Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 26 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar

Fenomena kemunculan Rafflesia hasseltii di kawasan utara Kalimantan menantang anggapan bahwa bunga raksasa ini hanya bisa ditemui setelah pencarian bertahun-tahun.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati24 November 2025 Lingkungan
Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar
Rafflesia Hasselti (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Nunukan – Di tengah kisah dramatis para peneliti yang kerap menanti hingga belasan tahun untuk menyaksikan mahkota raksasa Rafflesia hasseltii, lanskap Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) justru menghadirkan ironi yang menggembirakan. Seolah menepis label “mustahil ditemukan”, bunga langka ini kerap bermekaran tanpa drama panjang, menjadikan Krayan sebagai salah satu kawasan dengan temuan Rafflesia paling mudah dijumpai di Indonesia.

Fenomena ini berkebalikan dengan cerita viral seorang peneliti di Sumatera yang menangis haru setelah 13 tahun menanti mekarnya Rafflesia hasseltii. Namun di pedalaman Krayan Barat, masyarakat justru terbiasa menyaksikan kelopak besar itu tumbuh di sepanjang jalur hutan, bahkan tak jauh dari permukiman. Keberadaan Rafflesia pricei kerabat dekat hasseltii yang lebih sering mekar semakin memperkuat gambaran bahwa ekosistem TNKM masih sangat sehat.

Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, mengungkap bahwa monitoring rutin menunjukkan kecenderungan mekarnya bunga Rafflesia pada sekitar bulan Agustus, meski pola pasti belum dapat ditentukan. Ia menegaskan pentingnya pemantauan jangka panjang untuk memetakan dinamika kemunculannya.

“Berdasarkan hasil data monitoring Rafflesia pricei paling sering berbunga pada bulan Agustus. Namun masih perlu monitoring berkala untuk memastikan seberapa sering Rafflesia pricei mekar,” ujar Seno, Senin (24/11/2025).

Baca Juga:
  • Gempa Poso M 5,8 Picu Tsunami Minor 4 Cm
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat
  • Sampah Jadi Energi, Empat Proyek PSEL Dimulai Juni
  • Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

Di Desa Pa’ Kidang, Krayan Barat, jalur wisata menuju Buduk Udan menjadi contoh unik bagaimana habitat Rafflesia dapat berdekatan dengan jalur warga. Pada rute turun dari puncak, wisatawan kerap menemukan beberapa kuntum mekar bersamaan, sesuatu yang sangat jarang terjadi di wilayah lain. Meski dekat dengan desa, seluruh lokasi tetap berada dalam zona TNKM sehingga pengelolaannya dilakukan secara ketat.

Masyarakat menjadi elemen penting dalam upaya konservasi tersebut. TNKM telah membentuk Kelompok Wisata Pa’ Kidang Makmur, lengkap dengan pelatihan pemandu, pembangunan shelter, hingga penyediaan papan interpretasi flora. Model pengelolaan ini memungkinkan warga memantau potensi mekarnya Rafflesia sekaligus mengembangkan ekowisata berbasis komunitas.

“Kami berharap destinasi wisata Buduk Udan dapat berkembang dan dilestarikan sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat. Kami juga mengharapkan dukungan mitra dan pemerintah daerah,” sambung Seno.

Transformasi pemahaman masyarakat Dayak Krayan terhadap bunga langka ini juga menjadi cerita tersendiri. Kepala SPTN Wilayah I TNKM, Hery Gunawan, menyebut bahwa dahulu Rafflesia tidak memiliki nilai konservasi di mata masyarakat.

Artikel Terkait:
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim
  • 157 Paus Terdampar di Tasmania, Separuh Ditemukan Mati
  • Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis
  • Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

“Menurut cerita masyarakat, sebelum mengetahui bahwa Rafflesia merupakan tumbuhan langka dan dilindungi, masyarakat memanfaatkan bunga Rafflesia untuk pakan anjing ketika di dalam hutan,” tutur Hery.

Kini, pandangan itu berubah total. Warga menjadi penjaga utama habitat melalui Tim Monitoring Rafflesia serta pengembangan ekowisata desa. Gambar dan replika bunga raksasa ini bahkan mulai digunakan dalam tarian Dayak Lundayeh, menandai integrasi antara konservasi dan identitas budaya.

Keberadaan Rafflesia hasseltii dan pricei yang relatif sering ditemukan memberikan sinyal kuat bahwa fungsi ekologis TNKM masih bekerja optimal. Di tengah tekanan deforestasi Kalimantan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan mitra konservasi mampu menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati Borneo.

Di tempat lain, kehadiran Rafflesia memicu tangis haru karena kelangkaannya. Namun di Kayan Mentarang, mekarnya bunga ini justru menjadi pengingat bahwa ketika hutan dijaga, keajaiban akan dengan sendirinya menampakkan wajahnya.

Jangan Lewatkan:
  • Sikat Gigi: Kontributor Tersembunyi Krisis Iklim
  • Banjir 3 Meter di Pancoran, Anak-anak Nekat Bermain Air
  • Greenpeace: Tambang Nikel Gag Ancam Keanekaragaman Hayati
  • Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno
Ekowisata Krayan Flora Langka Konservasi Kalimantan Rafflesia Hasseltii TN Kayan Mentarang
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari
Next Article Habib Jafar: Poligami Seperti Pintu Darurat, Jangan Asal Buka

Informasi lainnya

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Phil Knight dan Nike

Profil Lina Marlina

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Travel Alfi Salamah

Kesehatan Tubuh: Kunci Kesuksesan Jamaah Haji Lansia dan Risti

Islami Alfi Salamah

Adab dan Sunnah Menyambut Ibadah Qurban

Islami Udex Mundzir

Nasaruddin Umar di Puncak Kepuasan Publik

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi