Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Main Character Energy, Saat Hidup Terasa Seperti Film

Rekening Botok Dibuka Lagi Usai Klarifikasi Polisi

Kwarnas Dorong Jutaan Jam Bakti Pramuka Tercatat Global

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 27 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Trump Larang Mahasiswa Asing Masuk Harvard

Pemerintah AS melarang Harvard menerima mahasiswa internasional karena penolakan kampus terhadap tuntutan pemerintahan Trump.
ErickaEricka23 Mei 2025 Global
Universitas Harvard
Universitas Harvard (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington D.C. – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengambil langkah drastis dengan melarang Universitas Harvard menerima mahasiswa asing. Larangan ini diberlakukan setelah kampus prestisius tersebut menolak menyerahkan data perilaku mahasiswa internasional kepada pemerintah, yang diminta sejak bulan lalu sebagai bagian dari kebijakan pengawasan ketat terhadap institusi pendidikan tinggi.

Langkah ini diumumkan oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem dengan menyatakan pencabutan sertifikasi Program Mahasiswa dan Pengunjung Pertukaran (SEVP) untuk Harvard. Kebijakan ini membuat lebih dari seperempat mahasiswa Harvard yang berasal dari luar negeri harus pindah atau menghadapi risiko kehilangan status hukum mereka di Amerika Serikat.

“Harvard tidak dapat lagi menerima mahasiswa asing, dan mahasiswa yang ada harus meninggalkan kampus atau status legal mereka akan dicabut,” demikian pernyataan dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Langkah ini memicu reaksi keras dari pihak universitas. Dalam pernyataan resminya, Harvard menyebut keputusan ini sebagai tindakan tidak sah yang dapat berdampak negatif bagi komunitas kampus dan dunia akademik AS secara luas.

Baca Juga:
  • Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa
  • Singapura Tangkap Dua Wanita Indonesia Bawa Uang Asing Senilai 394,4 juta Rupiah
  • Dubai Berencana Bangun Masjid Terapung Pertama di Dunia
  • Google Diselidiki DOJ AS Terkait Dugaan Pelanggaran Antimonopoli

“Tindakan balasan ini mengancam kerugian serius bagi komunitas Harvard dan negara kami, serta melemahkan misi akademis dan penelitian Harvard,” ujar Jason Newton, juru bicara universitas tersebut.

Perseteruan antara Harvard dan pemerintahan Trump telah berlangsung selama berbulan-bulan, dipicu oleh perbedaan pandangan terhadap isu keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI). Ketegangan memuncak ketika pemerintah menuduh kampus menjadi tempat berkembangnya sentimen anti-Amerika dan pro-teroris, khususnya terkait protes atas serangan militer Israel ke Gaza yang didukung oleh sebagian mahasiswa dan staf.

Gedung Putih menegaskan bahwa universitas yang menolak mematuhi tuntutan negara harus siap menerima konsekuensi. “Mereka harus menghadapi konsekuensi tindakan mereka,” tegas Abigail Jackson, juru bicara Gedung Putih.

Artikel Terkait:
  • Krisis Populasi Jepang: Sekolah Tutup Permanen
  • 240 Jurnalis Gugur di Gaza, Tertinggi Sepanjang Sejarah Perang
  • Trump Resmikan UU Stablecoin Pertama di Amerika Serikat
  • Haikal Hassan Terancam Ditangkap Otoritas Arab Saudi

Selain mencabut izin SEVP, pemerintah juga telah membekukan dana federal senilai US$ 2,2 miliar untuk Harvard, serta mengancam mencabut status bebas pajak yang selama ini dinikmati oleh kampus tersebut.

Para profesor dan pengamat pendidikan menyuarakan keprihatinan bahwa kebijakan ini dapat membahayakan reputasi Harvard sebagai pusat pendidikan global dan melemahkan posisi AS dalam kolaborasi akademik internasional.

Dengan ketegangan yang terus meningkat, masa depan mahasiswa asing di AS dan prinsip otonomi akademik menjadi semakin tidak pasti di tengah iklim politik yang semakin keras.

Jangan Lewatkan:
  • Tsunami 4 Meter Landa Rusia Akibat Gempa Dahsyat Kamchatka
  • Sekjen PBB: Upaya Pembersihan Etnis Palestina di Gaza Harus Dicegah!
  • The Fed Diperkirakan Hanya Pangkas Suku Bunga Sekali Tahun Ini
  • Dinding Biru Pompeii, Simbol Kekayaan Romawi Kuno
Donald Trump Harvard Isu Mahasiswa Internasional Keamanan Dalam Negeri AS SEVP
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
Next Article Kemenperin Genjot Parfum Halal Masuki Lima Besar Dunia

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

LPDP: Hibah atau Pinjaman?

Editorial Udex Mundzir

Asal Usul Istilah “Pedagang Kaki Lima”

Travel Assyifa

Wartawan Garda Terdepan Bela Negara di Era Informasi

Daily Tips Assyifa

Jangan Serahkan Pendidikan ke Negara yang Tak Konsisten

Editorial Udex Mundzir

Hari Dongeng Nasional 28 November

Happy Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi