Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 8 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

Ilmuwan mencatat panas di lautan belum menurun dan berpotensi memicu cuaca ekstrem global.
Alfi SalamahAlfi Salamah13 April 2026 Lingkungan
Lingkungan
Suhu laut global belum turun 2026
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Para ilmuwan mengungkapkan kekhawatiran serius terhadap kondisi lautan dunia yang masih menyimpan panas dalam jumlah besar sejak rekor tahun 2025. Data terbaru menunjukkan bahwa suhu panas di dalam laut belum mengalami penurunan signifikan, meski kondisi permukaan sempat sedikit mendingin.

Berdasarkan hasil analisis gabungan dari lebih dari 50 ilmuwan internasional, lautan dunia pada 2025 menyerap sekitar 23 zettajoule energi panas. Jumlah ini setara dengan konsumsi energi global manusia selama puluhan tahun.

Temuan tersebut diperkuat oleh data dari Chinese Academy of Sciences, Copernicus Marine Service, dan NOAA/NCEI yang menunjukkan tren serupa dalam peningkatan suhu laut.

Laut diketahui menyerap lebih dari 90 persen panas akibat efek rumah kaca, sehingga menjadi indikator utama dalam mengukur pemanasan global. Tidak seperti suhu udara yang fluktuatif akibat fenomena El Niño dan La Niña, panas di dalam laut cenderung bertahan dalam jangka waktu panjang.

“Laut menjadi indikator utama perubahan iklim karena kemampuannya menyimpan panas dalam jangka panjang,” ungkap salah satu peneliti dalam laporan tersebut.

Baca Juga:
  • Bima Arya Curhat Kemacetan Bogor pada Heru Budi di Balai Kota DKI
  • BMKG Prediksi Hujan di Jakarta Sepanjang Malam Tahun Baru
  • 157 Paus Terdampar di Tasmania, Separuh Ditemukan Mati
  • BNPB Minta Evaluasi Sistem Peringatan Tsunami Daerah

Meskipun suhu permukaan laut pada 2025 sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya akibat peralihan dari El Niño ke La Niña, jumlah panas yang tersimpan di lapisan laut dalam tetap meningkat. Panas tersebut bahkan tercatat mencapai kedalaman hingga 2.000 meter dari permukaan.

Kondisi ini menyebabkan perubahan signifikan pada pola iklim global. Sekitar 16 persen wilayah laut dunia tercatat mencapai suhu tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Wilayah yang mengalami pemanasan paling cepat meliputi Atlantik tropis dan selatan, Pasifik utara, serta Samudra Selatan.

Peningkatan suhu laut yang tidak merata ini berdampak langsung pada perubahan pola cuaca dan ekosistem laut. Laut yang lebih hangat mempercepat proses penguapan, sehingga meningkatkan kandungan uap air di atmosfer. Akibatnya, curah hujan menjadi lebih tinggi dan memicu terbentuknya badai tropis yang lebih intens.

Sepanjang 2025, kondisi ini dikaitkan dengan berbagai bencana di sejumlah wilayah dunia, termasuk banjir di Asia Tenggara, kekeringan di Timur Tengah, serta banjir di Meksiko dan kawasan Pasifik Barat Laut.

Dampak lain yang tidak kalah penting adalah kenaikan permukaan laut akibat ekspansi termal. Air laut yang lebih hangat akan mengembang, sehingga meningkatkan volume air laut meskipun tanpa tambahan dari pencairan es.

Artikel Terkait:
  • El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
  • Indonesia-Gold Standard Akui Sertifikat Karbon Secara Timbal Balik
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim
  • BNPB Tolak Bantuan Asing, Penanganan Karhutla Dianggap Masih Terkendali

Selain itu, suhu laut yang tinggi juga berkontribusi terhadap meningkatnya intensitas cuaca ekstrem. Laut yang hangat melepaskan panas dan kelembapan ke atmosfer, yang kemudian memperkuat hujan lebat, badai, dan gelombang panas yang berkepanjangan.

Para ilmuwan menegaskan bahwa kondisi ini menjadi peringatan serius bagi dunia. Akumulasi panas di lautan menunjukkan bahwa pemanasan global masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Jika tren ini terus berlanjut, dampaknya tidak hanya dirasakan pada ekosistem laut, tetapi juga pada kehidupan manusia secara luas, termasuk ketahanan pangan, keselamatan wilayah pesisir, hingga stabilitas iklim global.

Jangan Lewatkan:
  • Greenpeace: Tambang Nikel Gag Ancam Keanekaragaman Hayati
  • Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir
  • AS Proyeksikan Kapasitas Pembangkit Listrik Batu Bara Turun Lebih dari Setengah Pada 2050
  • Bendung Katulampa Siaga 3, Banjir Ancam Jakarta di Musim Hujan

Dengan kondisi tersebut, upaya mitigasi perubahan iklim dinilai semakin mendesak untuk dilakukan secara global guna menekan laju pemanasan bumi yang terus meningkat.

Cuaca Ekstrem Lingkungan Global Pemanasan Global Perubahan Iklim Suhu Laut
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJakarta Peringkat Dua Kota Teraman ASEAN 2026
Next Article Jejak Lama Nusantara di Enam Negara Tetangga

Informasi lainnya

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

Cara Memilih Hewan Qurban, Jenis, Usia, dan Kesehatan yang Harus Diperhatikan

Islami Udex Mundzir

Enam Penyakit Hati dalam Islam dan Cara Menyembuhkannya

Islami Alfi Salamah

Refleksi Kemenangan dan Kekalahan dalam Pilkada 2024

Editorial Udex Mundzir

Tips Hindari FOMO Agar Tetap Kalem dan Bahagia

Daily Tips Ericka

AI Menghapus Pekerjaan Manusia?

Refleksi Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa6 Agustus 2026

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Gus Iqdam Mengaku Dipersekusi Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi