Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 11 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

Peran pesantren dalam transisi energi berkeadilan semakin kuat melalui pendekatan dakwah ekologis dan pembiasaan santri.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 Maret 2026 Lingkungan
Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam
Pemerintah mempercepat proyek-proyek EBT seperti bioenergi dan pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Seperti mata air yang tak pernah kering, pesantren kini mengalirkan semangat baru dalam upaya transisi energi berkeadilan di Indonesia. Tak sekadar mengandalkan teknologi, pendekatan berbasis nilai keagamaan justru menjadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.

Hal ini mengemuka dalam diskusi daring bertajuk “Pesantren Pelopor Transisi Energi Berkeadilan” yang digelar pada Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Institute for Essential Services Reform (IESR) bersama GreenFaith Indonesia itu menyoroti pentingnya eco-teologi, yakni pemahaman ajaran agama yang menempatkan manusia sebagai penjaga bumi. Dalam konteks ini, penggunaan energi bersih bukan hanya soal efisiensi, melainkan juga tanggung jawab moral.

“Yang paling penting adalah perubahan kebiasaan. Kalau ingin pesantren lebih ramah lingkungan, maka perilaku hemat energi dan peduli lingkungan harus jadi bagian dari keseharian,” ujar Dr. Sudarto M. Abukasim dalam diskusi tersebut.

Ia menjelaskan, langkah awal yang dapat dilakukan pesantren adalah menerapkan efisiensi energi. Selain mudah diterapkan, penghematan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi yang dapat dialihkan untuk investasi energi terbarukan.

Baca Juga:
  • Sikat Gigi: Kontributor Tersembunyi Krisis Iklim
  • El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
  • Gen Z, Pilar Baru Gerakan Lingkungan Global
  • Kasus Radiasi Cikande Masuk Tahap Penyidikan, PT PMT Dianggap Lalai

Lebih lanjut, Sudarto menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat dakwah ekologis. Hal itu dapat diwujudkan melalui praktik langsung seperti penggunaan panel surya, efisiensi listrik, hingga pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

Namun demikian, ia menyoroti masih minimnya data terkait penggunaan energi dan emisi di lingkungan pesantren. “Selama ini data penggunaan energi dan emisi di pesantren masih sangat terbatas. Padahal, dengan data kita bisa menunjukkan dampak nyata dan mengajak lebih banyak pihak terlibat,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana dari Pesantren Al-Yasini Pasuruan menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini. Menurutnya, sistem kehidupan 24 jam di pesantren memungkinkan internalisasi nilai-nilai ekologis secara berkelanjutan.

“Santri hidup di pesantren selama 24 jam. Apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari akan membentuk kebiasaan mereka. Ketika pulang, mereka akan membawa nilai itu ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan eco-pesantren bisa dimulai dari langkah sederhana seperti pengelolaan sampah, penghematan energi, hingga pemanfaatan potensi lokal untuk kemandirian energi komunitas.

Artikel Terkait:
  • AS Proyeksikan Kapasitas Pembangkit Listrik Batu Bara Turun Lebih dari Setengah Pada 2050
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025
  • Inovasi Panel Surya Ramah Lingkungan Putra Bojonegoro
  • Indonesia Dinilai Kurang Serius Atasi Polusi Plastik

Di sisi lain, praktik nyata juga telah dilakukan oleh Pesantren Muhammadiyah Kudus. Sejak 2024, pesantren tersebut memanfaatkan biogas dan panel surya yang mampu menekan biaya listrik hingga sekitar 40 persen.

“Selain menghemat biaya, ini juga menjadi pembelajaran bagi santri tentang pentingnya energi bersih,” ujar Oemar Teguh S. Laksana.

Menutup diskusi, M. Maghribul Falah menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Ia menyebut, dampak terbesar terhadap alam justru berasal dari aktivitas bersama, sehingga upaya perbaikan harus dilakukan secara kolektif pula.

Dengan berkembangnya berbagai inisiatif berbasis komunitas ini, pesantren diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam transisi energi berkeadilan. Selain itu, peran mereka juga dinilai penting dalam memperkuat kesadaran ekologis masyarakat secara luas melalui pendekatan dakwah yang kontekstual dan berkelanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • BMKG Ingatkan Hujan Lebat 15-21 Februari
  • KLH Dorong Pembatasan Impor Plastik Virgin Demi Kurangi Sampah
  • Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh
  • BNPB Tolak Bantuan Asing, Penanganan Karhutla Dianggap Masih Terkendali

Dakwah Ekologis Energi terbarukan Islam Lingkungan Pesantren Hijau Transisi Energi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAnalisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat
Next Article Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Adab Bertemu Guru dalam Islam

Islami Assyifa

Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?

Opini Alfi Salamah

Peran dan Pengaruh Kucing dalam Film, Buku, dan Musik

Opini Alfi Salamah

Ijazah Jokowi dan Dagelan Akademik

Editorial Udex Mundzir

Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat

Opini Alfi Salamah
Berita Lainnya
Nasional
Ericka3 Mei 2025

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi