Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hari Konservasi Dunia, Saatnya Menjaga Bumi

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 29 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

WHO Resmi Adopsi Kesepakatan Pandemi Global Pertama

Kesepakatan internasional ini lahir setelah tiga tahun negosiasi, bertujuan membenahi sistem kesehatan global.
ErickaEricka22 Mei 2025 Global
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jenewa – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengadopsi kesepakatan pandemi global pertama dalam sejarah, yang disahkan melalui konsensus pada Sidang Kesehatan Dunia ke-78 di Jenewa pada Selasa (20/5/2025). Perjanjian ini menjadi langkah konkret komunitas internasional dalam merespons ketimpangan dan kelemahan sistem kesehatan global yang terungkap selama pandemi COVID-19.

Adopsi kesepakatan tersebut didukung oleh 124 dari 194 negara anggota WHO, tanpa adanya penolakan, dan hanya 11 negara menyatakan abstain dalam pemungutan suara yang dilakukan sehari sebelumnya. Dokumen ini memuat prinsip-prinsip dasar dan instrumen penting untuk menjamin akses setara terhadap vaksin, obat-obatan, serta alat diagnostik selama krisis kesehatan global.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa kesepakatan ini merupakan pencapaian penting dalam upaya kolektif mempersiapkan dan merespons pandemi di masa depan. Ia menegaskan bahwa masyarakat dunia tidak boleh lagi dibiarkan dalam kondisi rawan tanpa perlindungan.

Baca Juga:
  • Indonesia Resmi Gabung WHO Kawasan Pasifik Barat
  • Isi ‘Surat Cinta’ Kim Jong Un untuk Putin
  • Papua Nugini Diguncang Gempa M 6,9
  • PUIC ke-19 Dibuka, Indonesia Tekankan Aksi Nyata untuk Palestina

“Masyarakat, negara, dan perekonomian kita tidak boleh lagi dibiarkan rentan,” ujarnya dalam pidato usai pengesahan perjanjian tersebut.

Presiden Sidang WHO 2025, Teodoro Herbosa, menyebut perjanjian ini sebagai peluang besar untuk menerapkan pelajaran dari pandemi sebelumnya. Ia menekankan pentingnya implementasi cepat sistem yang dapat menjamin akses adil terhadap teknologi medis penyelamat jiwa dalam kondisi darurat.

Kesepakatan ini tidak memberikan kewenangan pada WHO untuk mengatur kebijakan domestik masing-masing negara, seperti pemberlakuan lockdown atau mandat vaksin. Sebaliknya, perjanjian ini menegaskan kembali kedaulatan nasional dalam menentukan langkah kebijakan masing-masing negara, sambil memperkuat koordinasi internasional.

Artikel Terkait:
  • Trump Resmikan UU Stablecoin Pertama di Amerika Serikat
  • Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima
  • Arkeologi dan Narasi Manusia
  • Aksi Boikot Israel, Menambah Derita Palestine?

Langkah lanjutan yang akan dibahas adalah pengembangan sistem Akses dan Pembagian Manfaat Patogen (Pathogen Access and Benefit-Sharing/PABS). Sistem ini dipandang vital untuk menjamin akses cepat dan adil terhadap bahan biologis serta manfaat terkait selama wabah penyakit menular.

Kesepakatan pandemi global yang baru diadopsi ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi dunia dalam membangun sistem kesehatan yang lebih kuat, setara, dan tangguh menghadapi kemungkinan pandemi di masa depan.

Jangan Lewatkan:
  • Masjid di Sydney Diancam Penembakan, PM Australia Kutuk Islamofobia
  • Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah
  • Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan
  • Pramuka Indonesia Gigih Hadapi Jambore Korsel Panas
Covid-19 Kesehatan Global Kesepakatan Pandemi 2025 Organisasi Kesehatan Dunia WHO
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleNarasi Globalis dan Politik Ketakutan
Next Article Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 264 Calon Haji Nonprosedural

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

PLN Targetkan 1.100 SPKLU Baru untuk Dukung Kendaraan Listrik 2025

Techno Silva

Menjadi Bintang

Islami Syamril Al-Bugisyi

5 Tips Efektif Mengatur Waktu Selama Ramadhan

Islami Alfi Salamah

Apa yang Sebenarnya Disembunyikan dari Dana Desa?

Editorial Udex Mundzir

Menjelajahi Kuil Rubah Fushimi Inari

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

URI: Lantik Dulu, Masalah Kemudian

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi