Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

KH Syukron Ma’mun Wafat, Warisan Dakwahnya Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Pencemaran sungai merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan
Richard MundzirRichard Mundzir12 Juli 2026 Lingkungan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sungai seharusnya menjadi sumber kehidupan. Dari aliran sungailah masyarakat memperoleh air untuk kebutuhan rumah tangga, mengairi sawah, menopang ekosistem, hingga menjadi habitat berbagai jenis ikan dan satwa liar. Namun, di banyak daerah di Indonesia, kondisi sungai justru semakin memprihatinkan. Air berubah keruh, dipenuhi sampah, mengeluarkan bau tidak sedap, bahkan kehilangan kehidupan yang dahulu menjadi ciri khasnya.

Lantas, mengapa sungai di Indonesia begitu cepat kotor? Apakah penyebabnya semata-mata karena masyarakat masih membuang sampah sembarangan?

Jawabannya ternyata lebih kompleks. Para ahli lingkungan menjelaskan bahwa pencemaran sungai merupakan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari perubahan tata ruang, limbah domestik, aktivitas industri, hingga lemahnya pengelolaan sampah.

Sungai Menjadi Tempat Bermuaranya Berbagai Limbah

Pada dasarnya, sungai berada di titik terendah dalam suatu daerah aliran sungai (DAS). Air hujan yang turun di pegunungan, permukiman, jalan raya, sawah, hingga kawasan industri akan mengalir menuju sungai.

Artinya, apa pun yang dibuang di daratan berpotensi berakhir di sungai.

Ketika sampah plastik dibuang ke selokan, limbah rumah tangga dialirkan tanpa pengolahan, atau tanah tererosi akibat pembukaan lahan, semuanya akan terbawa aliran air menuju sungai. Karena itulah, kondisi sungai sering kali mencerminkan bagaimana masyarakat memperlakukan lingkungan di sekitarnya.

Limbah Rumah Tangga Menjadi Penyumbang Terbesar

Banyak orang mengira pencemaran sungai lebih banyak berasal dari pabrik. Padahal, di berbagai wilayah Indonesia, limbah domestik justru menjadi penyumbang utama.

Air bekas mencuci pakaian, sabun, deterjen, minyak goreng, sisa makanan, hingga limbah dari kamar mandi umumnya langsung dialirkan ke saluran drainase tanpa melalui proses pengolahan.

Dalam jumlah kecil, dampaknya mungkin tidak terlihat. Namun ketika jutaan rumah tangga melakukan hal yang sama setiap hari, beban pencemaran terhadap sungai menjadi sangat besar.

Kandungan fosfat dari deterjen, misalnya, dapat memicu ledakan pertumbuhan alga yang mengurangi kadar oksigen di dalam air. Kondisi ini membuat ikan dan organisme air lainnya sulit bertahan hidup.

Baca Juga:
  • Sikat Gigi: Kontributor Tersembunyi Krisis Iklim
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim
  • Inovasi Panel Surya Ramah Lingkungan Putra Bojonegoro
  • Empat Wisata di Puncak Bogor Disegel, Dedi Mulyadi: Penyebab Banjir dari Sini

Sampah Plastik Masih Menjadi Masalah Besar

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat konsumsi plastik yang tinggi. Sayangnya, tidak semua sampah berhasil dikelola dengan baik.

Saat hujan turun, kantong plastik, botol minuman, kemasan makanan, hingga styrofoam yang berserakan di jalan atau selokan akan hanyut menuju sungai.

Sampah tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menyumbat aliran air, memperbesar risiko banjir, dan perlahan terurai menjadi mikroplastik yang mencemari lingkungan.

Ironisnya, mikroplastik tersebut kemudian dapat kembali kepada manusia melalui air, ikan, dan makanan yang dikonsumsi.

Berkurangnya Ruang Hijau Mempercepat Pencemaran

Pembangunan kota yang pesat mengubah banyak lahan hijau menjadi kawasan permukiman dan area komersial.

Akibatnya, air hujan tidak lagi mudah meresap ke dalam tanah. Sebaliknya, air langsung mengalir di atas permukaan beton sambil membawa tanah, pasir, oli kendaraan, logam berat, dan berbagai jenis polutan menuju sungai.

Fenomena ini dikenal sebagai runoff, yaitu limpasan air permukaan yang menjadi salah satu penyebab utama penurunan kualitas air di kawasan perkotaan.

Aktivitas Industri Turut Memberikan Tekanan

Di sejumlah daerah, pencemaran sungai juga berasal dari limbah industri yang tidak diolah secara optimal sebelum dibuang ke lingkungan.

Jenis limbahnya beragam, mulai dari zat pewarna tekstil, logam berat, bahan kimia, hingga limbah organik.

Meski pemerintah telah mewajibkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), pelanggaran masih ditemukan di beberapa wilayah sehingga kualitas air sungai terus menurun.

Artikel Terkait:
  • Indonesia Dinilai Kurang Serius Atasi Polusi Plastik
  • BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga
  • KLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
  • Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

Sungai Kehilangan Kemampuan Membersihkan Diri

Secara alami, sungai sebenarnya memiliki kemampuan melakukan pemurnian (self purification). Mikroorganisme akan menguraikan bahan organik sehingga kualitas air dapat pulih.

Namun kemampuan tersebut memiliki batas.

Ketika jumlah limbah yang masuk jauh lebih besar daripada kemampuan alam untuk menguraikannya, sungai kehilangan fungsi pemulihan alaminya. Air menjadi keruh, berbau, kadar oksigen menurun, dan kehidupan akuatik mulai terganggu.

Mengapa Kondisi Ini Perlu Diwaspadai?

Sungai yang tercemar bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat.

Air sungai yang kotor dapat menjadi media penyebaran bakteri, virus, dan parasit penyebab penyakit. Selain itu, pencemaran logam berat maupun mikroplastik berpotensi masuk ke rantai makanan melalui ikan dan hasil perikanan lainnya.

Kerusakan sungai juga berdampak pada sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga meningkatkan biaya pengolahan air bersih yang harus ditanggung pemerintah dan masyarakat.

Apa yang Bisa Dilakukan?

Menjaga sungai bukan hanya tugas pemerintah. Perubahan juga dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air;
  • mengurangi penggunaan plastik sekali pakai;
  • menggunakan deterjen secukupnya dan memilih produk yang lebih ramah lingkungan;
  • memilah sampah organik dan anorganik;
  • ikut dalam kegiatan bersih sungai di lingkungan sekitar;
  • serta mendukung penghijauan di daerah aliran sungai.

Di tingkat kebijakan, penguatan sistem pengelolaan limbah domestik, peningkatan fasilitas pengolahan air limbah, penegakan hukum terhadap pelanggaran lingkungan, dan edukasi masyarakat menjadi langkah penting untuk memperbaiki kualitas sungai Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • BMKG: Cuaca ekstrem mengancam sejumlah wilayah Indonesia
  • Koalisi Papua Kecam Intervensi Pejabat Terkait Tambang Raja Ampat
  • Menteri ESDM Hentikan Tambang Nikel di Raja Ampat Milik Antam
  • BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April

Sungai yang Bersih Mencerminkan Peradaban

Banyak kota besar di dunia menjadikan sungai sebagai pusat kehidupan dan ruang publik yang bersih. Hal tersebut menunjukkan bahwa sungai bukan sekadar saluran air, melainkan aset ekologis dan sosial yang harus dijaga bersama.

Di Indonesia, sungai juga memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi yang besar. Banyak peradaban tumbuh di sepanjang aliran sungai, dan hingga kini jutaan masyarakat masih bergantung pada keberadaannya.

Karena itu, menjaga sungai berarti menjaga sumber air, keanekaragaman hayati, serta kualitas hidup generasi mendatang. Sungai yang bersih bukanlah sesuatu yang mustahil, tetapi membutuhkan perubahan perilaku, pengelolaan lingkungan yang lebih baik, dan komitmen bersama dari seluruh lapisan masyarakat.

Konservasi Air Lingkungan Pencemaran Sungai Sampah Plastik Sungai Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBenarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya
Next Article Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Informasi lainnya

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

19 Oktober 2026

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

14 Oktober 2026

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Ketika Langit Kelabu Mengubah Kehidupan

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026
Paling Sering Dibaca

Harta Ilmu di Perpustakaan Masjid Nabawi Menanti Eksplorasi

Islami Alfi Salamah

Bingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang

Travel Alfi Salamah

Rutinitas Kebersihan Rumah yang Bikin Hidup Lebih Nyaman

Daily Tips Ericka

Rahasia Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya

Islami Udex Mundzir

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

Islami Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi