Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat

Perhitungan astronomi Bosscha ITB menunjukkan posisi hilal Idulfitri 2026 berada dalam kondisi visibilitas yang sangat rendah.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 Maret 2026 Nasional
Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat
Situasi di Oberservatorium Bosscha di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung Barat – Langit senja menyimpan teka-teki, begitulah gambaran situasi hilal menjelang Idulfitri 2026. Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan bahwa posisi bulan sabit muda pada penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah berada dalam kondisi yang sulit diamati dari Indonesia.

Berdasarkan kajian astronomi yang dirilis pada Rabu (18/03/2026), pemantauan hilal yang akan dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026 atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H menghadapi tantangan signifikan.

Secara geometris, posisi Bulan sangat dekat dengan Matahari di ufuk barat saat terbenam. Elongasi geosentrik tercatat hanya berkisar 4,6 hingga 6,2 derajat, sedangkan elongasi toposentrik berada pada rentang 4,0 hingga 5,5 derajat di wilayah Indonesia.

Selain itu, ketinggian hilal juga sangat rendah, yakni hanya berada di kisaran 0 hingga 3 derajat di atas ufuk, khususnya di Indonesia bagian barat. Kondisi ini membuat peluang terlihatnya hilal sangat bergantung pada faktor non-astronomis seperti kejernihan atmosfer, tingkat polusi udara, hingga kecanggihan alat observasi yang digunakan.

Baca Juga:
  • Aturan Baru Batasi Medsos Anak Mulai Berlaku
  • Kedatangan 7 Kloter 6.983 Jamaah dan Petugas Haji ke Madinah
  • Hijrah dari Superman atau Superwoman ke Superteam
  • Warga Wunut Meriahkan HUT RI ke-78 dengan Bari’an Merdeka 1000 Tupeng Cobek

“Lokasi Aceh dipilih karena berada di ambang batas kriteria visibilitas hilal yang saat ini digunakan, sehingga penting untuk menguji secara langsung melalui observasi lapangan,” ungkap tim Observatorium Bosscha dalam keterangannya.

Untuk memastikan data yang akurat, tim astronom Bosscha akan melakukan pemantauan langsung di Lembang, Bandung Barat. Selain itu, pengamatan juga dilakukan di Observatorium Lhok Nga, Aceh, dengan dukungan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Wilayah Aceh dinilai strategis karena memiliki parameter posisi Bulan yang berada di batas minimal kemungkinan terlihatnya hilal.

Upaya observasi ini menjadi bagian penting dalam verifikasi kriteria visibilitas hilal yang selama ini digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Dengan pendekatan ilmiah tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif terkait kemungkinan rukyatul hilal.

Meski demikian, hasil perhitungan astronomi ini tidak serta-merta menjadi penentu resmi awal Syawal. Pemerintah melalui Kemenag tetap akan menetapkan 1 Syawal 1447 H melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan hasil rukyat di berbagai titik pemantauan serta data hisab yang telah dihimpun.

Artikel Terkait:
  • Meta Jadi Platform Utama Penyebaran Konten Judol di Indonesia
  • Wartawan Sambut Positif Dialog Terbuka Erick Thohir di Kemenpora
  • Pemerintah Siapkan Rp 48,8 Triliun untuk Lanjutkan Pembangunan IKN
  • BMKG Imbau Pemudik Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran

Situasi ini membuka kemungkinan adanya perbedaan penetapan hari raya, tergantung pada hasil pengamatan langsung di lapangan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penentuan Hari Raya Idulfitri 2026.

Pada akhirnya, perpaduan antara ilmu astronomi dan observasi langsung menjadi kunci dalam memastikan akurasi penentuan awal bulan Syawal, sekaligus menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah umat Islam di Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Nasib Honorer Tidak Lolos PPPK: Pekerja Paruh Waktu Jadi Solusi
  • Jejak Sejarah Muslim di Buleleng Bali
  • UNESCO: Hari Lahir Pahlawan Indonesia Sebagai Perayaan Internasional
  • Komdigi Ancam Blokir 36 PSE Global, Termasuk Nike dan Google
Hilal 2026 Idulfitri 1447 H Observatorium Bosscha Rukyatul Hilal Sidang Isbat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRelawan Muda di Arus Mudik
Next Article Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Serangan Fajar: Hari Tenang yang Tak Tenang

Editorial Udex Mundzir

Isu, Skandal, dan Politik Panggung

Editorial Udex Mundzir

Risma Nurrohmah, Empati yang Menjadi Strategi

Profil Adit Musthofa

B.J. Habibie: Arsitek Kebebasan Pers Indonesia

Profil Ericka

Keutamaan Puasa Arafah, Ampunan Dosa dan Keselamatan dari Neraka

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi