Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 2 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat

Perhitungan astronomi Bosscha ITB menunjukkan posisi hilal Idulfitri 2026 berada dalam kondisi visibilitas yang sangat rendah.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 Maret 2026 Nasional
Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat
Situasi di Oberservatorium Bosscha di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung Barat – Langit senja menyimpan teka-teki, begitulah gambaran situasi hilal menjelang Idulfitri 2026. Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan bahwa posisi bulan sabit muda pada penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah berada dalam kondisi yang sulit diamati dari Indonesia.

Berdasarkan kajian astronomi yang dirilis pada Rabu (18/03/2026), pemantauan hilal yang akan dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026 atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H menghadapi tantangan signifikan.

Secara geometris, posisi Bulan sangat dekat dengan Matahari di ufuk barat saat terbenam. Elongasi geosentrik tercatat hanya berkisar 4,6 hingga 6,2 derajat, sedangkan elongasi toposentrik berada pada rentang 4,0 hingga 5,5 derajat di wilayah Indonesia.

Selain itu, ketinggian hilal juga sangat rendah, yakni hanya berada di kisaran 0 hingga 3 derajat di atas ufuk, khususnya di Indonesia bagian barat. Kondisi ini membuat peluang terlihatnya hilal sangat bergantung pada faktor non-astronomis seperti kejernihan atmosfer, tingkat polusi udara, hingga kecanggihan alat observasi yang digunakan.

Baca Juga:
  • Gempa Magnitudo 5,4: BPBD Pandeglang Himbau Tetap Waspada
  • Pemerintah Rancang Revisi Besar Catatan Sejarah Indonesia
  • Kementrans Targetkan 2.895 Sertifikat Tanah Transmigrasi Terbit Juli
  • Pelantikan Rudi Susanto Jadi Stafsus Komdigi, Netizen Pertanyakan Identitas

“Lokasi Aceh dipilih karena berada di ambang batas kriteria visibilitas hilal yang saat ini digunakan, sehingga penting untuk menguji secara langsung melalui observasi lapangan,” ungkap tim Observatorium Bosscha dalam keterangannya.

Untuk memastikan data yang akurat, tim astronom Bosscha akan melakukan pemantauan langsung di Lembang, Bandung Barat. Selain itu, pengamatan juga dilakukan di Observatorium Lhok Nga, Aceh, dengan dukungan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Wilayah Aceh dinilai strategis karena memiliki parameter posisi Bulan yang berada di batas minimal kemungkinan terlihatnya hilal.

Upaya observasi ini menjadi bagian penting dalam verifikasi kriteria visibilitas hilal yang selama ini digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Dengan pendekatan ilmiah tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif terkait kemungkinan rukyatul hilal.

Meski demikian, hasil perhitungan astronomi ini tidak serta-merta menjadi penentu resmi awal Syawal. Pemerintah melalui Kemenag tetap akan menetapkan 1 Syawal 1447 H melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan hasil rukyat di berbagai titik pemantauan serta data hisab yang telah dihimpun.

Artikel Terkait:
  • Pawai Kirab Budaya Meriahkan Kukar Festival Budaya Nusantara 2023
  • Kapal Feri Tenggelam di Perairan PPU, Dua Penumpang Terjebak
  • Ribuan Jamaah Haji Indonesia Tiba di Madinah
  • Kemenkumham Tingkatkan Layanan Legalisasi Apostille di Seluruh Indonesia

Situasi ini membuka kemungkinan adanya perbedaan penetapan hari raya, tergantung pada hasil pengamatan langsung di lapangan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penentuan Hari Raya Idulfitri 2026.

Pada akhirnya, perpaduan antara ilmu astronomi dan observasi langsung menjadi kunci dalam memastikan akurasi penentuan awal bulan Syawal, sekaligus menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah umat Islam di Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Dandhy Laksono Soroti Dugaan Pembajakan Film
  • BUMN Sebagai Pionir Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja
  • Tiga Wartawan Muda Tambah Energi Baru di Tubuh PJS
  • Menag Harap Idul Adha 2025 Jatuh Serentak pada 6 Juni
Hilal 2026 Idulfitri 1447 H Observatorium Bosscha Rukyatul Hilal Sidang Isbat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRelawan Muda di Arus Mudik
Next Article Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026

Dandhy Laksono Soroti Dugaan Pembajakan Film

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Ikan Sapu-Sapu dan Krisis Sunyi

Editorial Udex Mundzir

Orde Baru Jauh Lebih Baik

Editorial Udex Mundzir

Kenapa Gen Z Cepat Bosan Ngobrol Langsung?

Daily Tips Lina Marlina

Titik Kritis Kepemimpinan Prabowo

Editorial Udex Mundzir

Shuka Grill: Pilihan All You Can Eat yang Memikat

Food Lina Marlina
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Malaysia Susah Payah Kalahkan Timor Leste di Piala AFF

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi