Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 30 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat

Perhitungan astronomi Bosscha ITB menunjukkan posisi hilal Idulfitri 2026 berada dalam kondisi visibilitas yang sangat rendah.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 Maret 2026 Nasional
Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat
Situasi di Oberservatorium Bosscha di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung Barat – Langit senja menyimpan teka-teki, begitulah gambaran situasi hilal menjelang Idulfitri 2026. Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan bahwa posisi bulan sabit muda pada penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah berada dalam kondisi yang sulit diamati dari Indonesia.

Berdasarkan kajian astronomi yang dirilis pada Rabu (18/03/2026), pemantauan hilal yang akan dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026 atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H menghadapi tantangan signifikan.

Secara geometris, posisi Bulan sangat dekat dengan Matahari di ufuk barat saat terbenam. Elongasi geosentrik tercatat hanya berkisar 4,6 hingga 6,2 derajat, sedangkan elongasi toposentrik berada pada rentang 4,0 hingga 5,5 derajat di wilayah Indonesia.

Selain itu, ketinggian hilal juga sangat rendah, yakni hanya berada di kisaran 0 hingga 3 derajat di atas ufuk, khususnya di Indonesia bagian barat. Kondisi ini membuat peluang terlihatnya hilal sangat bergantung pada faktor non-astronomis seperti kejernihan atmosfer, tingkat polusi udara, hingga kecanggihan alat observasi yang digunakan.

Baca Juga:
  • BDS Asia Pasifik: Boikot Produk Israel Pendukung Genosida
  • Perlu Sinergi Pemerintah dan Ulama, MUI Gelar Mukernas IV
  • Pelantikan Rudi Susanto Jadi Stafsus Komdigi, Netizen Pertanyakan Identitas
  • Bolehkah Merekam Khutbah Salat Ied dengan Ponsel?

“Lokasi Aceh dipilih karena berada di ambang batas kriteria visibilitas hilal yang saat ini digunakan, sehingga penting untuk menguji secara langsung melalui observasi lapangan,” ungkap tim Observatorium Bosscha dalam keterangannya.

Untuk memastikan data yang akurat, tim astronom Bosscha akan melakukan pemantauan langsung di Lembang, Bandung Barat. Selain itu, pengamatan juga dilakukan di Observatorium Lhok Nga, Aceh, dengan dukungan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Wilayah Aceh dinilai strategis karena memiliki parameter posisi Bulan yang berada di batas minimal kemungkinan terlihatnya hilal.

Upaya observasi ini menjadi bagian penting dalam verifikasi kriteria visibilitas hilal yang selama ini digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Dengan pendekatan ilmiah tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif terkait kemungkinan rukyatul hilal.

Meski demikian, hasil perhitungan astronomi ini tidak serta-merta menjadi penentu resmi awal Syawal. Pemerintah melalui Kemenag tetap akan menetapkan 1 Syawal 1447 H melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan hasil rukyat di berbagai titik pemantauan serta data hisab yang telah dihimpun.

Artikel Terkait:
  • Akhir Perjuangan, Politisi Gerindra Desmond J Mahesa
  • Mendagri Tito: Rp10 Miliar Anggaran Stunting, Rakyat Hanya Terima Rp2 Miliar
  • Kaesang Tanggapi Keluh Kesah Pelaku UMKM di Karanganyar
  • Awal Ramadhan 1447 H Tunggu Sidang Isbat

Situasi ini membuka kemungkinan adanya perbedaan penetapan hari raya, tergantung pada hasil pengamatan langsung di lapangan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penentuan Hari Raya Idulfitri 2026.

Pada akhirnya, perpaduan antara ilmu astronomi dan observasi langsung menjadi kunci dalam memastikan akurasi penentuan awal bulan Syawal, sekaligus menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah umat Islam di Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Dikenalkan Jokowi saat KTT ASEAN 2023, Ini Sejarah Kapal Pinisi
  • Malam Anugerah JMSI Kaltim Award 2024, Menteri HAM: Media Harus Pancarkan Kebenaran
  • Index Keterbukaan Badan Publik Kaltim Diatas Rata-rata Nasional
  • Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan Gedung Rektorat UIN Jakarta
Hilal 2026 Idulfitri 1447 H Observatorium Bosscha Rukyatul Hilal Sidang Isbat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRelawan Muda di Arus Mudik
Next Article Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

Informasi lainnya

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

27 April 2026

BNN Bone Dorong Saka Anti Narkoba Pramuka

20 April 2026

Pakar ITB Soroti IKN, Cermin Krisis Perencanaan

18 April 2026

Baznas Tetapkan 10 Persen Kurban untuk Sumatera

18 April 2026

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

15 April 2026

Jakarta Peringkat Dua Kota Teraman ASEAN 2026

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Kaya SDA, Tapi Hidup dari Pajak

Editorial Udex Mundzir

Mengulang Jejak Sejarah: Tradisi Mengantar Jamaah Haji

Islami Udex Mundzir

Ijazah Jokowi, Ada Atau Tidak?

Opini Udex Mundzir

Raja Kecil di Birokrasi, Prabowo Gertak Sambal?

Editorial Udex Mundzir

Bukan Lalai, Tapi Sinyal Korupsi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi