Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 14 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jejak Lama Nusantara di Enam Negara Tetangga

Sejumlah wilayah Asia Tenggara menyimpan jejak sejarah sebagai bagian pengaruh kerajaan besar Nusantara.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Global
Sejarah Nusantara
Peta, jejak sejarah Nusantara di Asia Tenggara
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sejarah kerap bergerak seperti bayangan ombak: datang dan pergi, namun meninggalkan jejak di pasir waktu. Di kawasan Asia Tenggara, jejak itu masih terasa hingga kini, ketika sejumlah negara modern ternyata pernah berada dalam lingkar pengaruh kerajaan-kerajaan besar yang berakar dari Nusantara.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa jauh sebelum konsep negara modern terbentuk, kerajaan seperti Sriwijaya dan Majapahit telah membangun jaringan kekuasaan berbasis maritim. Pengaruh ini meliputi perdagangan, budaya, hingga politik yang menjangkau wilayah luas, termasuk kawasan yang kini dikenal sebagai Singapura, Malaysia, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.

Singapura, yang dahulu dikenal sebagai Temasek atau Tumasik, sejak awal berkembang sebagai pusat perdagangan strategis. Wilayah ini berada dalam pengaruh Sriwijaya hingga sekitar abad ke-13, kemudian berlanjut ke Majapahit dan Kesultanan Malaka sebelum akhirnya jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. Letaknya yang berada di jalur pelayaran utama menjadikannya simpul penting aktivitas ekonomi kawasan.

Malaysia juga memiliki keterkaitan historis dengan Sriwijaya, terutama pada masa kejayaan kerajaan tersebut sebagai kekuatan maritim. Pengaruh ini menjadikan Semenanjung Malaya sebagai salah satu pusat perdagangan sekaligus jalur penyebaran budaya dan agama di Asia Tenggara.

Baca Juga:
  • Taiwan Larang PNS Gunakan DeepSeek AI, Khawatir Data Bocor ke Cina
  • Selandia Baru Pertimbangkan Pengakuan Terhadap Kedaulatan Palestina
  • Guncangan Dahsyat M7,0 di Taiwan Terasa hingga Taipei
  • WOSM Buka Lowongan Sekjen Baru, Cari Pemimpin Kepanduan Global

Sementara itu, Filipina dalam sejumlah literatur sejarah disebut masuk dalam jangkauan pengaruh Majapahit pada masa ekspansi wilayah Nusantara. Pada periode tersebut, jaringan kekuasaan Majapahit meluas hingga ke utara, mencakup berbagai wilayah kepulauan.

Pengaruh Sriwijaya juga tercatat sampai ke Kamboja. Melalui jalur perdagangan dan hubungan antarwilayah, kerajaan ini memperluas pengaruhnya sekaligus memperkenalkan komoditas penting seperti kapur barus, cengkih, dan kayu cendana ke pasar internasional.

Brunei Darussalam pun tidak terlepas dari jejak Nusantara. Dalam naskah Negarakretagama yang ditulis pada abad ke-14, wilayah yang disebut “Buruneng” diyakini merujuk pada Brunei sebagai bagian dari jaringan kekuasaan Majapahit. Hal ini menunjukkan adanya hubungan politik dan ekonomi antara wilayah tersebut dengan pusat kerajaan di Jawa.

Berbeda dengan negara lainnya, Timor Leste memiliki hubungan sejarah yang lebih dekat dalam konteks modern. Wilayah ini pernah menjadi bagian dari Indonesia sebagai provinsi ke-27 sebelum akhirnya memilih merdeka melalui referendum pada tahun 1999, yang kemudian mengantarkannya menjadi negara berdaulat.

Artikel Terkait:
  • Arab Saudi Dukung Penuh Muslim Demi Melindungi Identitas Islam
  • Gua Abu Al Waul Menjadi Potensi Wisata Geologi Saudi
  • Raja Salman Mengundang Presiden Suriah ke KTT Arab
  • Media Asing Soroti Tenggelamnya KMP Tunu di Selat Bali

Rangkaian sejarah ini memperlihatkan bahwa batas-batas negara yang ada saat ini merupakan hasil perjalanan panjang. Dari satu kawasan yang terhubung oleh jalur laut, perdagangan, dan budaya, kini berkembang menjadi negara-negara yang berdiri sendiri.

Meski demikian, benang merah Nusantara tetap terasa dalam identitas dan kedekatan budaya di Asia Tenggara.

Pada akhirnya, sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana jejaknya membentuk wajah kawasan hari ini. Nusantara, dalam pengertian lamanya, pernah menjadi ruang besar yang menyatukan banyak wilayah dalam satu arus peradaban.

Jangan Lewatkan:
  • Enam Negara Putuskan Idulfitri Jatuh pada 31 Maret 2025
  • Menag Harap Paus Leo XIV Lanjutkan Komitmen Damai
  • Mobil Hidrogen Mulai Menarik Perhatian di Tengah Dominasi Kendaraan Listrik
  • PM Australia Tegas Tanggapi Kritik Netanyahu soal Pengakuan Palestina
Asia Tenggara Majapahit Sejarah Nusantara Sriwijaya Timor Leste
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSuhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025
Next Article Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Informasi lainnya

Terusan Korintus, Mimpi Kuno yang Tertunda 25 Abad

13 April 2026

Dinding Biru Pompeii, Simbol Kekayaan Romawi Kuno

12 April 2026

Votcha 2026 Ubah Cara Daftar Lari Jadi Lebih Adil

12 April 2026

Relasi Kompleks Yunani dan Persia Kuno

11 April 2026

Indonesia Desak PBB Usut Kematian 3 TNI di Lebanon

1 April 2026

Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

20 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Mengelola WhatsApp Channel, Panduan Lengkap untuk Kesuksesan dalam Komunikasi Bisnis

Techno Udex Mundzir

Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Profil Ericka

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

Profil Alfi Salamah

Gema Impian di Tengah Asa: Piala AFF 2024

Editorial Udex Mundzir

Ai Sri Mulyani, Ketelitian yang Berbuah Terang

Profil Adit Musthofa
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi