Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

BSI Scholarship Dibuka, Ribuan Pelajar Dibidik

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 20 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat

Perhitungan astronomi Bosscha ITB menunjukkan posisi hilal Idulfitri 2026 berada dalam kondisi visibilitas yang sangat rendah.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 Maret 2026 Nasional
Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat
Situasi di Oberservatorium Bosscha di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung Barat – Langit senja menyimpan teka-teki, begitulah gambaran situasi hilal menjelang Idulfitri 2026. Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan bahwa posisi bulan sabit muda pada penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah berada dalam kondisi yang sulit diamati dari Indonesia.

Berdasarkan kajian astronomi yang dirilis pada Rabu (18/03/2026), pemantauan hilal yang akan dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026 atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H menghadapi tantangan signifikan.

Secara geometris, posisi Bulan sangat dekat dengan Matahari di ufuk barat saat terbenam. Elongasi geosentrik tercatat hanya berkisar 4,6 hingga 6,2 derajat, sedangkan elongasi toposentrik berada pada rentang 4,0 hingga 5,5 derajat di wilayah Indonesia.

Selain itu, ketinggian hilal juga sangat rendah, yakni hanya berada di kisaran 0 hingga 3 derajat di atas ufuk, khususnya di Indonesia bagian barat. Kondisi ini membuat peluang terlihatnya hilal sangat bergantung pada faktor non-astronomis seperti kejernihan atmosfer, tingkat polusi udara, hingga kecanggihan alat observasi yang digunakan.

Baca Juga:
  • Catat Tanggalnya, Nisfu Syaban 2026
  • JMSI Gelar Deklarasi Dukungan untuk IKN Nusantara di Depan Istana Garuda
  • Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan
  • Syamsuddin siap Pasang Badan Memenangkan Pasangan Amin di Kaltim

“Lokasi Aceh dipilih karena berada di ambang batas kriteria visibilitas hilal yang saat ini digunakan, sehingga penting untuk menguji secara langsung melalui observasi lapangan,” ungkap tim Observatorium Bosscha dalam keterangannya.

Untuk memastikan data yang akurat, tim astronom Bosscha akan melakukan pemantauan langsung di Lembang, Bandung Barat. Selain itu, pengamatan juga dilakukan di Observatorium Lhok Nga, Aceh, dengan dukungan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Wilayah Aceh dinilai strategis karena memiliki parameter posisi Bulan yang berada di batas minimal kemungkinan terlihatnya hilal.

Upaya observasi ini menjadi bagian penting dalam verifikasi kriteria visibilitas hilal yang selama ini digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Dengan pendekatan ilmiah tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif terkait kemungkinan rukyatul hilal.

Meski demikian, hasil perhitungan astronomi ini tidak serta-merta menjadi penentu resmi awal Syawal. Pemerintah melalui Kemenag tetap akan menetapkan 1 Syawal 1447 H melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan hasil rukyat di berbagai titik pemantauan serta data hisab yang telah dihimpun.

Artikel Terkait:
  • Kemenag Laporkan Penawaran Ibadah Umrah Ilegal
  • Gubernur Pramono Larang Operasi Yustisi Usai Mudik Lebaran
  • Debat Iran Digelar di Samarinda, Publik Ramai
  • Bahas Arahan Prabowo, TNI Gelar Rapat Pimpinan di Mabes TNI

Situasi ini membuka kemungkinan adanya perbedaan penetapan hari raya, tergantung pada hasil pengamatan langsung di lapangan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penentuan Hari Raya Idulfitri 2026.

Pada akhirnya, perpaduan antara ilmu astronomi dan observasi langsung menjadi kunci dalam memastikan akurasi penentuan awal bulan Syawal, sekaligus menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah umat Islam di Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Menag: Lebaran Tahun Ini Serentak Jadi Keberkahan Nasional
  • PKB Desak Prabowo Tolak Pengunduran Diri Miftah
  • Diatas Kapal Pinisi, Jokowi dan Pemimpin ASEAN Menikmati Senja di Labuan Bajo
  • Menag: Santri Harus Bangga, Bukan Kelompok “The Second Population”
Hilal 2026 Idulfitri 1447 H Observatorium Bosscha Rukyatul Hilal Sidang Isbat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRelawan Muda di Arus Mudik
Next Article Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

Informasi lainnya

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026

Dandhy Laksono Soroti Dugaan Pembajakan Film

18 Mei 2026

Sidang Isbat Kemenag Putuskan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei

17 Mei 2026

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

7 Mei 2026

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

7 Mei 2026

Usai Insiden Bekasi, Argo Bromo Anggrek Berganti Nama

6 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

4 Ethos, 4 Jusuf

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Pemblokiran Rekening Tanpa Akal

Editorial Udex Mundzir

Surah Al-Ma’un, Intisari dan Penjelasan Mendalam

Islami Udex Mundzir

Rumah Berantakan, Ternyata Cerminkan Kepribadian

Daily Tips Alfi Salamah

Kehidupan di Jepang, Perpaduan Tradisi dan Modernitas

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Hukum
Assyifa8 Maret 2025

Modus Penipuan Catut Nama Bank Marak, Waspadai Taktik Baru

BNPB Minta Evaluasi Sistem Peringatan Tsunami Daerah

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Laba Freeport Rp67 T, Setoran Negara Dinilai Janggal

BYD Siap Memperluas Produksi Kendaraan Listrik di Vietnam bukan Indonesia?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi