Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Celios Minta BPS Gunakan Metode Baru Ukur Kemiskinan

Pendekatan berbasis disposable income dinilai lebih representatif dan adil.
ErickaEricka30 Mei 2025 Ekonomi
Badan Pusat Statistik (BPS)
Badan Pusat Statistik (BPS) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Lembaga riset Center of Economic and Law Studies (Celios) mengkritik pendekatan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam menghitung angka kemiskinan yang dinilai tidak sesuai dengan realitas kesejahteraan masyarakat saat ini. Celios mendorong agar Indonesia mengadopsi metode pengukuran baru berbasis disposable income atau pendapatan bersih setelah kebutuhan dasar terpenuhi.

Direktur Kebijakan Publik Celios, Media Wahyudi Askar, menyatakan bahwa metode yang digunakan BPS—berdasarkan garis kemiskinan makanan dan non-makanan—telah usang dan gagal menangkap kompleksitas kemiskinan modern.

“Pendekatan ini cocok untuk era 1970-an, tapi kini sudah tidak relevan. Kita perlu indikator yang mempertimbangkan faktor geografis, beban generasi sandwich, hingga kebutuhan dasar non-makanan,” ujar Media dalam diskusi publik, Rabu (28/5/2025).

Ia menyarankan agar metode yang digunakan mengacu pada praktik internasional seperti di Uni Eropa, yang menilai kesejahteraan masyarakat secara multidimensi, termasuk aspek pendidikan, kesehatan, dan keseimbangan kehidupan.

Baca Juga:
  • Airlangga dan Luhut Berbeda Sikap Soal Kenaikan PPN 12%
  • 44 Emiten Terancam Delisting, Termasuk Bakrie Telecom & Waskita
  • Prabowo: Investasi Besar Siap Masuk Indonesia Tahun Ini
  • World Bank Beri Solusi untuk Capai Kemakmuran Ekonomi di Indonesia

Celios juga menekankan bahwa data kemiskinan harus berfungsi sebagai alat evaluasi kebijakan sosial, bukan sekadar alat statistik atau kepentingan politik.

“Data kemiskinan seharusnya digunakan untuk menilai dampak kebijakan fiskal dan sosial, seperti subsidi pangan, PKH, hingga MBG. Jika tidak efektif, maka program tersebut perlu dievaluasi,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Celios mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur pendekatan baru dalam pengukuran kemiskinan, sekaligus menyelaraskan indikator antarinstansi dan memperkuat integrasi data.

Peneliti Celios, Bara, menambahkan bahwa bukan hanya data kemiskinan yang perlu diperbarui, tapi juga angka pengangguran. Ia menyoroti bahwa data resmi belum mencerminkan realitas pekerja informal, terutama mereka yang tergabung dalam gig economy seperti ojek online.

Artikel Terkait:
  • Ramal Akan ada Bencana Global Gegara AS
  • Terungkap, Pemilik Modal di Balik Hibisc Fantasy Puncak
  • Indonesia Diminta Tegas Pertahankan QRIS dari Tekanan Asing
  • PNM Salurkan Dana Bantuan Rp22,811 Miliar kepada 8.896 Pemilik UMKM di Penajam

“Banyak pekerja dengan jam kerja tinggi tapi penghasilan di bawah UMR. Ini tidak tercermin dalam data resmi,” ujar Bara.

Ia mencatat bahwa proporsi pekerja yang menerima upah di bawah UMR meningkat dari 63% pada 2021 menjadi 84% pada 2024. Pekerja ojek online bahkan tercatat bekerja rata-rata 54,5 jam per minggu, jauh di atas rata-rata nasional.

Perbedaan data kemiskinan antara BPS dan Bank Dunia juga menjadi sorotan. Jika menurut BPS angka kemiskinan hanya 8,57% atau 24 juta orang, Bank Dunia menyebutkan hingga 60% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan global dengan standar US$ 6,85 per hari.

Jangan Lewatkan:
  • Menkeu Purbaya Pertimbangkan Pemangkasan PPN Tahun 2026
  • Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Kompak Naik, Begini Rinciannya
  • Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali
  • Belajar dari UEA, Prabowo Ingin Besarkan INA
BPS Celios Disposable Income Gig Economy Kemiskinan Indonesia Pengangguran
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKericuhan Job Fair Bekasi, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem Bursa Kerja
Next Article Komdigi Ancam Blokir 36 PSE Global, Termasuk Nike dan Google

Informasi lainnya

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

28 Oktober 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

27 Oktober 2026

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

27 Oktober 2026

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026
Paling Sering Dibaca

Mochtar Kusumaatmadja, Arsitek Laut Nusantara

Profil Alfi Salamah

Hukum Promosi ‘Beli Tiga Dapat Empat’ dalam Islam

Islami Assyifa

Keindahan Negeri Dua Benua, Inilah 10 Tempat yang Harus Dikujungi di Turki

Travel Alfi Salamah

Pendidikan Tersedot Program MBG

Editorial Udex Mundzir

Narasi Dizalimi, Strategi Politik

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi