Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 12 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jejak Kehidupan

Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi19 Januari 2025 Nasional
Prosesi Pemakaman Tokoh Nasional di Makassar
Ilustrasi Prosesi Pemakaman Tokoh Nasional di Makassar
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Makassar Ahad ini (19/01/2025) mendung disertai hujan rintik-rintik. Seolah turut berduka melepas salah satu tokohnya yang meninggal dunia sehari sebelumnya. Dialah Bapak HM. Alwi Hamu, tokoh Pers Nasional, pemilik dan pendiri Harian Fajar Group. Ribuan jamaah menyalatkan jenazahnya di Masjid Al Markaz. Ada keluarga, teman, tokoh masyarakat, pejabat, ulama, karyawan, mitra, relasi dan lainnya.

Jenazah dilepas oleh Bapak HM. Jusuf Kalla teman dekat almarhum sejak mahasiswa. Juga bersama merintis usaha, hingga masuk ke dunia politik dan pemerintahan saat pak JK menjadi Wapres. Berangkat dari Masjid Al Markaz jenazah diantar ratusan kendaraan mobil dan motor menuju Graha Pena, kantor Fajar Group. Kemudian menuju pemakaman keluarga JK di Pattene Makassar.

Semua manusia pasti akan mati. Apa saja jejak yang akan ditinggalkan setelah ruh berpisah dengan badan? Ada 5 jejak yaitu sosial, emosional, profesional, intelektual dan spiritual ibadah. Dapat disingkat dalam kata SEPI-Si yang juga bisa bermaka sepi sendiri. Kelak di alam kubur manusia sepi sendiri. Mari kita bahas satu persatu jejak tersebut.

Pertama yaitu jejak sosial. Manusia sebagai makhluk sosial dalam hidupnya pasti bertemu, berkenalan, berinteraksi, dan membangun relasi dengan orang lain. Jejak sosial indikatornya yaitu banyaknya kenalan dan relasi. Terlihat dari banyaknya orang yang ikut berduka cita, menshalatkan dan mengantar ke pemakaman. Umur yang panjang disertai pergaulan yang luas akan menghasilkan jejak sosial yang besar.

Baca Juga:
  • Program MBG Dipangkas Jadi Lima Hari Sekolah
  • Prabowo Ingin Ubah Desain Gedung Legislatif dan Yudikatif di IKN
  • Kemenag Mataram Masih Tunggu Tambahan Kuota Haji
  • Ziarah Makam Soekarno, Ganjar: Teladan Inspirasi Indonesia

Kedua yaitu jejak emosional. Ini terkait dengan emosi dan perasaan. Ada orang-orang tertentu yang sangat sedih dan merasa kehilangan seperti keluarga dekat karena ada jejak emosional yang kuat. Juga teman dekat di sekolah, tempat kerja, komunitas, warga atau siapa saja yang pernah mengalami hubungan emosional yang mendalam. Biasa terlihat ada yang menangis sedih saat melayat karena teringat kenangan bersama almarhum atau almarhumah.

Ketiga yaitu jejak profesional. Hal ini terkait dengan profesi atau pekerjaan. Jejaknya berupa riwayat posisi dan jabatan yang pernah diduduki. Jika dia pengusaha bisa berupa perusahaan yang didirikan dan dikembangkan. Jika dia aktivis sosial bisa berupa LSM, ormas, lembaga pendidikan yang didirikan dan dikembangkan. Jika dia da’i, guru/dosen bisa berupa ceramah, pelajaran di sekolah, perguruan tinggi dan masyarakat. Demikian pula profesi lain seperti politisi, dokter, akuntan, pengacara dan sebagainya. Semua punya jejaknya masing-masing.

Keempat yaitu jejak intelektual. Berupa pemikiran, ajaran, karya, produk, tulisan, metode, media dan lain sebagainya dari hasil kerja intelektual. Biasanya pekerja intelektual seperti guru, ulama’, dosen dan peneliti memiliki banyak jejak intelektual. Namun siapapun juga bisa meninggalkan jejak intelektual berupa nasehat, kata-kata inspirasi yang menarik dan membekas, mencerahkan dan menggerakkan.

Kelima yaitu jejak spiritual-ibadah. Ini terkait dengan kehidupan manusia dalam relasinya dengan Allah Sang Pencipta. Bisa berupa momen ibadah, perjalanan spiritual, pemaknaan dan penghayatan nilai-nilai transendental, renungan kehidupan setelah kematian.

Artikel Terkait:
  • John Wempi Wetipo Melayangkan Gugatan Rp23 Miliar ke RSPI
  • Menag: Santri Harus Bangga, Bukan Kelompok “The Second Population”
  • Air Bersih Bitung Tercemar Usai Gempa M7,6
  • Libur Waisak, KAI Jakarta Operasikan 444 Perjalanan KA

Jika kita ingin semua jejak sosial, emosional, profesional, dan intelektual menjadi bekal di alam kubur dan akhirat maka harus menjadi jejak spiritual-ibadah. Menjadi amal shaleh yang bernilai pahala. Syaratnya semua dilakukan ikhlas karena Allah. Muncul dari kesadaran sebagai hamba Allah dan khalifatullah di muka bumi. Juga dilakukan sesuai syariat dan aturan Allah.

Semoga kita semua dapat membangun jejak sosial, emosional, profesional dan intelektual yang baik selama hidup. Semoga semua itu dapat menjadi jejak spiritual-ibadah yang bernilai pahala sebagai teman sejati di alam kubur dan akhirat.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari, no. 6514; Muslim, no. 2960).

Jangan Lewatkan:
  • Sidang Isbat Idul Fitri 2025 Digelar 29 Maret, Pemantauan Hilal di 33 Titik
  • Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan
  • Kapolresta Tegaskan Jagung Bantarpanjang Belum Gagal
  • Ngopi Bareng Nelayan Pengaradan Brebes: Atasi Kebocoran Kapal dengan C’ketZ
HM. Alwi Hamu HM. Jusuf Kalla Jejak Kehidupan Kematian Masjid Al Markaz
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWHO: Rp163 Triliun Dibutuhkan untuk Pulihkan Gaza
Next Article Beasiswa Tasik Cerdas Diluncurkan untuk 500 Santri SMP di Tasikmalaya

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Harun Ar Rasyid: Al Qur’an dan Kuam Muslimin Ibarat Ikan dengan Air

Profil Dexpert Corp

Menunda Panggilan Haji: Benarkah Kehendak atau Keragu-raguan

Islami Alfi Salamah

Keunikan Sapaan Akrab Laki-Laki di Indonesia

Happy Udex Mundzir

Bubur Kacang Hijau: Kelezatan Tradisional Selama Puncak Haji

Islami Alfi Salamah

Narasi Dizalimi, Strategi Politik

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi