Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Negara Hukum yang Sistem Hukumnya Dibuat Ruwet

Ketika Presiden Diganti, Siapa Memimpin?

Negara Hukum yang Pengadilannya Banyak, tapi Sulit Mencari Keadilan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 19 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Nigeria Geser Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan

Laporan World Giving Report 2025 tunjuk Nigeria sebagai negara paling dermawan, Indonesia turun ke posisi 21.
ErickaEricka3 Agustus 2025 Global
Nigeria
Ilustrasi Masyarakat Nigeria Dermawan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Indonesia tidak lagi menempati posisi puncak dalam daftar negara paling dermawan versi World Giving Report (WGR) 2025. Dalam laporan terbaru tersebut, Nigeria berhasil menggeser posisi Indonesia dan menempati peringkat pertama, disusul Mesir dan China. Sementara itu, Indonesia melorot ke peringkat 21 dari total 101 negara yang disurvei.

Penurunan peringkat ini dikaitkan dengan perubahan metodologi dalam laporan WGR 2025. Peneliti filantropi dari Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC), Hamid Abidin, menyebut pendekatan WGR kini lebih komprehensif dibandingkan World Giving Index (WGI) yang sebelumnya digunakan.

“World Giving Report mengukur tidak hanya frekuensi aktivitas memberi, tapi juga nilai donasi terhadap pendapatan dan keragaman saluran pemberian. Jadi pendekatannya lebih dalam dan inklusif dibanding WGI,” ujar Hamid dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/10/2025).

Dalam laporan tersebut, Nigeria menunjukkan proporsi donasi terhadap pendapatan yang tinggi dan didukung oleh sistem filantropi yang berkembang. Negara-negara di Afrika seperti Nigeria dan Mesir mendapat skor tinggi dalam indikator kepercayaan publik terhadap lembaga amal serta luasnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial.

Baca Juga:
  • Dinding Biru Pompeii, Simbol Kekayaan Romawi Kuno
  • Gua Abu Al Waul Menjadi Potensi Wisata Geologi Saudi
  • Jejak Lama Nusantara di Enam Negara Tetangga
  • Singapura Perketat Larangan Vape, Ribuan Orang Ditangkap

Menurut Hamid, kepercayaan terhadap lembaga filantropi menjadi faktor penentu dalam budaya memberi.

“Semakin tinggi kepercayaan terhadap lembaga filantropi, maka semakin tinggi pula partisipasi masyarakat dalam memberi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa negara-negara dengan kepercayaan publik yang tinggi cenderung memiliki ekosistem filantropi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Hamid juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam membangun dan menjaga ekosistem filantropi nasional.

Artikel Terkait:
  • Menag Harap Paus Leo XIV Lanjutkan Komitmen Damai
  • China Kecam Israel Atas Serangan Rumah Sakit di Gaza
  • ChatGPT Disorot, OpenAI Digugat Atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
  • Google Diselidiki DOJ AS Terkait Dugaan Pelanggaran Antimonopoli

“Kebijakan yang pro terhadap filantropi akan memperkuat motivasi dan norma sosial, serta memperluas dampak pembangunan dari sektor masyarakat,” jelasnya.

Meskipun turun secara peringkat, Indonesia tetap dianggap sebagai contoh inspiratif dalam memadukan nilai-nilai tradisi dan modernitas dalam praktik berbagi. Ia menilai bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial tetap kuat di tengah tantangan ekonomi dan sosial.

“Indonesia menunjukkan bahwa negara berkembang pun bisa memimpin dalam pembangunan sosial berbasis kedermawanan,” pungkas Hamid.

Jangan Lewatkan:
  • Direktur RS Indonesia Gugur di Gaza, DPR Desak Antisipasi Serangan Serupa
  • Trump Ubah Pentagon Jadi Departemen Perang, Sindir Xi-Putin-Kim
  • Indonesia-Malaysia Sepakat Dirikan Pusat Belajar di Sabah-Sarawak
  • Prabowo Serukan Persatuan ASEAN: Tak Kalah dengan Uni Eropa
Filantropi Global Indonesia WGI Nigeria Dermawan PIRAC World Giving Report 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTarif Transportasi Umum Jakarta Hanya Rp80 pada 17 Agustus
Next Article PDIP Tunda Pelantikan Ulang Hasto, Sekjen Dirangkap Megawati

Informasi lainnya

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026
Paling Sering Dibaca

S.K. Trimurti: Suara Perempuan Merdeka

Profil Alfi Salamah

Menembus Gelap

Travel Udex Mundzir

Koperasi Desa atau Alat Kuasa?

Editorial Udex Mundzir

Mau Upgrade Diri? Inilah 5 Buku yang Wajib Kamu Baca di Awal Tahun

Daily Tips Alfi Salamah

Tren Paylater Melonjak, Saatnya Melek Finansial

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Info Haji
Udex Mundzir5 November 2025

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Pramuka SMKN 3 Bone Gelar Laga Palang 2026

Pembangunan Pipa Gas Cisem II Capai 64 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi