Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Tradwife Kembali Ramai, Pilihan atau Romantisasi?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 2 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir

Laporan terbaru menguak jejak korporasi yang disebut menyalakan “sumbu bencana” di kawasan gambut Indonesia.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati6 Desember 2025 Lingkungan
Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir
Sejumlah bangunan rusak pascabanjir bandang di Aceh Tamiang (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Banda Aceh – Gelombang analisis lingkungan kembali mengemuka setelah Pantau Gambut merilis laporan yang menempatkan sejumlah perusahaan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas rusaknya Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dan meningkatnya risiko banjir di berbagai daerah.

Penelitian bertajuk Studi Sebab-Akibat Kerentanan Banjir KHG 2025 itu menyoroti ekspansi perkebunan sawit dan industri kayu yang dianggap menggerus fungsi gambut sebagai penyangga air alami.

Dalam kajiannya, Pantau Gambut mengidentifikasi 243 konsesi Hak Guna Usaha (HGU) sawit yang meningkatkan kerawanan banjir pada KHG di Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Areal sawit yang terus melebar disebut memiliki sejarah panjang dalam membuka dan mengeringkan lahan gambut, sehingga melemahkan kemampuan tanah menyerap air, terutama saat intensitas hujan meningkat.

“PT Global Indo Agung Lestari, PT Jalin Valeo, dan PT Kalimantan Agro Lestari menjadi tiga perusahaan yang memperluas kerentanan banjir di sejumlah KHG,” tulis laporan itu pada Sabtu (6/12/2025).

Baca Juga:
  • Banjir 3 Meter di Pancoran, Anak-anak Nekat Bermain Air
  • El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
  • Plt Bupati Sidoarjo Tinjau Penanganan Banjir
  • Pupuk Kaltim Menangkan Penghargaan AREA 2023: Inovasi Kitosan Cair Limbah Cangkang Rajungan

Pantau Gambut menegaskan bahwa aktivitas operasional perusahaan-perusahaan tersebut mereduksi cadangan air alami di gambut, membuat kawasan rentan tergenang bahkan oleh hujan dengan durasi singkat. Kerusakan ini disebut berlapis, mulai dari perubahan struktur tanah hingga hilangnya vegetasi penahan air.

Di luar sektor sawit, konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) juga menjadi sorotan. Sedikitnya 145 konsesi berada di atas KHG seluas lebih dari tiga juta hektare, tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Aktivitas pemanfaatan hutan untuk bahan baku industri pulp dan kertas dinilai turut mengganggu stabilitas ekosistem gambut.

“Konsesi PBPH dengan area besar berkontribusi pada meningkatnya risiko banjir,” tulis laporan itu, dengan menyoroti tiga perusahaan yang dianggap memperparah kerusakan gambut di KHG Sungai Sugihan–Lumpur: PT Bumi Andalas Permai, PT SBA Wood Industries, dan PT Bumi Mekar Hijau.

Seorang warga yang sebelumnya menggugat perusahaan mengungkapkan kesaksiannya terkait dampak kesehatan dari kebakaran lahan berulang. “Adik dan sepupu saya sering dirawat karena asma. Nenek terpaksa menyediakan obat Symbicort di rumah,” ujarnya, menggambarkan situasi yang terjadi sejak 2015.

Artikel Terkait:
  • Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025
  • KLH Segel 200 Hektare Lahan Terbakar di Kubu Raya
  • Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla
  • Rano Karno: Inovasi Sampah Kunci Agar Jakarta Tak Tenggelam

Ketiga perusahaan tersebut, yang terafiliasi dengan Sinarmas Group, juga disebut memiliki area rentan banjir terluas. Curah hujan tinggi dinilai dapat dengan cepat memicu luapan air dari KHG Sungai Sugihan–Lumpur, mengancam permukiman dan lahan pertanian warga.

Ironisnya, langkah hukum masyarakat terhambat setelah Pengadilan Negeri Sumatera Selatan memutuskan gugatan niet ontvankelijke, yang membuat proses pencarian keadilan kembali tersendat.

Pantau Gambut menutup laporannya dengan daftar 10 konsesi HGU dan 10 konsesi PBPH yang dinilai paling memperburuk risiko banjir, menjadi penanda bahwa kerusakan ekosistem gambut telah mencapai titik krusial yang menuntut penanganan serius dari pemerintah maupun korporasi.

Jangan Lewatkan:
  • Menteri ESDM Hentikan Tambang Nikel di Raja Ampat Milik Antam
  • Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh
  • Supermoon Akhir Mei Diprediksi Picu Rob di Pesisir Utara Jawa
  • Jakarta Peringkat 45 Kota Paling Berpolusi di Dunia
BPBH Gambut Indonesia Kerentanan Banjir Pantau Gambut Perusahaan Sawit
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPK Dalami Peran PT KEM dalam Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
Next Article UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan

Informasi lainnya

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla

25 Agustus 2026

Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

21 Agustus 2026

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026
Paling Sering Dibaca

Pendidikan Tersedot Program MBG

Editorial Udex Mundzir

Pramuka Indonesia: Dukungan Solidaritas untuk Palestina

Refleksi Ericka

Membedah Tren Pembelian Barang Palsu di Dunia Fashion

Bisnis Ericka

Reformasi Polri: Antara Penegak Hukum atau Duta Wisata?

Refleksi Udex Mundzir

Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Indonesia
Udex Mundzir19 April 2025

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi