Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Trump Larang Mahasiswa Asing Masuk Harvard

Pemerintah AS melarang Harvard menerima mahasiswa internasional karena penolakan kampus terhadap tuntutan pemerintahan Trump.
ErickaEricka23 Mei 2025 Global
Universitas Harvard
Universitas Harvard (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington D.C. – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah drastis dengan melarang Universitas Harvard menerima mahasiswa asing. Larangan ini diberlakukan setelah kampus prestisius tersebut menolak menyerahkan data perilaku mahasiswa internasional kepada pemerintah, yang diminta sejak bulan lalu sebagai bagian dari kebijakan pengawasan ketat terhadap institusi pendidikan tinggi.

Langkah ini diumumkan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dengan menyatakan pencabutan sertifikasi Program Mahasiswa dan Pengunjung Pertukaran (SEVP) untuk Harvard. Kebijakan ini membuat lebih dari seperempat mahasiswa Harvard yang berasal dari luar negeri harus pindah atau menghadapi risiko kehilangan status hukum mereka di Amerika Serikat.

“Harvard tidak dapat lagi menerima mahasiswa asing, dan mahasiswa yang ada harus meninggalkan kampus atau status legal mereka akan dicabut,” demikian pernyataan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Langkah ini memicu reaksi keras dari pihak universitas. Dalam pernyataan resminya, Harvard menyebut keputusan ini sebagai tindakan tidak sah yang dapat berdampak negatif bagi komunitas kampus dan dunia akademik AS secara luas.

Baca Juga:
  • Adzanil Prima Septy: Solidaritas Pramuka Indonesia Mendukung Palestina
  • Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Minggu
  • Prabowo dan Raja Abdullah Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis
  • Gempa dan Tsunami Vanuatu: Ibu Kota Hancur, WNI Belum Bisa Dihubungi

“Tindakan balasan ini mengancam kerugian serius bagi komunitas Harvard dan negara kami, serta melemahkan misi akademis dan penelitian Harvard,” ujar Jason Newton, juru bicara universitas tersebut.

Perseteruan antara Harvard dan pemerintahan Trump telah berlangsung selama berbulan-bulan, dipicu oleh perbedaan pandangan terhadap isu keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI). Ketegangan memuncak ketika pemerintah menuduh kampus menjadi tempat berkembangnya sentimen anti-Amerika dan pro-teroris, khususnya terkait protes atas serangan militer Israel ke Gaza yang didukung oleh sebagian mahasiswa dan staf.

Gedung Putih menegaskan bahwa universitas yang menolak mematuhi tuntutan negara harus siap menerima konsekuensi. “Mereka harus menghadapi konsekuensi tindakan mereka,” tegas Abigail Jackson, juru bicara Gedung Putih.

Artikel Terkait:
  • Elon Musk Resmi Mundur dari DOGE
  • Menag Harap Paus Leo XIV Lanjutkan Komitmen Damai
  • Terusan Korintus, Mimpi Kuno yang Tertunda 25 Abad
  • Perkembangan Angkatan Laut China: Ancaman dan Tantangan Merebut Taiwan

Selain mencabut izin SEVP, pemerintah juga telah membekukan dana federal senilai US$ 2,2 miliar untuk Harvard, serta mengancam mencabut status bebas pajak yang selama ini dinikmati oleh kampus tersebut.

Para profesor dan pengamat pendidikan menyuarakan keprihatinan bahwa kebijakan ini dapat membahayakan reputasi Harvard sebagai pusat pendidikan global dan melemahkan posisi AS dalam kolaborasi akademik internasional.

Dengan ketegangan yang terus meningkat, masa depan mahasiswa asing di AS dan prinsip otonomi akademik menjadi semakin tidak pasti di tengah iklim politik yang semakin keras.

Jangan Lewatkan:
  • ChatGPT Disorot, OpenAI Digugat Atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
  • Arab Saudi Memperbolehkan Kedatangan Kelompok LGBT
  • Trump Dikabarkan Akan Terima Jet Mewah dari Qatar
  • Relasi Kompleks Yunani dan Persia Kuno
Donald Trump Harvard Isu Mahasiswa Internasional Keamanan Dalam Negeri AS SEVP
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
Next Article Kemenperin Genjot Parfum Halal Masuki Lima Besar Dunia

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Mengelola WhatsApp Channel, Panduan Lengkap untuk Kesuksesan dalam Komunikasi Bisnis

Techno Udex Mundzir

Regulasi Pers Tanpa Arah

Editorial Udex Mundzir

Ribuan Jamaah Haji Terjangkit ISPA, KKHI Mendorong Kepatuhan Prokes

Islami Alfi Salamah

Dari Memalukan ke Menakutkan

Editorial Udex Mundzir

Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi