Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam

Krisis geopolitik memicu gangguan pasokan energi, membuat harga bahan bakar di Asia Tenggara melonjak drastis.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 Maret 2026 Global
Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam
SPBU Caltex di Singapura (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bangkok – Seperti efek domino yang tak terhindarkan, konflik militer di Timur Tengah mulai mengguncang sektor energi Asia Tenggara. Thailand menghadapi kelangkaan pasokan, sementara Singapura mencatat lonjakan harga bahan bakar hingga menembus rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu kekhawatiran global terhadap distribusi energi, khususnya jalur minyak strategis. Dampaknya mulai terasa pada Rabu (18/03/2026), ketika sejumlah negara di Asia Tenggara melaporkan gangguan pasokan dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Di Thailand, harga solar dilaporkan naik sekitar 4 hingga 5 baht per liter, dipicu oleh kekhawatiran terganggunya rantai distribusi akibat konflik berkepanjangan.

“Bagi masyarakat tidak akan ada kekurangan minyak, tetapi mungkin akan ada dampak pada harga,” ujar Chaiyong Maneerungsakul, anggota Senat Thailand, dalam keterangannya pada Rabu (18/03/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun stok nasional masih terjaga, tekanan harga menjadi konsekuensi yang sulit dihindari. Di sejumlah wilayah Thailand bagian utara dan selatan, pasokan dari depot mengalami penurunan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat. Kondisi ini memicu antrean panjang di SPBU, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan kehabisan jenis BBM tertentu seperti Gasohol E85 dan E91.

Baca Juga:
  • Direktur Jenderal Kominfo Ingatkan Bahaya Deepfake AI dalam Pemilu 2024
  • WHO: Rp163 Triliun Dibutuhkan untuk Pulihkan Gaza
  • Harga BBM Melonjak, Warga Nairobi Serbu SPBU
  • Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Seorang pemilik SPBU di Mae Hong Son, Adul Payomdong, mengaku sempat mempertimbangkan untuk menghentikan penjualan sementara karena tidak mampu bersaing dengan harga dari jaringan besar.

“Saya berencana untuk menangguhkan penjualan BBM sementara karena kami tidak dapat bersaing dengan harga SPBU besar. Tetapi pelanggan tetap kami mengatakan mereka bersedia untuk terus membeli meskipun harganya disesuaikan,” ungkapnya.

Di wilayah perbatasan seperti Tachileik, situasi bahkan lebih kompleks. Harga BBM eceran dalam kemasan botol melonjak tajam, sementara volume penjualan justru dikurangi. Pemerintah setempat pun mengambil langkah pembatasan pembelian dan pengurangan jam operasional SPBU untuk menjaga stabilitas distribusi.

Sementara itu, Singapura mengalami tekanan dari sisi harga. Operator SPBU besar menaikkan harga BBM jenis RON 95 hingga setara lebih dari Rp58 ribu per liter, melampaui rekor yang sebelumnya tercatat pada 2022 saat konflik Rusia-Ukraina memuncak. Fluktuasi harga di negara tersebut juga tergolong tinggi, dengan penyesuaian yang dapat terjadi beberapa kali dalam sehari mengikuti dinamika pasar global.

Artikel Terkait:
  • Kemlu Dampingi 87 Mahasiswa RI Terdampak Larangan Harvard
  • Singapura Perketat Larangan Vape, Ribuan Orang Ditangkap
  • TikTok Resmi Ditutup di AS Mulai Minggu, Pengguna Beralih ke RedNote
  • WHO Resmi Adopsi Kesepakatan Pandemi Global Pertama

Kenaikan harga ini mencerminkan sensitivitas tinggi pasar energi terhadap konflik geopolitik. Jalur distribusi minyak global yang terganggu membuat negara-negara importir harus menyesuaikan harga domestik dengan cepat.

Selain berdampak pada sektor transportasi, lonjakan harga BBM juga berpotensi meningkatkan biaya logistik dan harga barang kebutuhan pokok. Jika konflik terus berlanjut, tekanan inflasi di kawasan Asia Tenggara diperkirakan akan semakin meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

Secara keseluruhan, situasi ini menunjukkan betapa eratnya keterkaitan antara stabilitas geopolitik global dan ketahanan energi regional. Negara-negara di Asia Tenggara kini dihadapkan pada tantangan untuk menjaga pasokan sekaligus mengendalikan dampak ekonomi yang ditimbulkan.

Jangan Lewatkan:
  • Mantan Presiden AS Jimmy Carter Meninggal Dunia di Usia 100 Tahun
  • Terusan Korintus, Mimpi Kuno yang Tertunda 25 Abad
  • Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,4 di Kamchatka Rusia
  • Trump Somasi CNN dan NYT Usai Laporan Nuklir Iran Bocor
Asia Tenggara Harga BBM Konflik Timur Tengah Krisis Energi Singapura Thailand
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam
Next Article Hilal Dipantau di 117 Titik, Lebaran Segera Ditetapkan

Informasi lainnya

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

25 Juni 2026

Jangan Lewatkan! Fenomena Matahari Tepat di Atas Ka’bah

26 Mei 2026

Penembak Gedung Putih Pernah Ancam Trump

24 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Invasi Teluk Babi, Gagalnya Strategi dan Luka Sejarah

19 April 2026

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan

Islami Lina Marlina

Belva Devara: Anak Bangsa Pelopor Pendidikan Digital

Biografi Alfi Salamah

Gratis Ongkir Dibatasi, Saatnya Bisnis Logistik Lebih Sehat

Bisnis Ericka

Kesenjangan di Balik Ketentuan Gaji Dosen PTS

Editorial Udex Mundzir

Apa yang Sebenarnya Disembunyikan dari Dana Desa?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi