lainnya

Waspada Belanja Online Bodong

19 Januari 2026

Kenapa Skill Jualan Jadi Kunci Hidup Mandiri

29 Agustus 2025

Mengapa Orang Kaya Rajin Berdonasi?

25 Juni 2025

SiCepat dan Pos Indonesia Sambut Aturan Pembatasan Diskon Kurir

23 Mei 2025

Tren Paylater Melonjak, Saatnya Melek Finansial

19 Mei 2025

Saatnya Gen Z Pimpin Ekonomi Kreatif Digital

3 Mei 2025
Paling Sering Dibaca

Ladang Ganja di Bromo: Polisi Tidak Tahu atau Tutup Mata?

Editorial Udex Mundzir

Menjaga Amanah

Islami Syamril Al-Bugisyi

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Perspektif Udex Mundzir

Menikmati Senja dari Shibuya Sky Tokyo

Travel Alfi Salamah

Cara Efektif Menyusun To-Do List agar Tidak Sekadar Jadi Hiasan Meja

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Nama Jokowi Masih Tersemat di Situs OCCRP Meski Sempat Hilang

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi