Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 26 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan

Udex MundzirUdex Mundzir1 Desember 2024 Editorial 791 Views
Kenaikan UMP 2025 sebesar 6,5%
Presiden Prabowo mengumumkan UMP 2025 (.ant)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 sebesar 6,5% memicu perdebatan sengit antara buruh dan pengusaha. Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kebijakan ini untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, terutama mereka yang baru memasuki dunia kerja. Namun, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyoroti potensi dampaknya terhadap keberlanjutan usaha di tengah tantangan ekonomi global.

Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kenaikan UMP telah melalui proses diskusi panjang. Diskusi itu juga telah menghimpun masukan dari serikat buruh. Awalnya, Menteri Ketenagakerjaan merekomendasikan kenaikan sebesar 6%, tetapi presiden memutuskan menambah 0,5% untuk memperkuat daya beli pekerja. Meski begitu, dunia usaha merespons dengan skeptis, mempertanyakan dasar perhitungan kenaikan tersebut.

Ketua Umum APINDO, Shinta Widjaja Kamdani, menyatakan bahwa kenaikan UMP ini akan berdampak signifikan pada struktur biaya operasional, khususnya di sektor padat karya. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menghambat pertumbuhan lapangan kerja baru.

APINDO juga menilai bahwa masukan dari dunia usaha kurang terabaikan dalam pengambilan keputusan. Padahal, pengusaha sebagai pelaku utama ekonomi memiliki perspektif penting yang seharusnya menjadi pertimbangan pemerintah. Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, bahkan menyebutkan bahwa keputusan kenaikan upah lebih sering bersifat politis ketimbang berbasis pada analisis ekonomi yang komprehensif.

Baca Juga:
  • Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’
  • Jangan Goyang Pemerintah Sah
  • Di Atas Hukum, Di Luar Akal Sehat
  • Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?

Di sisi lain, buruh menyambut positif keputusan ini. Yang diharapkan, kenaikan UMP dapat membantu pekerja memenuhi kebutuhan hidup layak. Pemerintah juga berharap kebijakan ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, kebijakan ini tidak terlepas dari risiko. Kenaikan upah tanpa diimbangi produktivitas yang memadai dapat menjadi beban tambahan bagi perusahaan. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak pada stagnasi ekspansi usaha, pengurangan tenaga kerja, hingga relokasi investasi ke negara lain dengan biaya tenaga kerja yang lebih kompetitif.

Pemerintah perlu segera memberikan penjelasan rinci mengenai metodologi perhitungan kenaikan UMP ini. Transparansi sangat penting untuk meredam ketidakpastian di kalangan pengusaha. Selain itu, perlu ada kebijakan pendukung, seperti insentif pajak bagi sektor padat karya atau program pelatihan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja.

Artikel Terkait:
  • Bahlil Memang Tidak Punya Urat Malu
  • Bukan Sekadar Angka Kemiskinan
  • Rupiah Terjun Bebas, Ekonomi ke Mana?
  • Orde Baru Jauh Lebih Baik

Keseimbangan antara kesejahteraan buruh dan keberlanjutan usaha harus menjadi prioritas utama. Langkah kolaboratif antara pemerintah, buruh, dan pengusaha adalah kunci agar kebijakan ini dapat berjalan tanpa menimbulkan gejolak besar.

Dengan komunikasi yang baik kebijakan dapat berimbang. Kenaikan UMP 2025 dapat menjadi peluang untuk memperkuat perekonomian nasional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi seluruh pihak terkait.

Jangan Lewatkan:
  • Di Balik Pagar yang Menyandera Laut
  • Jokowi Ingin Pegang Partai Anak?
  • Menguji Gelar Pahlawan Soeharto
  • Revisi Dam: Ibadah atau Administrasi?
Dampak kenaikan UMP Ekonomi Indonesia Kenaikan UMP 2025 Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePrabowo Rencanakan Kampung Haji di Makkah
Next Article Rp10 Ribu, Antara Anggaran dan Harapan

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

6 Amalan Sunnah Malam Idulfitri

Islami Ericka

Satria-1 Satelit Indonesia Sukses Terbang dari Landasan SpaceX

Techno Alfi Salamah

Kabut Dalang, Gagalnya Aparat

Editorial Udex Mundzir

Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’

Editorial Udex Mundzir

Wibawa Prabowo Dipertanyakan, Siapa Pemimpin Sebenarnya?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi