Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 2 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

Peran pesantren dalam transisi energi berkeadilan semakin kuat melalui pendekatan dakwah ekologis dan pembiasaan santri.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 Maret 2026 Lingkungan
Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam
Pemerintah mempercepat proyek-proyek EBT seperti bioenergi dan pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Seperti mata air yang tak pernah kering, pesantren kini mengalirkan semangat baru dalam upaya transisi energi berkeadilan di Indonesia. Tak sekadar mengandalkan teknologi, pendekatan berbasis nilai keagamaan justru menjadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.

Hal ini mengemuka dalam diskusi daring bertajuk “Pesantren Pelopor Transisi Energi Berkeadilan” yang digelar pada Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Institute for Essential Services Reform (IESR) bersama GreenFaith Indonesia itu menyoroti pentingnya eco-teologi, yakni pemahaman ajaran agama yang menempatkan manusia sebagai penjaga bumi. Dalam konteks ini, penggunaan energi bersih bukan hanya soal efisiensi, melainkan juga tanggung jawab moral.

“Yang paling penting adalah perubahan kebiasaan. Kalau ingin pesantren lebih ramah lingkungan, maka perilaku hemat energi dan peduli lingkungan harus jadi bagian dari keseharian,” ujar Dr. Sudarto M. Abukasim dalam diskusi tersebut.

Ia menjelaskan, langkah awal yang dapat dilakukan pesantren adalah menerapkan efisiensi energi. Selain mudah diterapkan, penghematan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi yang dapat dialihkan untuk investasi energi terbarukan.

Baca Juga:
  • DPR Desak Pemulihan Tambang Nikel Usai Izin Dicabut
  • Penajam: Desa-Desa Masuk IKN, Butuh Solusi Adil
  • Pj Gubernur DKI dan Dishub Bahas Jam Kerja 2 Sesi untuk Redakan Kemacetan
  • Supermoon Akhir Mei Diprediksi Picu Rob di Pesisir Utara Jawa

Lebih lanjut, Sudarto menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat dakwah ekologis. Hal itu dapat diwujudkan melalui praktik langsung seperti penggunaan panel surya, efisiensi listrik, hingga pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

Namun demikian, ia menyoroti masih minimnya data terkait penggunaan energi dan emisi di lingkungan pesantren. “Selama ini data penggunaan energi dan emisi di pesantren masih sangat terbatas. Padahal, dengan data kita bisa menunjukkan dampak nyata dan mengajak lebih banyak pihak terlibat,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana dari Pesantren Al-Yasini Pasuruan menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini. Menurutnya, sistem kehidupan 24 jam di pesantren memungkinkan internalisasi nilai-nilai ekologis secara berkelanjutan.

“Santri hidup di pesantren selama 24 jam. Apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari akan membentuk kebiasaan mereka. Ketika pulang, mereka akan membawa nilai itu ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan eco-pesantren bisa dimulai dari langkah sederhana seperti pengelolaan sampah, penghematan energi, hingga pemanfaatan potensi lokal untuk kemandirian energi komunitas.

Artikel Terkait:
  • Gubernur Jabar Menangis, Alih Fungsi Lahan di Puncak Bogor Disorot
  • Menghindari Pelanggaran dan Mencegah Viralitas: Kapolda Metro Jaya Mengingatkan Jajarannya untuk Disiplin
  • BNPB Minta Evaluasi Sistem Peringatan Tsunami Daerah
  • Bima Arya Curhat Kemacetan Bogor pada Heru Budi di Balai Kota DKI

Di sisi lain, praktik nyata juga telah dilakukan oleh Pesantren Muhammadiyah Kudus. Sejak 2024, pesantren tersebut memanfaatkan biogas dan panel surya yang mampu menekan biaya listrik hingga sekitar 40 persen.

“Selain menghemat biaya, ini juga menjadi pembelajaran bagi santri tentang pentingnya energi bersih,” ujar Oemar Teguh S. Laksana.

Menutup diskusi, M. Maghribul Falah menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Ia menyebut, dampak terbesar terhadap alam justru berasal dari aktivitas bersama, sehingga upaya perbaikan harus dilakukan secara kolektif pula.

Dengan berkembangnya berbagai inisiatif berbasis komunitas ini, pesantren diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam transisi energi berkeadilan. Selain itu, peran mereka juga dinilai penting dalam memperkuat kesadaran ekologis masyarakat secara luas melalui pendekatan dakwah yang kontekstual dan berkelanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • BPBD DKI Umumkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta 5-9 Mei 2023
  • Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025
  • Pemerintah Cabut 4 IUP Tambang Nikel di Raja Ampat
  • Limbah Kelapa Muda Menumpuk, Teh Ros Tawarkan Gratis

Dakwah Ekologis Energi terbarukan Islam Lingkungan Pesantren Hijau Transisi Energi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAnalisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat
Next Article Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Memahami Etika Tak Tertulis di Masyarakat

Daily Tips Alfi Salamah

Tantangannya Kebocoran Data Pribadi

Editorial Udex Mundzir

Sadar MIMPI

Islami Syamril Al-Bugisyi

Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi

Editorial Udex Mundzir

Orde Baru Jauh Lebih Baik

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Malaysia Susah Payah Kalahkan Timor Leste di Piala AFF

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi