Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

Peran pesantren dalam transisi energi berkeadilan semakin kuat melalui pendekatan dakwah ekologis dan pembiasaan santri.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 Maret 2026 Lingkungan
Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam
Pemerintah mempercepat proyek-proyek EBT seperti bioenergi dan pembangunan pembangkit listrik ramah lingkungan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Seperti mata air yang tak pernah kering, pesantren kini mengalirkan semangat baru dalam upaya transisi energi berkeadilan di Indonesia. Tak sekadar mengandalkan teknologi, pendekatan berbasis nilai keagamaan justru menjadi kekuatan utama dalam mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.

Hal ini mengemuka dalam diskusi daring bertajuk “Pesantren Pelopor Transisi Energi Berkeadilan” yang digelar pada Selasa (17/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Institute for Essential Services Reform (IESR) bersama GreenFaith Indonesia itu menyoroti pentingnya eco-teologi, yakni pemahaman ajaran agama yang menempatkan manusia sebagai penjaga bumi. Dalam konteks ini, penggunaan energi bersih bukan hanya soal efisiensi, melainkan juga tanggung jawab moral.

“Yang paling penting adalah perubahan kebiasaan. Kalau ingin pesantren lebih ramah lingkungan, maka perilaku hemat energi dan peduli lingkungan harus jadi bagian dari keseharian,” ujar Dr. Sudarto M. Abukasim dalam diskusi tersebut.

Ia menjelaskan, langkah awal yang dapat dilakukan pesantren adalah menerapkan efisiensi energi. Selain mudah diterapkan, penghematan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi yang dapat dialihkan untuk investasi energi terbarukan.

Baca Juga:
  • Larangan Baru di Bandara Terkenal Eropa Menjadi Sorotan!
  • Mahasiswa Geruduk Gedung Dewan, Tuntut Tambang Ilegal Ditutup
  • Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?
  • Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan

Lebih lanjut, Sudarto menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat dakwah ekologis. Hal itu dapat diwujudkan melalui praktik langsung seperti penggunaan panel surya, efisiensi listrik, hingga pengelolaan lingkungan berbasis komunitas.

Namun demikian, ia menyoroti masih minimnya data terkait penggunaan energi dan emisi di lingkungan pesantren. “Selama ini data penggunaan energi dan emisi di pesantren masih sangat terbatas. Padahal, dengan data kita bisa menunjukkan dampak nyata dan mengajak lebih banyak pihak terlibat,” katanya.

Sementara itu, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana dari Pesantren Al-Yasini Pasuruan menekankan pentingnya pembentukan karakter sejak dini. Menurutnya, sistem kehidupan 24 jam di pesantren memungkinkan internalisasi nilai-nilai ekologis secara berkelanjutan.

“Santri hidup di pesantren selama 24 jam. Apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari akan membentuk kebiasaan mereka. Ketika pulang, mereka akan membawa nilai itu ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan eco-pesantren bisa dimulai dari langkah sederhana seperti pengelolaan sampah, penghematan energi, hingga pemanfaatan potensi lokal untuk kemandirian energi komunitas.

Artikel Terkait:
  • Supermoon Akhir Mei Diprediksi Picu Rob di Pesisir Utara Jawa
  • Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?
  • Ekoenzim Lawan Limbah Binatu
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat

Di sisi lain, praktik nyata juga telah dilakukan oleh Pesantren Muhammadiyah Kudus. Sejak 2024, pesantren tersebut memanfaatkan biogas dan panel surya yang mampu menekan biaya listrik hingga sekitar 40 persen.

“Selain menghemat biaya, ini juga menjadi pembelajaran bagi santri tentang pentingnya energi bersih,” ujar Oemar Teguh S. Laksana.

Menutup diskusi, M. Maghribul Falah menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Ia menyebut, dampak terbesar terhadap alam justru berasal dari aktivitas bersama, sehingga upaya perbaikan harus dilakukan secara kolektif pula.

Dengan berkembangnya berbagai inisiatif berbasis komunitas ini, pesantren diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam transisi energi berkeadilan. Selain itu, peran mereka juga dinilai penting dalam memperkuat kesadaran ekologis masyarakat secara luas melalui pendekatan dakwah yang kontekstual dan berkelanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • Jakarta Peringkat 45 Kota Paling Berpolusi di Dunia
  • Menteri LH Percepat Daur Ulang untuk Atasi Sampah Plastik
  • Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025
  • SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Dakwah Ekologis Energi terbarukan Islam Lingkungan Pesantren Hijau Transisi Energi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAnalisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat
Next Article Dampak Konflik Timur Tengah, BBM Asia Naik Tajam

Informasi lainnya

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Polres Sampang Kecolongan

Editorial Udex Mundzir

Mindset Hack to Stop Overthinking

Happy Assyifa

Garuda Diselamatkan, Tapi Sampai Kapan?

Editorial Udex Mundzir

Perselisihan Jabatan dan Integritas Pilkada

Editorial Udex Mundzir

Tombol Motivasi

Refleksi Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi