Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Tradwife Kembali Ramai, Pilihan atau Romantisasi?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 3 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jejak Lama Nusantara di Enam Negara Tetangga

Sejumlah wilayah Asia Tenggara menyimpan jejak sejarah sebagai bagian pengaruh kerajaan besar Nusantara.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Global
Sejarah Nusantara
Peta, jejak sejarah Nusantara di Asia Tenggara
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sejarah kerap bergerak seperti bayangan ombak: datang dan pergi, namun meninggalkan jejak di pasir waktu. Di kawasan Asia Tenggara, jejak itu masih terasa hingga kini, ketika sejumlah negara modern ternyata pernah berada dalam lingkar pengaruh kerajaan-kerajaan besar yang berakar dari Nusantara.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa jauh sebelum konsep negara modern terbentuk, kerajaan seperti Sriwijaya dan Majapahit telah membangun jaringan kekuasaan berbasis maritim. Pengaruh ini meliputi perdagangan, budaya, hingga politik yang menjangkau wilayah luas, termasuk kawasan yang kini dikenal sebagai Singapura, Malaysia, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.

Singapura, yang dahulu dikenal sebagai Temasek atau Tumasik, sejak awal berkembang sebagai pusat perdagangan strategis. Wilayah ini berada dalam pengaruh Sriwijaya hingga sekitar abad ke-13, kemudian berlanjut ke Majapahit dan Kesultanan Malaka sebelum akhirnya jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. Letaknya yang berada di jalur pelayaran utama menjadikannya simpul penting aktivitas ekonomi kawasan.

Malaysia juga memiliki keterkaitan historis dengan Sriwijaya, terutama pada masa kejayaan kerajaan tersebut sebagai kekuatan maritim. Pengaruh ini menjadikan Semenanjung Malaya sebagai salah satu pusat perdagangan sekaligus jalur penyebaran budaya dan agama di Asia Tenggara.

Baca Juga:
  • Tsunami 4 Meter Landa Rusia Akibat Gempa Dahsyat Kamchatka
  • WMSJ 2025 Hadir di Jakarta, Ribuan Pramuka Muslim Dunia Berkumpul
  • Menag Harap Paus Leo XIV Lanjutkan Komitmen Damai
  • Putin Terpuruk Akibat Kekalahan-Kekalahan di Ukraina.

Sementara itu, Filipina dalam sejumlah literatur sejarah disebut masuk dalam jangkauan pengaruh Majapahit pada masa ekspansi wilayah Nusantara. Pada periode tersebut, jaringan kekuasaan Majapahit meluas hingga ke utara, mencakup berbagai wilayah kepulauan.

Pengaruh Sriwijaya juga tercatat sampai ke Kamboja. Melalui jalur perdagangan dan hubungan antarwilayah, kerajaan ini memperluas pengaruhnya sekaligus memperkenalkan komoditas penting seperti kapur barus, cengkih, dan kayu cendana ke pasar internasional.

Brunei Darussalam pun tidak terlepas dari jejak Nusantara. Dalam naskah Negarakretagama yang ditulis pada abad ke-14, wilayah yang disebut “Buruneng” diyakini merujuk pada Brunei sebagai bagian dari jaringan kekuasaan Majapahit. Hal ini menunjukkan adanya hubungan politik dan ekonomi antara wilayah tersebut dengan pusat kerajaan di Jawa.

Berbeda dengan negara lainnya, Timor Leste memiliki hubungan sejarah yang lebih dekat dalam konteks modern. Wilayah ini pernah menjadi bagian dari Indonesia sebagai provinsi ke-27 sebelum akhirnya memilih merdeka melalui referendum pada tahun 1999, yang kemudian mengantarkannya menjadi negara berdaulat.

Artikel Terkait:
  • Trump Dikabarkan Akan Terima Jet Mewah dari Qatar
  • Ambalat Masih Diperdebatkan, Perundingan Masuk Putaran 43
  • Trump Resmikan UU Stablecoin Pertama di Amerika Serikat
  • Trump Desak Harvard Batasi Mahasiswa Asing Jadi 15%

Rangkaian sejarah ini memperlihatkan bahwa batas-batas negara yang ada saat ini merupakan hasil perjalanan panjang. Dari satu kawasan yang terhubung oleh jalur laut, perdagangan, dan budaya, kini berkembang menjadi negara-negara yang berdiri sendiri.

Meski demikian, benang merah Nusantara tetap terasa dalam identitas dan kedekatan budaya di Asia Tenggara.

Pada akhirnya, sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana jejaknya membentuk wajah kawasan hari ini. Nusantara, dalam pengertian lamanya, pernah menjadi ruang besar yang menyatukan banyak wilayah dalam satu arus peradaban.

Jangan Lewatkan:
  • Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan
  • Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara
  • Phubbing Berdampak Menjauhkan Manusia dengan Sekitarnya
  • Bongkar 9 Fakta Terbaru Konflik Rusia-Ukraina: Implikasi Hubungan China-Taiwan dan Jepang-NATO
Asia Tenggara Majapahit Sejarah Nusantara Sriwijaya Timor Leste
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSuhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025
Next Article Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Prabowo Tak Berani Pecat Bahlil: Stabilitas Koalisi Mengalahkan Kepentingan Rakyat

Editorial Udex Mundzir

8 Manfaat Berhenti Konsumsi Gula bagi Kesehatan

Daily Tips Assyifa

Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Refleksi Alfi Salamah

Insentif MBG: Jangan Alihkan Beban

Editorial Udex Mundzir

Ilmu dan Inovasi dalam Peradaban

Islami Lina Marlina
Berita Lainnya
Indonesia
Udex Mundzir19 April 2025

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi