Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 2-0

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 13 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

Populasi ikan invasif melonjak tajam, ahli ungkap strategi terpadu paling efektif kendalikan ekosistem sungai ibu kota.
Alfi SalamahAlfi Salamah12 April 2026 Lingkungan
Netralkan sungai dari ikan sapu-sapu
Ikan sapu-sapu (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Seperti tamu tak diundang yang kian merajalela, ikan sapu-sapu kini menjelma ancaman serius bagi ekosistem sungai di Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap memperluas operasi penangkapan massal, namun para ahli mengingatkan langkah itu belum cukup untuk menahan laju “invasi senyap” yang terus berkembang.

Ledakan populasi ikan sapu-sapu atau Amazon sailfin catfish (Pterygoplichthys pardalis) telah terdeteksi di sejumlah aliran sungai, termasuk Ciliwung. Spesies asing ini berkembang pesat karena kemampuan reproduksi yang luar biasa, minimnya predator alami, serta daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

Upaya penangkapan massal yang tengah direncanakan pemerintah dinilai perlu diperkuat dengan strategi lain agar lebih efektif menekan jumlah populasi.

“Ikan sapu-sapu termasuk ‘a breeding machine’ karena memiliki fekunditas sangat tinggi, bisa mencapai 19.000 telur per betina dan mampu berkembang biak beberapa kali dalam setahun,” ujar Charles P. H. Simanjuntak, ahli ikan dan konservasi dari IPB, dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, tingkat keberhasilan hidup ikan ini juga tinggi karena adanya perlindungan dari induk jantan yang menjaga telur hingga menetas. Selain itu, ikan ini dapat berkembang biak sejak ukuran tubuh masih relatif kecil, sehingga siklus invasinya berlangsung sangat cepat dan sulit dikendalikan.

Lebih jauh, Charles menyoroti ketiadaan predator alami di ekosistem sungai Jakarta sebagai faktor utama keberhasilan spesies ini mendominasi habitat. Berbeda dengan di habitat aslinya di Sungai Amazon, ikan sapu-sapu di Jakarta tidak menghadapi ancaman dari predator seperti ikan besar, reptil, maupun burung air. Kondisi ini membuat populasinya tumbuh tanpa kontrol alami.

Baca Juga:
  • BMKG Cabut Peringatan Tsunami Usai Gempa Kamchatka
  • Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis
  • Gen Z, Pilar Baru Gerakan Lingkungan Global
  • Bendung Katulampa Siaga 3, Banjir Ancam Jakarta di Musim Hujan

“Ketidakhadiran predator spesifik di ekosistem non-asli menjadi alasan utama mengapa ikan ini sangat sukses sebagai spesies invasif,” katanya.

Sebagai solusi, Charles menekankan pentingnya pendekatan terpadu yang tidak hanya bergantung pada penangkapan. Strategi tersebut mencakup pencegahan, pengendalian fisik, hingga pendekatan biologis.

“Pengendalian harus dilakukan melalui kombinasi tindakan pencegahan, penyingkiran fisik, dan kontrol biologis secara bersamaan,” ujarnya.

Dari sisi pencegahan, pemerintah diminta memperketat regulasi perdagangan ikan hias serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melepas ikan sapu-sapu ke perairan umum.

Selain itu, teknologi deteksi dini seperti eDNA dinilai mampu membantu memantau penyebaran ikan secara lebih akurat sebelum populasinya tak terkendali.

Dalam kondisi populasi tinggi, penangkapan tetap diperlukan, namun dengan strategi yang lebih terarah. Penangkapan selektif terhadap ikan berukuran kecil disebut lebih efektif dalam menekan populasi jangka panjang.

Artikel Terkait:
  • Mahasiswa Geruduk Gedung Dewan, Tuntut Tambang Ilegal Ditutup
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat
  • Inovasi Panel Surya Ramah Lingkungan Putra Bojonegoro
  • Pj Gubernur DKI dan Dishub Bahas Jam Kerja 2 Sesi untuk Redakan Kemacetan

Charles juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengendalian populasi. Perburuan berbasis komunitas dapat memberikan dampak signifikan di tingkat lokal, meski perlu dilakukan secara berkelanjutan di sepanjang aliran sungai untuk mencegah migrasi ulang.

Di sisi lain, pendekatan biologis melalui pemanfaatan predator lokal seperti ikan baung dan betutu juga dapat membantu, meskipun hanya efektif pada fase juvenil ikan sapu-sapu.

Ia turut mengingatkan bahwa pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai sumber daya harus dilakukan secara hati-hati.

“Tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi jika berasal dari perairan tercemar karena berpotensi mengandung logam berat,” ungkapnya.

Dengan kompleksitas permasalahan ini, pengendalian ikan sapu-sapu di Jakarta bukan sekadar soal penangkapan, melainkan membutuhkan sinergi kebijakan, teknologi, dan kesadaran publik. Tanpa langkah terpadu, ancaman terhadap keseimbangan ekosistem sungai diperkirakan akan terus membesar.

Jangan Lewatkan:
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim
  • Gubernur DKI Tuntut Pembatalan Izin Usaha Pemilik Truk Tinja, Didenda Rp 5 Juta
  • Kasus Radiasi Cikande Masuk Tahap Penyidikan, PT PMT Dianggap Lalai
  • Pupuk Kaltim Menangkan Penghargaan AREA 2023: Inovasi Kitosan Cair Limbah Cangkang Rajungan

DKI Jakarta Ekosistem Sungai Ikan Sapu-sapu Konservasi Lingkungan Spesies Invasif
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWar Ticket: Ilusi Akses Setara
Next Article Ekoenzim Lawan Limbah Binatu

Informasi lainnya

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

14 April 2026

Suhu Laut Global Masih Tinggi Usai Rekor 2025

13 April 2026

Ekoenzim Lawan Limbah Binatu

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Mendapatkan Hadiah Terindah Saat Kembali Dari Haji dan Umroh

Islami Alfi Salamah

Pelantikan Presiden di Jakarta, Jokowi Gagal Pindah Ibu Kota

Editorial Udex Mundzir

Hukum Berhubungan Suami Istri Malam Idulfitri

Islami Ericka

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

Gagasan Assyifa

Kemenangan 30 Muslim melawan Ribuan Kafir Quraisy

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi