Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 8 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir

Laporan terbaru menguak jejak korporasi yang disebut menyalakan “sumbu bencana” di kawasan gambut Indonesia.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati6 Desember 2025 Lingkungan
Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir
Sejumlah bangunan rusak pascabanjir bandang di Aceh Tamiang (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Banda Aceh – Gelombang analisis lingkungan kembali mengemuka setelah Pantau Gambut merilis laporan yang menempatkan sejumlah perusahaan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas rusaknya Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dan meningkatnya risiko banjir di berbagai daerah.

Penelitian bertajuk Studi Sebab-Akibat Kerentanan Banjir KHG 2025 itu menyoroti ekspansi perkebunan sawit dan industri kayu yang dianggap menggerus fungsi gambut sebagai penyangga air alami.

Dalam kajiannya, Pantau Gambut mengidentifikasi 243 konsesi Hak Guna Usaha (HGU) sawit yang meningkatkan kerawanan banjir pada KHG di Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Areal sawit yang terus melebar disebut memiliki sejarah panjang dalam membuka dan mengeringkan lahan gambut, sehingga melemahkan kemampuan tanah menyerap air, terutama saat intensitas hujan meningkat.

“PT Global Indo Agung Lestari, PT Jalin Valeo, dan PT Kalimantan Agro Lestari menjadi tiga perusahaan yang memperluas kerentanan banjir di sejumlah KHG,” tulis laporan itu pada Sabtu (6/12/2025).

Baca Juga:
  • BMKG: Cuaca ekstrem mengancam sejumlah wilayah Indonesia
  • Warga Papua Tolak Tambang Nikel, Menpar Dukung Lindungi Raja Ampat
  • Krisis Plastik Jadi Peluang Gaya Hidup Ramah Lingkungan
  • Ancaman Karhutla Masih Tinggi, BMKG Minta Satgas Siaga hingga Agustus

Pantau Gambut menegaskan bahwa aktivitas operasional perusahaan-perusahaan tersebut mereduksi cadangan air alami di gambut, membuat kawasan rentan tergenang bahkan oleh hujan dengan durasi singkat. Kerusakan ini disebut berlapis, mulai dari perubahan struktur tanah hingga hilangnya vegetasi penahan air.

Di luar sektor sawit, konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) juga menjadi sorotan. Sedikitnya 145 konsesi berada di atas KHG seluas lebih dari tiga juta hektare, tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Aktivitas pemanfaatan hutan untuk bahan baku industri pulp dan kertas dinilai turut mengganggu stabilitas ekosistem gambut.

“Konsesi PBPH dengan area besar berkontribusi pada meningkatnya risiko banjir,” tulis laporan itu, dengan menyoroti tiga perusahaan yang dianggap memperparah kerusakan gambut di KHG Sungai Sugihan–Lumpur: PT Bumi Andalas Permai, PT SBA Wood Industries, dan PT Bumi Mekar Hijau.

Seorang warga yang sebelumnya menggugat perusahaan mengungkapkan kesaksiannya terkait dampak kesehatan dari kebakaran lahan berulang. “Adik dan sepupu saya sering dirawat karena asma. Nenek terpaksa menyediakan obat Symbicort di rumah,” ujarnya, menggambarkan situasi yang terjadi sejak 2015.

Artikel Terkait:
  • Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?
  • Koalisi Papua Kecam Intervensi Pejabat Terkait Tambang Raja Ampat
  • Banjir 3 Meter di Pancoran, Anak-anak Nekat Bermain Air
  • Laju Deforestasi Indonesia 2024 Tembus 175 Ribu Ha

Ketiga perusahaan tersebut, yang terafiliasi dengan Sinarmas Group, juga disebut memiliki area rentan banjir terluas. Curah hujan tinggi dinilai dapat dengan cepat memicu luapan air dari KHG Sungai Sugihan–Lumpur, mengancam permukiman dan lahan pertanian warga.

Ironisnya, langkah hukum masyarakat terhambat setelah Pengadilan Negeri Sumatera Selatan memutuskan gugatan niet ontvankelijke, yang membuat proses pencarian keadilan kembali tersendat.

Pantau Gambut menutup laporannya dengan daftar 10 konsesi HGU dan 10 konsesi PBPH yang dinilai paling memperburuk risiko banjir, menjadi penanda bahwa kerusakan ekosistem gambut telah mencapai titik krusial yang menuntut penanganan serius dari pemerintah maupun korporasi.

Jangan Lewatkan:
  • BMKG Prediksi Banjir Masih Ancam Bali hingga Tiga Hari
  • Jakarta Peringkat 45 Kota Paling Berpolusi di Dunia
  • Pegawai OIKN Dibekali Mitigasi Konflik Satwa Liar di IKN
  • Greenpeace: Tambang Nikel Gag Ancam Keanekaragaman Hayati
BPBH Gambut Indonesia Kerentanan Banjir Pantau Gambut Perusahaan Sawit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPK Dalami Peran PT KEM dalam Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Next Article UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan

Informasi lainnya

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Pilkada Jakarta: Gugat Aja Dulu

Editorial Udex Mundzir

Generasi Z dan Aksi Nyata Wujudkan SDGs

Daily Tips Ericka

Tips Belajar Efektif untuk Anak-anak

Daily Tips Alfi Salamah

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Editorial Lisda Lisdiawati

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa6 Agustus 2026

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Gus Iqdam Mengaku Dipersekusi Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi