Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 19 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

157 Paus Terdampar di Tasmania, Separuh Ditemukan Mati

Tragedi lingkungan terjadi di pantai terpencil Australia, penyelamatan sulit karena lokasi ekstrem.
AssyifaAssyifa19 Februari 2025 Lingkungan
Paus Terdampar di Tasmania Australia 2025
Sebanyak 157 paus terdampar di Pulau Tasmania, Australia (.reuters)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Hobart – Tragedi lingkungan kembali menghantam pesisir barat laut Pulau Tasmania, Australia. Sebanyak 157 paus pembunuh palsu (Pseudorca crassidens) ditemukan terdampar di dekat Sungai Arthur. Lebih dari 60 ekor dilaporkan mati, sementara sisanya berjuang bertahan hidup di tengah kondisi yang memprihatinkan.

Kejadian ini pertama kali diketahui warga setempat pada Rabu (19/2/2025). Paus-paus itu diduga telah terdampar selama 24 hingga 48 jam, membuat proses penyelamatan menjadi semakin sulit. Tim konservasi dan dokter hewan kini berada di lokasi untuk memantau sekitar 90 paus yang masih hidup, termasuk beberapa anak paus.

Brendon Clarke, juru bicara Departemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan Tasmania, menjelaskan sebagaimana dikutip dari BBC bahwa kondisi medan yang sulit membuat operasi penyelamatan menghadapi tantangan besar.

“Tinjauan awal menunjukkan bahwa upaya untuk mengapungkan paus-paus kembali ke laut akan sangat sulit mengingat lokasi terpencil, kondisi laut yang buruk, serta minimnya peralatan khusus di daerah tersebut,” ujar Clarke.

Ia menambahkan bahwa tim penyelamat kini memprioritaskan pemilahan paus yang memiliki peluang hidup terbesar, sambil memastikan hewan-hewan tersebut tetap hidup dan dalam kondisi nyaman selama proses penyelamatan.

Namun, upaya ini bukan tanpa risiko.

Baca Juga:
  • Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci
  • Pertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang
  • Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter
  • Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

“Ombak besar dan kondisi cuaca ekstrem mengancam keselamatan personel. Paus yang sekarat bisa bergerak liar, sehingga berpotensi melukai tim penyelamat,” lanjut Clarke.

Jocelyn Flint, warga sekitar, menjadi saksi pertama yang melihat kejadian memilukan itu.

“Ada paus yang masih bayi bersama keluarganya. Mata mereka terbuka, seolah-olah meminta bantuan. Benar-benar pemandangan yang menyayat hati,” kata Flint kepada ABC News Australia.

Insiden paus terdampar bukanlah hal baru bagi Tasmania. Pada 2020, sekitar 470 paus pilot terdampar di Pelabuhan Macquarie, dengan 350 ekor ditemukan mati. Dua tahun kemudian, 200 paus kembali terdampar di lokasi yang sama.

Ahli mamalia laut menduga perilaku sosial paus menjadi faktor utama fenomena ini. Karena hidup berkelompok dan sangat bergantung pada komunikasi, satu ekor paus yang tersesat bisa menarik seluruh kawanan ke perairan dangkal. Faktor lain seperti perburuan ikan atau navigasi yang terganggu akibat perubahan medan bawah laut juga bisa menyebabkan paus salah arah.

Artikel Terkait:
  • BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari
  • Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?
  • BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga
  • Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

Meskipun tim penyelamat pernah berhasil menyelamatkan sebagian paus dalam kasus sebelumnya, Clarke menegaskan bahwa kondisi di Sungai Arthur kali ini jauh lebih kompleks.

“Di lokasi lain, kami bisa menggunakan perahu atau alat bantu untuk mendorong paus ke laut. Tapi di sini, akses terbatas dan gelombang sangat kuat. Keselamatan tim menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Selain itu, keberadaan hiu di sekitar perairan juga menjadi ancaman tambahan, baik bagi paus yang sekarat maupun tim penyelamat.

Pihak berwenang telah memperingatkan warga agar menghindari lokasi, terutama karena kebakaran hutan di sekitar area membuat akses semakin sulit.

Jangan Lewatkan:
  • El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
  • Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar
  • Supermoon Akhir Mei Diprediksi Picu Rob di Pesisir Utara Jawa
  • Menghindari Pelanggaran dan Mencegah Viralitas: Kapolda Metro Jaya Mengingatkan Jajarannya untuk Disiplin

Peristiwa ini kembali mengingatkan dunia akan krisis lingkungan dan tantangan besar dalam perlindungan satwa laut. Peneliti berharap, kajian lebih dalam dapat menemukan solusi untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Konservasi Mamalia Laut Krisis Satwa Laut Paus Terdampar Tasmania Pseudorca Crassidens Tragedi Lingkungan Australia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIsu Reshuffle Kabinet, DPR Harap Mendikti Baru Ikuti Visi Prabowo
Next Article Fenomena Langit 2025: Gerhana Bulan Total Hiasi Malam Indonesia

Informasi lainnya

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

14 Oktober 2026

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026
Paling Sering Dibaca

Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?

Perspektif Udex Mundzir

XL dan Smartfren Merger: Strategi Besar Telekomunikasi

Bisnis Assyifa

Kebebasan Pers yang Dikikis Diam-Diam

Editorial Udex Mundzir

Shin Tae Yong Beri Dampak Positif pada Sepak Bola Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Keberangkatan Haji Diberkahi: Doa Khusus dari Rumah

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi