Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

WHO: Rp163 Triliun Dibutuhkan untuk Pulihkan Gaza

Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan kerusakan besar di Gaza memerlukan dana besar untuk pemulihan sistem kesehatan.
SilvaSilva18 Januari 2025 Global
Pemulihan Sistem Kesehatan Gaza oleh WHO
Pemulihan Sistem Kesehatan Gaza oleh WHO (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gaza – Konflik Israel-Hamas telah menyebabkan kehancuran besar pada sistem kesehatan di Gaza. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, pemulihan infrastruktur kesehatan di wilayah ini membutuhkan setidaknya USD10 miliar atau sekitar Rp163 triliun selama lima hingga tujuh tahun ke depan. Perwakilan WHO untuk wilayah Palestina, Rik Peeperkorn, menyatakan estimasi awal untuk 1,5 tahun pertama mencapai lebih dari USD3 miliar atau sekitar Rp49 triliun.

“Di Gaza, kerusakannya begitu masif. Saya belum pernah melihat kehancuran sebesar ini di tempat lain sepanjang hidup saya,” kata Peeperkorn, Kamis (16/01/2025).

Menurut laporan WHO, kurang dari separuh rumah sakit di Gaza masih berfungsi. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyambut baik pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Namun, ia menekankan bahwa perdamaian adalah langkah terbaik untuk penyembuhan konflik ini.

“Kami menyambut kabar ini dengan lega, tetapi juga dengan kehati-hatian. Jika kedua belah pihak berkomitmen pada gencatan senjata, hal itu harus dimulai segera,” ujar Tedros.

Baca Juga:
  • Komisi I DPR Desak Pemerintah Jadi Mediator India-Pakistan
  • Taiwan Larang PNS Gunakan DeepSeek AI, Khawatir Data Bocor ke Cina
  • Indonesia-Yordania Jalin Kerja Sama Wakaf dan Beasiswa
  • Terusan Korintus, Mimpi Kuno yang Tertunda 25 Abad

Tedros menambahkan, “Obat terbaik adalah perdamaian. Mari kita mulai penyembuhan ini demi kepentingan bersama.”

Sementara itu, hambatan dalam pengiriman bantuan kemanusiaan tetap menjadi perhatian utama. WHO menegaskan perlunya akses cepat dan aman untuk mempercepat distribusi bantuan ke seluruh wilayah Gaza.

Gencatan senjata yang dimediasi oleh para mediator internasional diharapkan menjadi titik awal rekonstruksi Gaza. Namun, tantangan besar dalam perbaikan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan kemanusiaan masih membayangi.

Artikel Terkait:
  • China Terbitkan Visa ASEAN, Izin Tinggal 180 Hari Berlaku 5 Tahun
  • Singapura Peringatkan Risiko Perang Dunia Ketiga
  • Isi ‘Surat Cinta’ Kim Jong Un untuk Putin
  • ChatGPT Disorot, OpenAI Digugat Atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

Peeperkorn menjelaskan bahwa WHO siap memperluas dukungannya, tetapi solusi politik diperlukan untuk mengatasi hambatan keamanan dan logistik. “Kami membutuhkan akses tanpa hambatan untuk mempercepat distribusi bantuan di wilayah ini,” tegasnya.

Gencatan senjata juga diiringi dengan rencana pertukaran tahanan antara Israel dan Hamas. Namun, beberapa pihak skeptis dengan kesepakatan ini, menganggapnya sebagai jeda sementara di tengah konflik yang telah berlangsung lama.

Jangan Lewatkan:
  • Dubai Berencana Bangun Masjid Terapung Pertama di Dunia
  • Australia Umumkan Rencana Akui Negara Palestina di UNGA September
  • Indonesia Desak PBB Usut Kematian 3 TNI di Lebanon
  • Trump Desak Harvard Batasi Mahasiswa Asing Jadi 15%
Gaza Hamas Israel Sistem Kesehatan Gaza WHO
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTikTok Resmi Ditutup di AS Mulai Minggu, Pengguna Beralih ke RedNote
Next Article Jejak Kehidupan

Informasi lainnya

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026

Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima

15 April 2026

Ketika Prostitusi Jadi Sistem Resmi

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Kisah Inspiratif Pria 39 Tahun Mengabdi di Pabrik Kiswah Ka’bah

Islami Alfi Salamah

Satria-1 Satelit Indonesia Sukses Terbang dari Landasan SpaceX

Techno Alfi Salamah

Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Travel Alfi Salamah

Cara Mengetahui Sifat Asli Manusia

Opini Udex Mundzir

Modus Baru Penipuan Video Call Gunakan Wajah Baim Wong

Techno Silva
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi