Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar

Fenomena kemunculan Rafflesia hasseltii di kawasan utara Kalimantan menantang anggapan bahwa bunga raksasa ini hanya bisa ditemui setelah pencarian bertahun-tahun.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati24 November 2025 Lingkungan
Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar
Rafflesia Hasselti (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Nunukan – Di tengah kisah dramatis para peneliti yang kerap menanti hingga belasan tahun untuk menyaksikan mahkota raksasa Rafflesia hasseltii, lanskap Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) justru menghadirkan ironi yang menggembirakan. Seolah menepis label “mustahil ditemukan”, bunga langka ini kerap bermekaran tanpa drama panjang, menjadikan Krayan sebagai salah satu kawasan dengan temuan Rafflesia paling mudah dijumpai di Indonesia.

Fenomena ini berkebalikan dengan cerita viral seorang peneliti di Sumatera yang menangis haru setelah 13 tahun menanti mekarnya Rafflesia hasseltii. Namun di pedalaman Krayan Barat, masyarakat justru terbiasa menyaksikan kelopak besar itu tumbuh di sepanjang jalur hutan, bahkan tak jauh dari permukiman. Keberadaan Rafflesia pricei kerabat dekat hasseltii yang lebih sering mekar semakin memperkuat gambaran bahwa ekosistem TNKM masih sangat sehat.

Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, mengungkap bahwa monitoring rutin menunjukkan kecenderungan mekarnya bunga Rafflesia pada sekitar bulan Agustus, meski pola pasti belum dapat ditentukan. Ia menegaskan pentingnya pemantauan jangka panjang untuk memetakan dinamika kemunculannya.

“Berdasarkan hasil data monitoring Rafflesia pricei paling sering berbunga pada bulan Agustus. Namun masih perlu monitoring berkala untuk memastikan seberapa sering Rafflesia pricei mekar,” ujar Seno, Senin (24/11/2025).

Baca Juga:
  • Larangan Baru di Bandara Terkenal Eropa Menjadi Sorotan!
  • Pj Gubernur DKI dan Dishub Bahas Jam Kerja 2 Sesi untuk Redakan Kemacetan
  • Ekoenzim Lawan Limbah Binatu
  • Ancaman Karhutla Masih Tinggi, BMKG Minta Satgas Siaga hingga Agustus

Di Desa Pa’ Kidang, Krayan Barat, jalur wisata menuju Buduk Udan menjadi contoh unik bagaimana habitat Rafflesia dapat berdekatan dengan jalur warga. Pada rute turun dari puncak, wisatawan kerap menemukan beberapa kuntum mekar bersamaan, sesuatu yang sangat jarang terjadi di wilayah lain. Meski dekat dengan desa, seluruh lokasi tetap berada dalam zona TNKM sehingga pengelolaannya dilakukan secara ketat.

Masyarakat menjadi elemen penting dalam upaya konservasi tersebut. TNKM telah membentuk Kelompok Wisata Pa’ Kidang Makmur, lengkap dengan pelatihan pemandu, pembangunan shelter, hingga penyediaan papan interpretasi flora. Model pengelolaan ini memungkinkan warga memantau potensi mekarnya Rafflesia sekaligus mengembangkan ekowisata berbasis komunitas.

“Kami berharap destinasi wisata Buduk Udan dapat berkembang dan dilestarikan sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat. Kami juga mengharapkan dukungan mitra dan pemerintah daerah,” sambung Seno.

Transformasi pemahaman masyarakat Dayak Krayan terhadap bunga langka ini juga menjadi cerita tersendiri. Kepala SPTN Wilayah I TNKM, Hery Gunawan, menyebut bahwa dahulu Rafflesia tidak memiliki nilai konservasi di mata masyarakat.

Artikel Terkait:
  • Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan
  • Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025
  • Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025

“Menurut cerita masyarakat, sebelum mengetahui bahwa Rafflesia merupakan tumbuhan langka dan dilindungi, masyarakat memanfaatkan bunga Rafflesia untuk pakan anjing ketika di dalam hutan,” tutur Hery.

Kini, pandangan itu berubah total. Warga menjadi penjaga utama habitat melalui Tim Monitoring Rafflesia serta pengembangan ekowisata desa. Gambar dan replika bunga raksasa ini bahkan mulai digunakan dalam tarian Dayak Lundayeh, menandai integrasi antara konservasi dan identitas budaya.

Keberadaan Rafflesia hasseltii dan pricei yang relatif sering ditemukan memberikan sinyal kuat bahwa fungsi ekologis TNKM masih bekerja optimal. Di tengah tekanan deforestasi Kalimantan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan mitra konservasi mampu menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati Borneo.

Di tempat lain, kehadiran Rafflesia memicu tangis haru karena kelangkaannya. Namun di Kayan Mentarang, mekarnya bunga ini justru menjadi pengingat bahwa ketika hutan dijaga, keajaiban akan dengan sendirinya menampakkan wajahnya.

Jangan Lewatkan:
  • KLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
  • Gubernur DKI Tuntut Pembatalan Izin Usaha Pemilik Truk Tinja, Didenda Rp 5 Juta
  • BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga
  • Udin Kecam Perusahan hanya Keruk Batubara, Salurkan Bantuan ke Luar Kaltim
Ekowisata Krayan Flora Langka Konservasi Kalimantan Rafflesia Hasseltii TN Kayan Mentarang
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari
Next Article Habib Jafar: Poligami Seperti Pintu Darurat, Jangan Asal Buka

Informasi lainnya

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026

Ekoenzim Lawan Limbah Binatu

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menemukan Jati Diri di Tengah Krisis Moral

Islami Alfi Salamah

Dropbox PHK 528 Karyawan, Alihkan Fokus pada Investasi AI

Bisnis Silva

Amalan Agar Bisa Berjodoh dengan Orang yang Dicintai

Daily Tips Ericka

Rumah Berantakan, Ternyata Cerminkan Kepribadian

Daily Tips Alfi Salamah

Gelar Akademik dan Integritas Pejabat Publik

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi