Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 17 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pedagang Kelontong Dukung Stiker Larangan Jual Rokok ke Anak

Edukasi lebih baik daripada pembatasan yang menekan usaha kecil.
SilvaSilva2 Februari 2025 Bisnis
Siswa SMP N 104 Jakarta memasang banner di salah satu warung di kawasan Mampang Prapatan
Siswa SMP N 104 Jakarta memasang banner di salah satu warung di kawasan Mampang Prapatan (.gms)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Asosiasi pedagang kelontong di Indonesia menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung upaya edukasi dalam membatasi konsumsi rokok pada anak muda. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah pemasangan stiker larangan penjualan rokok kepada individu di bawah usia 21 tahun.

Upaya ini dipilih sebagai alternatif dibandingkan dorongan penyusunan aturan turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024, yang mencakup wacana penyeragaman kemasan rokok tanpa identitas merek. Pedagang menilai bahwa stiker larangan lebih efektif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat luas, terutama untuk menekan angka perokok pemula.

Ketua Umum Perkumpulan Pedagang Kelontong Seluruh Indonesia (Perpeksi), Junaedi, menegaskan bahwa pendekatan edukasi lebih bijak dibandingkan kebijakan pembatasan ketat yang dapat merugikan usaha kecil.

“Saya setuju bahwa anak di bawah 21 tahun tidak boleh merokok. Namun, untuk mereka yang sudah dewasa, itu adalah hak mereka untuk memilih,” kata Junaedi.

Baca Juga:
  • Fitur Baru BRImo Mudahkan Transfer Uang ke Luar Negeri
  • Ubah Lontar Jadi Pemanis Sehat: Inovasi Hebat Mahasiswa UPER!
  • Bank Digital Ubah Cara Kita Mengelola Uang
  • Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 15 Persen pada 2024

Ia juga mengkritik aturan larangan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari sekolah dan tempat bermain anak, yang dinilai tidak mempertimbangkan kondisi para pedagang yang sudah lama berjualan di wilayah tersebut. Banyak warung kelontong yang menggantungkan 60% pendapatan mereka dari penjualan rokok, sehingga kebijakan ini dapat berdampak serius pada ekonomi masyarakat kecil.

Menurutnya, kebijakan seperti ini menunjukkan standar ganda dalam industri hasil tembakau (IHT). Di satu sisi, cukai rokok terus menjadi sumber pendapatan besar bagi negara, tetapi di sisi lain, industri ini terus mendapat tekanan dengan berbagai regulasi yang membatasi penjualan dan distribusinya.

Junaedi menilai bahwa pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes), harus lebih banyak melakukan dialog dengan para pelaku industri dan pedagang kecil sebelum mengeluarkan regulasi baru. Hal ini penting agar kebijakan yang dihasilkan lebih seimbang dan tidak merugikan salah satu pihak.

Artikel Terkait:
  • Dropbox PHK 528 Karyawan, Alihkan Fokus pada Investasi AI
  • Tren Paylater Melonjak, Saatnya Melek Finansial
  • BRImo: Solusi Keuangan untuk Kuliah di Luar Negeri
  • Gratis Ongkir Dibatasi, Saatnya Bisnis Logistik Lebih Sehat

Pihaknya juga telah menyampaikan aspirasi ini dalam forum “Diskusi Serap Aspirasi Mata Rantai Industri Hasil Tembakau” yang digelar bersama Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya. Namun, hingga saat ini, ia masih skeptis bahwa Kemenkes akan benar-benar mempertimbangkan masukan dari para pedagang dan pelaku usaha kecil.

“Jika Kemenkes tetap memaksakan aturan ini tanpa dialog yang adil, kami siap turun ke jalan untuk menyuarakan keberatan,” tegasnya.

Dukungan terhadap pemasangan stiker larangan penjualan rokok ke anak di bawah 21 tahun menunjukkan bahwa pedagang tidak menentang upaya pengendalian tembakau. Namun, mereka berharap bahwa kebijakan yang diambil tetap berpihak pada keadilan bagi usaha kecil yang selama ini menjadi bagian dari mata rantai industri tersebut.

Jangan Lewatkan:
  • Mengenal IHSG: Indeks Utama Pasar Saham Indonesia
  • Kamu Menjadi Korban Penipuan Online? Begini Cara Melapornya
  • Mengapa Orang Kaya Rajin Berdonasi?
  • Saatnya Gen Z Pimpin Ekonomi Kreatif Digital
Edukasi Merokok Muda Industri Rokok Kebijakan Kemenkes Pedagang Kelontong Regulasi Tembakau
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBMKG Peringatkan Hujan Ekstrem di Jawa Barat hingga 7 Februari
Next Article 8 Manfaat Berhenti Konsumsi Gula bagi Kesehatan

Informasi lainnya

Waspada Belanja Online Bodong

19 Januari 2026

Kenapa Skill Jualan Jadi Kunci Hidup Mandiri

29 Agustus 2025

Mengapa Orang Kaya Rajin Berdonasi?

25 Juni 2025

Tren Paylater Melonjak, Saatnya Melek Finansial

19 Mei 2025

Gratis Ongkir Dibatasi, Saatnya Bisnis Logistik Lebih Sehat

19 Mei 2025

Saatnya Gen Z Pimpin Ekonomi Kreatif Digital

3 Mei 2025
Paling Sering Dibaca

6 Amalan Sunnah Malam Idulfitri

Islami Ericka

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

Perspektif Udex Mundzir

Angin Segar bagi Narapidana

Editorial Udex Mundzir

Bukan Vasektomi Solusinya

Editorial Udex Mundzir

Menjaga Lisan

Islami Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Nama Jokowi Masih Tersemat di Situs OCCRP Meski Sempat Hilang

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi