Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 5 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jejak Kehidupan

Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi19 Januari 2025 Nasional
Prosesi Pemakaman Tokoh Nasional di Makassar
Ilustrasi Prosesi Pemakaman Tokoh Nasional di Makassar
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Makassar Ahad ini (19/01/2025) mendung disertai hujan rintik-rintik. Seolah turut berduka melepas salah satu tokohnya yang meninggal dunia sehari sebelumnya. Dialah Bapak HM. Alwi Hamu, tokoh Pers Nasional, pemilik dan pendiri Harian Fajar Group. Ribuan jamaah menyalatkan jenazahnya di Masjid Al Markaz. Ada keluarga, teman, tokoh masyarakat, pejabat, ulama, karyawan, mitra, relasi dan lainnya.

Jenazah dilepas oleh Bapak HM. Jusuf Kalla teman dekat almarhum sejak mahasiswa. Juga bersama merintis usaha, hingga masuk ke dunia politik dan pemerintahan saat pak JK menjadi Wapres. Berangkat dari Masjid Al Markaz jenazah diantar ratusan kendaraan mobil dan motor menuju Graha Pena, kantor Fajar Group. Kemudian menuju pemakaman keluarga JK di Pattene Makassar.

Semua manusia pasti akan mati. Apa saja jejak yang akan ditinggalkan setelah ruh berpisah dengan badan? Ada 5 jejak yaitu sosial, emosional, profesional, intelektual dan spiritual ibadah. Dapat disingkat dalam kata SEPI-Si yang juga bisa bermaka sepi sendiri. Kelak di alam kubur manusia sepi sendiri. Mari kita bahas satu persatu jejak tersebut.

Pertama yaitu jejak sosial. Manusia sebagai makhluk sosial dalam hidupnya pasti bertemu, berkenalan, berinteraksi, dan membangun relasi dengan orang lain. Jejak sosial indikatornya yaitu banyaknya kenalan dan relasi. Terlihat dari banyaknya orang yang ikut berduka cita, menshalatkan dan mengantar ke pemakaman. Umur yang panjang disertai pergaulan yang luas akan menghasilkan jejak sosial yang besar.

Baca Juga:
  • Narkotika Zombie: Ancaman yang Melumat Otak dan Daging?
  • Driver Ojol Demo Tuntut THR, Massa SPAI Geruduk Kantor Kemnaker
  • Misa Requiem Paus Fransiskus, Menag Sampaikan Pesan Damai
  • 4 Perusahaan Terindikasi Terlibat Syarat ‘Tidur Bareng Bos’ Demi Perpanjang Kontrak

Kedua yaitu jejak emosional. Ini terkait dengan emosi dan perasaan. Ada orang-orang tertentu yang sangat sedih dan merasa kehilangan seperti keluarga dekat karena ada jejak emosional yang kuat. Juga teman dekat di sekolah, tempat kerja, komunitas, warga atau siapa saja yang pernah mengalami hubungan emosional yang mendalam. Biasa terlihat ada yang menangis sedih saat melayat karena teringat kenangan bersama almarhum atau almarhumah.

Ketiga yaitu jejak profesional. Hal ini terkait dengan profesi atau pekerjaan. Jejaknya berupa riwayat posisi dan jabatan yang pernah diduduki. Jika dia pengusaha bisa berupa perusahaan yang didirikan dan dikembangkan. Jika dia aktivis sosial bisa berupa LSM, ormas, lembaga pendidikan yang didirikan dan dikembangkan. Jika dia da’i, guru/dosen bisa berupa ceramah, pelajaran di sekolah, perguruan tinggi dan masyarakat. Demikian pula profesi lain seperti politisi, dokter, akuntan, pengacara dan sebagainya. Semua punya jejaknya masing-masing.

Keempat yaitu jejak intelektual. Berupa pemikiran, ajaran, karya, produk, tulisan, metode, media dan lain sebagainya dari hasil kerja intelektual. Biasanya pekerja intelektual seperti guru, ulama’, dosen dan peneliti memiliki banyak jejak intelektual. Namun siapapun juga bisa meninggalkan jejak intelektual berupa nasehat, kata-kata inspirasi yang menarik dan membekas, mencerahkan dan menggerakkan.

Kelima yaitu jejak spiritual-ibadah. Ini terkait dengan kehidupan manusia dalam relasinya dengan Allah Sang Pencipta. Bisa berupa momen ibadah, perjalanan spiritual, pemaknaan dan penghayatan nilai-nilai transendental, renungan kehidupan setelah kematian.

Artikel Terkait:
  • Nelayan Kali Baru Selamatkan Sapi Terdampar di Perairan Jakarta Utara
  • Perjuangan Nelayan Indonesia Hadapi Tantangan
  • Momentum Suci Air Zamzam Jamaah Haji Kembali Mengalir
  • Kebugaran Tubuh Lansia: Rahasia Menjaga Kesehatan Abadi

Jika kita ingin semua jejak sosial, emosional, profesional, dan intelektual menjadi bekal di alam kubur dan akhirat maka harus menjadi jejak spiritual-ibadah. Menjadi amal shaleh yang bernilai pahala. Syaratnya semua dilakukan ikhlas karena Allah. Muncul dari kesadaran sebagai hamba Allah dan khalifatullah di muka bumi. Juga dilakukan sesuai syariat dan aturan Allah.

Semoga kita semua dapat membangun jejak sosial, emosional, profesional dan intelektual yang baik selama hidup. Semoga semua itu dapat menjadi jejak spiritual-ibadah yang bernilai pahala sebagai teman sejati di alam kubur dan akhirat.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Yang mengikuti mayit sampai ke kubur ada tiga, dua akan kembali dan satu tetap bersamanya di kubur. Yang mengikutinya adalah keluarga, harta dan amalnya. Yang kembali adalah keluarga dan hartanya. Sedangkan yang tetap bersamanya di kubur adalah amalnya.” (HR. Bukhari, no. 6514; Muslim, no. 2960).

Jangan Lewatkan:
  • Bus Pariwisata Terperosok di Guci: Isu Anak Menarik Tuas Rem?
  • Andi Harun Wali Kota Samarinda Dukung Olahraga Wanita
  • BPPA Tetapkan Sembilan Anggota Dewan Pers 2025-2028
  • Media Asing Kaget Larangan Menstruasi di Pura Bali
HM. Alwi Hamu HM. Jusuf Kalla Jejak Kehidupan Kematian Masjid Al Markaz
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWHO: Rp163 Triliun Dibutuhkan untuk Pulihkan Gaza
Next Article Beasiswa Tasik Cerdas Diluncurkan untuk 500 Santri SMP di Tasikmalaya

Informasi lainnya

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

31 Oktober 2026

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

27 Oktober 2026

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

26 Oktober 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

19 Oktober 2026

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

17 Oktober 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Imaduddin Zanki: Pahlawan yang Mengubah Arah Sejarah Dunia Islam

Biografi Alfi Salamah

Rp8.100 per Dolar: Berkah atau Bencana?

Perspektif Udex Mundzir

Perisai Kehidupan

Islami Syamril Al-Bugisyi

Menikmati Kuliner Autentik Khas Turki, Dari Kudapan Manis hingga Minuman Tradisional

Food Alfi Salamah

Senyum Sebagai Sedekah yang Bernilai Ibadah

Islami Silva
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi