Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Elon Musk Resmi Mundur dari DOGE

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, resmi mengundurkan diri dari Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) yang dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump.
ErickaEricka29 Mei 2025 Global
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk
CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Washington DC – Elon Musk mengakhiri kiprahnya sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), sebuah lembaga bentukan Presiden Donald Trump untuk memangkas pemborosan dan merampingkan birokrasi federal. Musk menyampaikan keputusannya mundur melalui akun X pribadinya pada Rabu (28/5/2025), setelah 130 hari menjabat.

Musk mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan dan menyebut DOGE sebagai proyek yang akan terus berkembang menjadi gaya kerja baru pemerintahan AS. Namun, kepergian Musk memunculkan spekulasi, mengingat beberapa hari sebelumnya ia secara terbuka mengkritik rancangan undang-undang pajak Trump yang dianggapnya terlalu mahal dan bertentangan dengan semangat efisiensi lembaga yang ia pimpin.

Mengutip laporan Reuters, pengunduran diri Musk terjadi tanpa dialog langsung dengan Presiden Trump. Keputusan disebut berasal dari lingkup staf senior setelah beberapa perbedaan kebijakan mencuat ke permukaan, termasuk perselisihan antara Musk dan penasihat perdagangan Gedung Putih, Peter Navarro.

Selama menjabat, Musk dan timnya telah melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap pegawai negeri sipil di AS, dengan total pengurangan sekitar 260 ribu pekerja atau 12 persen dari seluruh staf federal. Pemangkasan ini dilakukan melalui berbagai skema seperti pensiun dini dan pembelian masa kerja.

Baca Juga:
  • ASEAN Sepakati 8 Poin Deklarasi Kuala Lumpur di KTT ke-46
  • Erdogan Walk Out saat Prabowo Berpidato di KTT D-8, Ini Penjelasannya
  • Trump Desak Israel Hentikan Proses Hukum Netanyahu
  • Mantan Presiden AS Jimmy Carter Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun

Gedung Putih menegaskan bahwa meskipun Musk mundur, misi DOGE akan tetap dilanjutkan. “Misi DOGE akan terus menguat sebagai budaya kerja baru dalam pemerintahan,” sebut pernyataan resmi.

Sementara itu, langkah politik Musk menuai reaksi dari sejumlah pemegang saham Tesla yang meminta agar ia lebih fokus mengurus perusahaan. Kekhawatiran muncul setelah penjualan dan harga saham Tesla menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Meski sebelumnya menyumbang hampir US$300 juta untuk mendukung kampanye Partai Republik dan Presiden Trump, Musk belakangan menyatakan akan membatasi dukungan finansialnya untuk politik.

Artikel Terkait:
  • Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam
  • Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia
  • Papua Nugini Diguncang Gempa M 6,9
  • Korban Gempa Vanuatu Terus Bertambah, Operasi Penyelamatan Berlanjut

“Saya rasa saya sudah cukup banyak berkontribusi,” kata Musk dalam sebuah forum ekonomi di Qatar awal bulan ini.

Kepergian Musk dari DOGE menandai babak baru hubungan antara sektor swasta dan pemerintahan AS, sekaligus menunjukkan tantangan nyata dalam upaya merombak birokrasi federal secara masif.

Jangan Lewatkan:
  • AS Lepas 172 Juta Barel Minyak Dampak Konflik Timur Tengah
  • UK, Kanada, dan Australia Akui Kedaulatan Palestina
  • Trump Somasi CNN dan NYT Usai Laporan Nuklir Iran Bocor
  • Enam Negara Putuskan Idulfitri Jatuh pada 31 Maret 2025
DOGE Donald Trump Efisiensi Pemerintah AS Elon Musk Pemerintahan Trump
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKemenpar Gandeng Prancis Genjot Kunjungan Wisatawan
Next Article Libur Panjang Mei, 603 Ribu Tiket Kereta Terjual

Informasi lainnya

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026

Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU

18 April 2026

Bukan Sekadar Menang, Tapi Diterima

15 April 2026

Ketika Prostitusi Jadi Sistem Resmi

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Keberkahan Terbang Bersama: Memohon Doa Jamaah Haji

Islami Alfi Salamah

Peran dan Pengaruh Kucing dalam Film, Buku, dan Musik

Opini Alfi Salamah

Golkar di Persimpangan Jalan

Editorial Udex Mundzir

Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025

Happy Assyifa

Hukum Berhubungan Suami Istri Malam Idulfitri

Islami Ericka
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi