Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 8 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

157 Paus Terdampar di Tasmania, Separuh Ditemukan Mati

Tragedi lingkungan terjadi di pantai terpencil Australia, penyelamatan sulit karena lokasi ekstrem.
AssyifaAssyifa19 Februari 2025 Lingkungan
Paus Terdampar di Tasmania Australia 2025
Sebanyak 157 paus terdampar di Pulau Tasmania, Australia (.reuters)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Hobart – Tragedi lingkungan kembali menghantam pesisir barat laut Pulau Tasmania, Australia. Sebanyak 157 paus pembunuh palsu (Pseudorca crassidens) ditemukan terdampar di dekat Sungai Arthur. Lebih dari 60 ekor dilaporkan mati, sementara sisanya berjuang bertahan hidup di tengah kondisi yang memprihatinkan.

Kejadian ini pertama kali diketahui warga setempat pada Rabu (19/2/2025). Paus-paus itu diduga telah terdampar selama 24 hingga 48 jam, membuat proses penyelamatan menjadi semakin sulit. Tim konservasi dan dokter hewan kini berada di lokasi untuk memantau sekitar 90 paus yang masih hidup, termasuk beberapa anak paus.

Brendon Clarke, juru bicara Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Tasmania, menjelaskan sebagaimana dikutip dari BBC bahwa kondisi medan yang sulit membuat operasi penyelamatan menghadapi tantangan besar.

“Tinjauan awal menunjukkan bahwa upaya untuk mengapungkan paus-paus kembali ke laut akan sangat sulit mengingat lokasi terpencil, kondisi laut yang buruk, serta minimnya peralatan khusus di daerah tersebut,” ujar Clarke.

Ia menambahkan bahwa tim penyelamat kini memprioritaskan pemilahan paus yang memiliki peluang hidup terbesar, sambil memastikan hewan-hewan tersebut tetap hidup dan dalam kondisi nyaman selama proses penyelamatan.

Namun, upaya ini bukan tanpa risiko.

Baca Juga:
  • KLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
  • Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam
  • Pertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang
  • BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem di Jawa Barat hingga 7 Februari

“Ombak besar dan kondisi cuaca ekstrem mengancam keselamatan personel. Paus yang sekarat bisa bergerak liar, sehingga berpotensi melukai tim penyelamat,” lanjut Clarke.

Jocelyn Flint, warga sekitar, menjadi saksi pertama yang melihat kejadian memilukan itu.

“Ada paus yang masih bayi bersama keluarganya. Mata mereka terbuka, seolah-olah meminta bantuan. Benar-benar pemandangan yang menyayat hati,” kata Flint kepada ABC News Australia.

Insiden paus terdampar bukanlah hal baru bagi Tasmania. Pada 2020, sekitar 470 paus pilot terdampar di Pelabuhan Macquarie, dengan 350 ekor ditemukan mati. Dua tahun kemudian, 200 paus kembali terdampar di lokasi yang sama.

Ahli mamalia laut menduga perilaku sosial paus menjadi faktor utama fenomena ini. Karena hidup berkelompok dan sangat bergantung pada komunikasi, satu ekor paus yang tersesat bisa menarik seluruh kawanan ke perairan dangkal. Faktor lain seperti perburuan ikan atau navigasi yang terganggu akibat perubahan medan bawah laut juga bisa menyebabkan paus salah arah.

Artikel Terkait:
  • BNPB Tolak Bantuan Asing, Penanganan Karhutla Dianggap Masih Terkendali
  • KLH Segel 200 Hektare Lahan Terbakar di Kubu Raya
  • DPR Desak Pemulihan Tambang Nikel Usai Izin Dicabut
  • Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir

Meskipun tim penyelamat pernah berhasil menyelamatkan sebagian paus dalam kasus sebelumnya, Clarke menegaskan bahwa kondisi di Sungai Arthur kali ini jauh lebih kompleks.

“Di lokasi lain, kami bisa menggunakan perahu atau alat bantu untuk mendorong paus ke laut. Tapi di sini, akses terbatas dan gelombang sangat kuat. Keselamatan tim menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain itu, keberadaan hiu di sekitar perairan juga menjadi ancaman tambahan, baik bagi paus yang sekarat maupun tim penyelamat.

Pihak berwenang telah memperingatkan warga agar menghindari lokasi, terutama karena kebakaran hutan di sekitar area membuat akses semakin sulit.

Jangan Lewatkan:
  • Empat Wisata di Puncak Bogor Disegel, Dedi Mulyadi: Penyebab Banjir dari Sini
  • Gen Z, Pilar Baru Gerakan Lingkungan Global
  • Pj Gubernur DKI dan Dishub Bahas Jam Kerja 2 Sesi untuk Redakan Kemacetan
  • Gempa Poso M 5,8 Picu Tsunami Minor 4 Cm

Peristiwa ini kembali mengingatkan dunia akan krisis lingkungan dan tantangan besar dalam perlindungan satwa laut. Peneliti berharap, kajian lebih dalam dapat menemukan solusi untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Konservasi Mamalia Laut Krisis Satwa Laut Paus Terdampar Tasmania Pseudorca Crassidens Tragedi Lingkungan Australia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIsu Reshuffle Kabinet, DPR Harap Mendikti Baru Ikuti Visi Prabowo
Next Article Fenomena Langit 2025: Gerhana Bulan Total Hiasi Malam Indonesia

Informasi lainnya

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula

Travel Alfi Salamah

Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia

Profil Alfi Salamah

Gizi di Meja, Konglomerat di Pintu

Editorial Udex Mundzir

Enam Penyakit Hati dalam Islam dan Cara Menyembuhkannya

Islami Alfi Salamah

Survei KIC: 83,6% Masyarakat Indonesia Familiar dengan AI

Techno Assyifa
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi