Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

Pendidikan Tersedot Program MBG

LPDP: Hibah atau Pinjaman?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 3 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Nigeria Geser Indonesia Jadi Negara Paling Dermawan

Laporan World Giving Report 2025 tunjuk Nigeria sebagai negara paling dermawan, Indonesia turun ke posisi 21.
ErickaEricka3 Agustus 2025 Global
Nigeria
Ilustrasi Masyarakat Nigeria Dermawan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Indonesia tidak lagi menempati posisi puncak dalam daftar negara paling dermawan versi World Giving Report (WGR) 2025. Dalam laporan terbaru tersebut, Nigeria berhasil menggeser posisi Indonesia dan menempati peringkat pertama, disusul Mesir dan China. Sementara itu, Indonesia melorot ke peringkat 21 dari total 101 negara yang disurvei.

Penurunan peringkat ini dikaitkan dengan perubahan metodologi dalam laporan WGR 2025. Peneliti filantropi dari Public Interest Research and Advocacy Center (PIRAC), Hamid Abidin, menyebut pendekatan WGR kini lebih komprehensif dibandingkan World Giving Index (WGI) yang sebelumnya digunakan.

“World Giving Report mengukur tidak hanya frekuensi aktivitas memberi, tapi juga nilai donasi terhadap pendapatan dan keragaman saluran pemberian. Jadi pendekatannya lebih dalam dan inklusif dibanding WGI,” ujar Hamid dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/10/2025).

Dalam laporan tersebut, Nigeria menunjukkan proporsi donasi terhadap pendapatan yang tinggi dan didukung oleh sistem filantropi yang berkembang. Negara-negara di Afrika seperti Nigeria dan Mesir mendapat skor tinggi dalam indikator kepercayaan publik terhadap lembaga amal serta luasnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial.

Baca Juga:
  • Putin Terpuruk Akibat Kekalahan-Kekalahan di Ukraina.
  • ChatGPT Disorot, OpenAI Digugat Atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta
  • UK, Kanada, dan Australia Akui Kedaulatan Palestina
  • Singapura Peringatkan Risiko Perang Dunia Ketiga

Menurut Hamid, kepercayaan terhadap lembaga filantropi menjadi faktor penentu dalam budaya memberi.

“Semakin tinggi kepercayaan terhadap lembaga filantropi, maka semakin tinggi pula partisipasi masyarakat dalam memberi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa negara-negara dengan kepercayaan publik yang tinggi cenderung memiliki ekosistem filantropi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Hamid juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dalam membangun dan menjaga ekosistem filantropi nasional.

Artikel Terkait:
  • Arab Saudi Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada Minggu
  • SAKA Museum Masuk Daftar Museum Terindah Dunia 2025
  • Selandia Baru Pertimbangkan Pengakuan Terhadap Kedaulatan Palestina
  • Gempa Susulan M6,7 Guncang Hokkaido, BMKG Pastikan Indonesia Aman

“Kebijakan yang pro terhadap filantropi akan memperkuat motivasi dan norma sosial, serta memperluas dampak pembangunan dari sektor masyarakat,” jelasnya.

Meskipun turun secara peringkat, Indonesia tetap dianggap sebagai contoh inspiratif dalam memadukan nilai-nilai tradisi dan modernitas dalam praktik berbagi. Ia menilai bahwa semangat gotong royong dan solidaritas sosial tetap kuat di tengah tantangan ekonomi dan sosial.

“Indonesia menunjukkan bahwa negara berkembang pun bisa memimpin dalam pembangunan sosial berbasis kedermawanan,” pungkas Hamid.

Jangan Lewatkan:
  • Arab Saudi Dukung Penuh Muslim Demi Melindungi Identitas Islam
  • Jamdun Waspada Topan Setelah Dihantam Cuaca Panas Ekstrem
  • Alert! Ukraina Susun Serangan Besar-besaran ke Jantung Rusia
  • Erdogan Tinggalkan Ruangan saat Pidato Prabowo di KTT D-8
Filantropi Global Indonesia WGI Nigeria Dermawan PIRAC World Giving Report 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTarif Transportasi Umum Jakarta Hanya Rp80 pada 17 Agustus
Next Article PDIP Tunda Pelantikan Ulang Hasto, Sekjen Dirangkap Megawati

Informasi lainnya

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026

Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima

15 April 2026

Ketika Prostitusi Jadi Sistem Resmi

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Putra Mahkota Solo ‘Menyesal’ Bergabung dengan Republik

Editorial Udex Mundzir

Pentingnya Self-Care dan Cara Menjaganya

Opini Alfi Salamah

Thrifting: Gaya Stylish yang Ramah Lingkungan

Happy Alfi Salamah

Provokator di Balik Api Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Jamaah Laksanakan Safari Wukuf, Puskes Haji akan Skrining

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Kesehatan
Alfi Salamah10 Februari 2026

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi