Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 4 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat

Perhitungan astronomi Bosscha ITB menunjukkan posisi hilal Idulfitri 2026 berada dalam kondisi visibilitas yang sangat rendah.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati18 Maret 2026 Nasional
Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat
Situasi di Oberservatorium Bosscha di Lembang, Bandung Barat, Jawa Barat (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung Barat – Langit senja menyimpan teka-teki, begitulah gambaran situasi hilal menjelang Idulfitri 2026. Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) mengungkapkan bahwa posisi bulan sabit muda pada penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah berada dalam kondisi yang sulit diamati dari Indonesia.

Berdasarkan kajian astronomi yang dirilis pada Rabu (18/03/2026), pemantauan hilal yang akan dilakukan pada Kamis, 19 Maret 2026 atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H menghadapi tantangan signifikan.

Secara geometris, posisi Bulan sangat dekat dengan Matahari di ufuk barat saat terbenam. Elongasi geosentrik tercatat hanya berkisar 4,6 hingga 6,2 derajat, sedangkan elongasi toposentrik berada pada rentang 4,0 hingga 5,5 derajat di wilayah Indonesia.

Selain itu, ketinggian hilal juga sangat rendah, yakni hanya berada di kisaran 0 hingga 3 derajat di atas ufuk, khususnya di Indonesia bagian barat. Kondisi ini membuat peluang terlihatnya hilal sangat bergantung pada faktor non-astronomis seperti kejernihan atmosfer, tingkat polusi udara, hingga kecanggihan alat observasi yang digunakan.

Baca Juga:
  • Hadiri FESyar Kaltim 2023, Rizky: Kaltim Butuh Perda Industri Ekonomi Syariah
  • Bareskrim Polri Tetapkan Panji Gumilang Jadi Tersangka
  • Lagapurnagita 2023 Lansia Bernyanyi Bahagia
  • Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan Gedung Rektorat UIN Jakarta

“Lokasi Aceh dipilih karena berada di ambang batas kriteria visibilitas hilal yang saat ini digunakan, sehingga penting untuk menguji secara langsung melalui observasi lapangan,” ungkap tim Observatorium Bosscha dalam keterangannya.

Untuk memastikan data yang akurat, tim astronom Bosscha akan melakukan pemantauan langsung di Lembang, Bandung Barat. Selain itu, pengamatan juga dilakukan di Observatorium Lhok Nga, Aceh, dengan dukungan Kementerian Agama (Kemenag) RI. Wilayah Aceh dinilai strategis karena memiliki parameter posisi Bulan yang berada di batas minimal kemungkinan terlihatnya hilal.

Upaya observasi ini menjadi bagian penting dalam verifikasi kriteria visibilitas hilal yang selama ini digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Dengan pendekatan ilmiah tersebut, diharapkan dapat memberikan gambaran lebih komprehensif terkait kemungkinan rukyatul hilal.

Meski demikian, hasil perhitungan astronomi ini tidak serta-merta menjadi penentu resmi awal Syawal. Pemerintah melalui Kemenag tetap akan menetapkan 1 Syawal 1447 H melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan hasil rukyat di berbagai titik pemantauan serta data hisab yang telah dihimpun.

Artikel Terkait:
  • Kemnaker Buka Batch 3 Magang Nasional 2025, Sisa Kuota Segera Diisi
  • 354.247 Ribu Orang Tinggalkan Jawa ke Sumatra saat Libur Natal
  • Wakil Ketua DPR Pastikan Gaji ke-13 ASN Tidak Dipangkas
  • Pengguna Kereta Haramain Meningkat Tajam Hingga 96%

Situasi ini membuka kemungkinan adanya perbedaan penetapan hari raya, tergantung pada hasil pengamatan langsung di lapangan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau menunggu keputusan resmi pemerintah terkait penentuan Hari Raya Idulfitri 2026.

Pada akhirnya, perpaduan antara ilmu astronomi dan observasi langsung menjadi kunci dalam memastikan akurasi penentuan awal bulan Syawal, sekaligus menjaga keseragaman pelaksanaan ibadah umat Islam di Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Dikenalkan Jokowi saat KTT ASEAN 2023, Ini Sejarah Kapal Pinisi
  • Kemenangan Penuh Inspirasi Inovasi Lomba Haji Ramah Lansia
  • Susi Desak Presiden Pecat Hasan Nasbi Terkait Teror Kepala Babi
  • Haji Berdaya Menyucikan Diri, Mendidik Lingkungan, Merajut Kehidupan
Hilal 2026 Idulfitri 1447 H Observatorium Bosscha Rukyatul Hilal Sidang Isbat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleRelawan Muda di Arus Mudik
Next Article Pesantren Dorong Energi Bersih Berbasis Nilai Islam

Informasi lainnya

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

31 Oktober 2026

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

27 Oktober 2026

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

26 Oktober 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

19 Oktober 2026

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

17 Oktober 2026

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Perspektif Udex Mundzir

Hakim Mana yang Berani Vonis Ijazah Palsu?

Editorial Udex Mundzir

Ma Eroh, Perempuan Bertangan Batu

Profil Richard Mundzir

ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Bisnis Assyifa

Savoy Homann Hotel, Saksi Bisu Kejayaan Bandung

Travel Assyifa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi