Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 22 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

Peran pesantren dalam transisi energi berkeadilan semakin kuat melalui pendekatan dakwah ekologis dan pembiasaan santri.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 Maret 2026 Lingkungan
Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam
Pemerintah mempercepat proyek-proyek EBT seperti bioenergi dan pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Seperti mata air yang tak pernah kering, pesantren kini mengalirkan semangat baru dalam upaya transisi energi berkeadilan di Indonesia. Tak sekadar mengandalkan teknologi, pendekatan berbasis nilai keagamaan justru menjadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.

Hal ini mengemuka dalam diskusi daring bertajuk “Pesantren Pelopor Transisi Energi Berkeadilan” yang digelar pada Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Institute for Essential Services Reform (IESR) bersama GreenFaith Indonesia itu menyoroti pentingnya eco-teologi, yakni pemahaman ajaran agama yang menempatkan manusia sebagai penjaga bumi. Dalam konteks ini, penggunaan energi bersih bukan hanya soal efisiensi, melainkan juga tanggung jawab moral.

“Yang paling penting adalah perubahan kebiasaan. Kalau ingin pesantren lebih ramah lingkungan, maka perilaku hemat energi dan peduli lingkungan harus jadi bagian dari keseharian,” ujar Dr. Sudarto M. Abukasim dalam diskusi tersebut.

Ia menjelaskan, langkah awal yang dapat dilakukan pesantren adalah menerapkan efisiensi energi. Selain mudah diterapkan, penghematan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi yang dapat dialihkan untuk investasi energi terbarukan.

Baca Juga:
  • Pupuk Kaltim Menangkan Penghargaan AREA 2023: Inovasi Kitosan Cair Limbah Cangkang Rajungan
  • Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis
  • BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari
  • Menteri ESDM Hentikan Tambang Nikel di Raja Ampat Milik Antam

Lebih lanjut, Sudarto menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat dakwah ekologis. Hal itu dapat diwujudkan melalui praktik langsung seperti penggunaan panel surya, efisiensi listrik, hingga pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

Namun demikian, ia menyoroti masih minimnya data terkait penggunaan energi dan emisi di lingkungan pesantren. “Selama ini data penggunaan energi dan emisi di pesantren masih sangat terbatas. Padahal, dengan data kita bisa menunjukkan dampak nyata dan mengajak lebih banyak pihak terlibat,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana dari Pesantren Al-Yasini Pasuruan menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini. Menurutnya, sistem kehidupan 24 jam di pesantren memungkinkan internalisasi nilai-nilai ekologis secara berkelanjutan.

“Santri hidup di pesantren selama 24 jam. Apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari akan membentuk kebiasaan mereka. Ketika pulang, mereka akan membawa nilai itu ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan eco-pesantren bisa dimulai dari langkah sederhana seperti pengelolaan sampah, penghematan energi, hingga pemanfaatan potensi lokal untuk kemandirian energi komunitas.

Artikel Terkait:
  • Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno
  • Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter
  • UI Edukasi Bahaya Limbah Minyak Jelantah kepada Siswa SD
  • El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

Di sisi lain, praktik nyata juga telah dilakukan oleh Pesantren Muhammadiyah Kudus. Sejak 2024, pesantren tersebut memanfaatkan biogas dan panel surya yang mampu menekan biaya listrik hingga sekitar 40 persen.

“Selain menghemat biaya, ini juga menjadi pembelajaran bagi santri tentang pentingnya energi bersih,” ujar Oemar Teguh S. Laksana.

Menutup diskusi, M. Maghribul Falah menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Ia menyebut, dampak terbesar terhadap alam justru berasal dari aktivitas bersama, sehingga upaya perbaikan harus dilakukan secara kolektif pula.

Dengan berkembangnya berbagai inisiatif berbasis komunitas ini, pesantren diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam transisi energi berkeadilan. Selain itu, peran mereka juga dinilai penting dalam memperkuat kesadaran ekologis masyarakat secara luas melalui pendekatan dakwah yang kontekstual dan berkelanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • Pemerintah Cabut 4 IUP Tambang Nikel di Raja Ampat
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat
  • BMKG Cabut Peringatan Tsunami Usai Gempa Kamchatka
  • Ancaman Karhutla Masih Tinggi, BMKG Minta Satgas Siaga hingga Agustus

Dakwah Ekologis Energi terbarukan Islam Lingkungan Pesantren Hijau Transisi Energi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAnalisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat
Next Article Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam

Informasi lainnya

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026
Paling Sering Dibaca

RK vs Lisa: Viral yang Disusun Rapi

Editorial Udex Mundzir

Pesona Kawaguchiko dengan Latar Gunung Fuji

Travel Alfi Salamah

Dalam Diam, Tumbuh Arah

Profil Lisda Lisdiawati

Tips Mengatasi Demam Setelah Puncak Haji untuk Jamaah

Islami Alfi Salamah

Ribuan Jamaah Haji Terjangkit ISPA, KKHI Mendorong Kepatuhan Prokes

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi