Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jejak Lama Nusantara di Enam Negara Tetangga

Sejumlah wilayah Asia Tenggara menyimpan jejak sejarah sebagai bagian pengaruh kerajaan besar Nusantara.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Global
Sejarah Nusantara
Peta, jejak sejarah Nusantara di Asia Tenggara
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sejarah kerap bergerak seperti bayangan ombak: datang dan pergi, namun meninggalkan jejak di pasir waktu. Di kawasan Asia Tenggara, jejak itu masih terasa hingga kini, ketika sejumlah negara modern ternyata pernah berada dalam lingkar pengaruh kerajaan-kerajaan besar yang berakar dari Nusantara.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa jauh sebelum konsep negara modern terbentuk, kerajaan seperti Sriwijaya dan Majapahit telah membangun jaringan kekuasaan berbasis maritim. Pengaruh ini meliputi perdagangan, budaya, hingga politik yang menjangkau wilayah luas, termasuk kawasan yang kini dikenal sebagai Singapura, Malaysia, Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.

Singapura, yang dahulu dikenal sebagai Temasek atau Tumasik, sejak awal berkembang sebagai pusat perdagangan strategis. Wilayah ini berada dalam pengaruh Sriwijaya hingga sekitar abad ke-13, kemudian berlanjut ke Majapahit dan Kesultanan Malaka sebelum akhirnya jatuh ke tangan Portugis pada tahun 1511. Letaknya yang berada di jalur pelayaran utama menjadikannya simpul penting aktivitas ekonomi kawasan.

Malaysia juga memiliki keterkaitan historis dengan Sriwijaya, terutama pada masa kejayaan kerajaan tersebut sebagai kekuatan maritim. Pengaruh ini menjadikan Semenanjung Malaya sebagai salah satu pusat perdagangan sekaligus jalur penyebaran budaya dan agama di Asia Tenggara.

Baca Juga:
  • Dubes Palestina Kritik Rencana Damai 20 Poin Trump untuk Gaza
  • Elon Musk Akan Kurangi Waktu di DOGE, Fokus ke Tesla
  • PBB Nyatakan Gaza Alami Bencana Kelaparan Terparah
  • Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima

Sementara itu, Filipina dalam sejumlah literatur sejarah disebut masuk dalam jangkauan pengaruh Majapahit pada masa ekspansi wilayah Nusantara. Pada periode tersebut, jaringan kekuasaan Majapahit meluas hingga ke utara, mencakup berbagai wilayah kepulauan.

Pengaruh Sriwijaya juga tercatat sampai ke Kamboja. Melalui jalur perdagangan dan hubungan antarwilayah, kerajaan ini memperluas pengaruhnya sekaligus memperkenalkan komoditas penting seperti kapur barus, cengkih, dan kayu cendana ke pasar internasional.

Brunei Darussalam pun tidak terlepas dari jejak Nusantara. Dalam naskah Negarakretagama yang ditulis pada abad ke-14, wilayah yang disebut “Buruneng” diyakini merujuk pada Brunei sebagai bagian dari jaringan kekuasaan Majapahit. Hal ini menunjukkan adanya hubungan politik dan ekonomi antara wilayah tersebut dengan pusat kerajaan di Jawa.

Berbeda dengan negara lainnya, Timor Leste memiliki hubungan sejarah yang lebih dekat dalam konteks modern. Wilayah ini pernah menjadi bagian dari Indonesia sebagai provinsi ke-27 sebelum akhirnya memilih merdeka melalui referendum pada tahun 1999, yang kemudian mengantarkannya menjadi negara berdaulat.

Artikel Terkait:
  • Votcha 2026 Ubah Cara Daftar Lari Jadi Lebih Adil
  • Sekjen PBB: Upaya Pembersihan Etnis Palestina di Gaza Harus Dicegah!
  • Elon Musk Resmi Mundur dari DOGE
  • Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Vanuatu, Tsunami Teramati

Rangkaian sejarah ini memperlihatkan bahwa batas-batas negara yang ada saat ini merupakan hasil perjalanan panjang. Dari satu kawasan yang terhubung oleh jalur laut, perdagangan, dan budaya, kini berkembang menjadi negara-negara yang berdiri sendiri.

Meski demikian, benang merah Nusantara tetap terasa dalam identitas dan kedekatan budaya di Asia Tenggara.

Pada akhirnya, sejarah tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana jejaknya membentuk wajah kawasan hari ini. Nusantara, dalam pengertian lamanya, pernah menjadi ruang besar yang menyatukan banyak wilayah dalam satu arus peradaban.

Jangan Lewatkan:
  • Taiwan Larang PNS Gunakan DeepSeek AI, Khawatir Data Bocor ke Cina
  • Menag Dorong Kolaborasi Global Wasathiyah Islam dan Nilai Tionghoa
  • Masjid di Sydney Diancam Penembakan, PM Australia Kutuk Islamofobia
  • Indonesia-Malaysia Sepakat Dirikan Pusat Belajar di Sabah-Sarawak
Asia Tenggara Majapahit Sejarah Nusantara Sriwijaya Timor Leste
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSuhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025
Next Article Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Dinasti Umayyah, Fondasi Kejayaan Islam yang Melintasi Zaman

Islami Alfi Salamah

Lebih 12 Persen Tidak Mau Andi Harun Jadi Wali Kota!

Editorial Udex Mundzir

Bekerja Berat saat Ramadan: Bolehkah Tidak Puasa dan Bayar Fidyah?

Islami Assyifa

Keberkahan Terbang Bersama: Memohon Doa Jamaah Haji

Islami Alfi Salamah

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi