Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 26 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Greenpeace: Tambang Nikel Gag Ancam Keanekaragaman Hayati

Polemik tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, kembali mencuat setelah klaim pemerintah dianggap tak sejalan dengan temuan aktivis lingkungan.
ErickaEricka9 Juni 2025 Lingkungan
tambang nikel di Pulau Gag
Tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Kontroversi mengenai aktivitas tambang nikel di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, terus menjadi sorotan publik. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa kegiatan pertambangan oleh PT Gag Nikel tidak menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan telah memenuhi seluruh persyaratan teknis serta perizinan yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah tim dari Kementerian LHK melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang pada 26 hingga 31 Mei 2025. Hanif menyebut, luas konsesi tambang yang dikelola mencapai 6.000 hektar dan berada jauh dari kawasan wisata utama di Raja Ampat.

Namun, pernyataan tersebut segera menuai reaksi keras dari kalangan aktivis lingkungan. Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mempertanyakan keabsahan klaim pemerintah dan menyoroti dampak ekologis yang menurutnya sudah mulai terlihat.

Baca Juga:
  • Indonesia-Gold Standard Akui Sertifikat Karbon Secara Timbal Balik
  • Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan
  • Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?
  • Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

“Apa kita mau lihat Raja Ampat hancur dulu baru bertindak?” kata Iqbal saat hadir dalam diskusi publik bersama Kompas TV pada Senin (9/6/2025).

Menurut Iqbal, kerusakan lingkungan tidak hanya terjadi di Pulau Gag, namun juga telah meluas ke sejumlah wilayah sekitarnya. Ia mendesak agar evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap semua izin tambang di kawasan Raja Ampat, mengingat wilayah ini merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia.

Sementara itu, anggota Komisi XII DPR dari Fraksi PAN, Totok Daryanto, yang turut hadir secara daring, mengingatkan bahwa tambang yang legal pun tetap harus terus diawasi. Ia mendorong agar ada audit independen terhadap dampak lingkungan di lokasi tambang, sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat dan warisan ekologis bangsa.

Artikel Terkait:
  • Plt Bupati Sidoarjo Tinjau Penanganan Banjir
  • Kebun Mini Super Kilat di Rumah
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025
  • AS Proyeksikan Kapasitas Pembangkit Listrik Batu Bara Turun Lebih dari Setengah Pada 2050

Isu ini mencerminkan ketegangan antara dorongan pembangunan berbasis sumber daya alam dan komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Pemerintah, di sisi lain, menyatakan akan tetap membuka ruang dialog dengan semua pihak untuk memastikan keberlanjutan proyek dan perlindungan ekosistem Raja Ampat.

Dengan potensi konflik kepentingan yang tinggi, perdebatan soal tambang nikel di Raja Ampat dipastikan belum akan mereda dalam waktu dekat.

Jangan Lewatkan:
  • Menteri LH Percepat Daur Ulang untuk Atasi Sampah Plastik
  • Gen Z, Pilar Baru Gerakan Lingkungan Global
  • Rano Karno: Inovasi Sampah Kunci Agar Jakarta Tak Tenggelam
  • WWF gandeng 100 perusahaan jaga ekosistem laut
Greenpeace Hanif Faisol Nurofiq Lingkungan Papua Raja Ampat Tambang Nikel
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKementrans Targetkan 2.895 Sertifikat Tanah Transmigrasi Terbit Juli
Next Article Pemerintah Cabut 4 IUP Tambang Nikel di Raja Ampat

Informasi lainnya

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Dari Memalukan ke Menakutkan

Editorial Udex Mundzir

Cerdas Beramal

Islami Syamril Al-Bugisyi

Puasa dan Pemberantasan Korupsi

Islami Syamril Al-Bugisyi

Menggapai Suci Haji: Panduan Menyeluruh Lahir dan Batin

Islami Alfi Salamah

Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi