Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Tradwife Kembali Ramai, Pilihan atau Romantisasi?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 3 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

Populasi ikan invasif melonjak tajam, ahli ungkap strategi terpadu paling efektif kendalikan ekosistem sungai ibu kota.
Alfi SalamahAlfi Salamah12 April 2026 Lingkungan
Netralkan sungai dari ikan sapu-sapu
Ikan sapu-sapu (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Seperti tamu tak diundang yang kian merajalela, ikan sapu-sapu kini menjelma ancaman serius bagi ekosistem sungai di Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap memperluas operasi penangkapan massal, namun para ahli mengingatkan langkah itu belum cukup untuk menahan laju “invasi senyap” yang terus berkembang.

Ledakan populasi ikan sapu-sapu atau Amazon sailfin catfish (Pterygoplichthys pardalis) telah terdeteksi di sejumlah aliran sungai, termasuk Ciliwung. Spesies asing ini berkembang pesat karena kemampuan reproduksi yang luar biasa, minimnya predator alami, serta daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

Upaya penangkapan massal yang tengah direncanakan pemerintah dinilai perlu diperkuat dengan strategi lain agar lebih efektif menekan jumlah populasi.

“Ikan sapu-sapu termasuk ‘a breeding machine’ karena memiliki fekunditas sangat tinggi, bisa mencapai 19.000 telur per betina dan mampu berkembang biak beberapa kali dalam setahun,” ujar Charles P. H. Simanjuntak, ahli ikan dan konservasi dari IPB, dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, tingkat keberhasilan hidup ikan ini juga tinggi karena adanya perlindungan dari induk jantan yang menjaga telur hingga menetas. Selain itu, ikan ini dapat berkembang biak sejak ukuran tubuh masih relatif kecil, sehingga siklus invasinya berlangsung sangat cepat dan sulit dikendalikan.

Lebih jauh, Charles menyoroti ketiadaan predator alami di ekosistem sungai Jakarta sebagai faktor utama keberhasilan spesies ini mendominasi habitat. Berbeda dengan di habitat aslinya di Sungai Amazon, ikan sapu-sapu di Jakarta tidak menghadapi ancaman dari predator seperti ikan besar, reptil, maupun burung air. Kondisi ini membuat populasinya tumbuh tanpa kontrol alami.

Baca Juga:
  • UI Edukasi Bahaya Limbah Minyak Jelantah kepada Siswa SD
  • BMKG Prediksi Banjir Masih Ancam Bali hingga Tiga Hari
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat
  • Penajam: Desa-Desa Masuk IKN, Butuh Solusi Adil

“Ketidakhadiran predator spesifik di ekosistem non-asli menjadi alasan utama mengapa ikan ini sangat sukses sebagai spesies invasif,” katanya.

Sebagai solusi, Charles menekankan pentingnya pendekatan terpadu yang tidak hanya bergantung pada penangkapan. Strategi tersebut mencakup pencegahan, pengendalian fisik, hingga pendekatan biologis.

“Pengendalian harus dilakukan melalui kombinasi tindakan pencegahan, penyingkiran fisik, dan kontrol biologis secara bersamaan,” ujarnya.

Dari sisi pencegahan, pemerintah diminta memperketat regulasi perdagangan ikan hias serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melepas ikan sapu-sapu ke perairan umum.

Selain itu, teknologi deteksi dini seperti eDNA dinilai mampu membantu memantau penyebaran ikan secara lebih akurat sebelum populasinya tak terkendali.

Dalam kondisi populasi tinggi, penangkapan tetap diperlukan, namun dengan strategi yang lebih terarah. Penangkapan selektif terhadap ikan berukuran kecil disebut lebih efektif dalam menekan populasi jangka panjang.

Artikel Terkait:
  • Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci
  • Ekoenzim Lawan Limbah Binatu
  • Gempa Poso M 5,8 Picu Tsunami Minor 4 Cm
  • Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

Charles juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengendalian populasi. Perburuan berbasis komunitas dapat memberikan dampak signifikan di tingkat lokal, meski perlu dilakukan secara berkelanjutan di sepanjang aliran sungai untuk mencegah migrasi ulang.

Di sisi lain, pendekatan biologis melalui pemanfaatan predator lokal seperti ikan baung dan betutu juga dapat membantu, meskipun hanya efektif pada fase juvenil ikan sapu-sapu.

Ia turut mengingatkan bahwa pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai sumber daya harus dilakukan secara hati-hati.

“Tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi jika berasal dari perairan tercemar karena berpotensi mengandung logam berat,” ungkapnya.

Dengan kompleksitas permasalahan ini, pengendalian ikan sapu-sapu di Jakarta bukan sekadar soal penangkapan, melainkan membutuhkan sinergi kebijakan, teknologi, dan kesadaran publik. Tanpa langkah terpadu, ancaman terhadap keseimbangan ekosistem sungai diperkirakan akan terus membesar.

Jangan Lewatkan:
  • Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bali Dimulai Juli 2025
  • Ribuan Warga Riau Ikuti Karhutla Fun Run 2025
  • BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga
  • Empat Wisata di Puncak Bogor Disegel, Dedi Mulyadi: Penyebab Banjir dari Sini

DKI Jakarta Ekosistem Sungai Ikan Sapu-sapu Konservasi Lingkungan Spesies Invasif
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWar Ticket: Ilusi Akses Setara
Next Article Ekoenzim Lawan Limbah Binatu

Informasi lainnya

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla

25 Agustus 2026

Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

21 Agustus 2026

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026
Paling Sering Dibaca

Polemik Privasi di Era Digital

Perspektif Udex Mundzir

UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN

Editorial Udex Mundzir

Tifanil Oktafira, Dedikasikan Ilmu untuk Umat

Profil Silva

Adab Bertemu Guru dalam Islam

Islami Assyifa

Cara Memilih Hewan Qurban, Jenis, Usia, dan Kesehatan yang Harus Diperhatikan

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Indonesia
Udex Mundzir19 April 2025

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi