Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 25 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

Populasi ikan invasif melonjak tajam, ahli ungkap strategi terpadu paling efektif kendalikan ekosistem sungai ibu kota.
Alfi SalamahAlfi Salamah12 April 2026 Lingkungan
Netralkan sungai dari ikan sapu-sapu
Ikan sapu-sapu (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Seperti tamu tak diundang yang kian merajalela, ikan sapu-sapu kini menjelma ancaman serius bagi ekosistem sungai di Ibu Kota.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap memperluas operasi penangkapan massal, namun para ahli mengingatkan langkah itu belum cukup untuk menahan laju “invasi senyap” yang terus berkembang.

Ledakan populasi ikan sapu-sapu atau Amazon sailfin catfish (Pterygoplichthys pardalis) telah terdeteksi di sejumlah aliran sungai, termasuk Ciliwung. Spesies asing ini berkembang pesat karena kemampuan reproduksi yang luar biasa, minimnya predator alami, serta daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan.

Upaya penangkapan massal yang tengah direncanakan pemerintah dinilai perlu diperkuat dengan strategi lain agar lebih efektif menekan jumlah populasi.

“Ikan sapu-sapu termasuk ‘a breeding machine’ karena memiliki fekunditas sangat tinggi, bisa mencapai 19.000 telur per betina dan mampu berkembang biak beberapa kali dalam setahun,” ujar Charles P. H. Simanjuntak, ahli ikan dan konservasi dari IPB, dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu (12/4/2026).

Ia menjelaskan, tingkat keberhasilan hidup ikan ini juga tinggi karena adanya perlindungan dari induk jantan yang menjaga telur hingga menetas. Selain itu, ikan ini dapat berkembang biak sejak ukuran tubuh masih relatif kecil, sehingga siklus invasinya berlangsung sangat cepat dan sulit dikendalikan.

Lebih jauh, Charles menyoroti ketiadaan predator alami di ekosistem sungai Jakarta sebagai faktor utama keberhasilan spesies ini mendominasi habitat. Berbeda dengan di habitat aslinya di Sungai Amazon, ikan sapu-sapu di Jakarta tidak menghadapi ancaman dari predator seperti ikan besar, reptil, maupun burung air. Kondisi ini membuat populasinya tumbuh tanpa kontrol alami.

Baca Juga:
  • Ekoenzim Lawan Limbah Binatu
  • BMKG Prediksi Banjir Masih Ancam Bali hingga Tiga Hari
  • Mahasiswa Geruduk Gedung Dewan, Tuntut Tambang Ilegal Ditutup
  • Menteri LH Percepat Daur Ulang untuk Atasi Sampah Plastik

“Ketidakhadiran predator spesifik di ekosistem non-asli menjadi alasan utama mengapa ikan ini sangat sukses sebagai spesies invasif,” katanya.

Sebagai solusi, Charles menekankan pentingnya pendekatan terpadu yang tidak hanya bergantung pada penangkapan. Strategi tersebut mencakup pencegahan, pengendalian fisik, hingga pendekatan biologis.

“Pengendalian harus dilakukan melalui kombinasi tindakan pencegahan, penyingkiran fisik, dan kontrol biologis secara bersamaan,” ujarnya.

Dari sisi pencegahan, pemerintah diminta memperketat regulasi perdagangan ikan hias serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melepas ikan sapu-sapu ke perairan umum.

Selain itu, teknologi deteksi dini seperti eDNA dinilai mampu membantu memantau penyebaran ikan secara lebih akurat sebelum populasinya tak terkendali.

Dalam kondisi populasi tinggi, penangkapan tetap diperlukan, namun dengan strategi yang lebih terarah. Penangkapan selektif terhadap ikan berukuran kecil disebut lebih efektif dalam menekan populasi jangka panjang.

Artikel Terkait:
  • UI Edukasi Bahaya Limbah Minyak Jelantah kepada Siswa SD
  • Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla
  • Pegawai OIKN Dibekali Mitigasi Konflik Satwa Liar di IKN
  • Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

Charles juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengendalian populasi. Perburuan berbasis komunitas dapat memberikan dampak signifikan di tingkat lokal, meski perlu dilakukan secara berkelanjutan di sepanjang aliran sungai untuk mencegah migrasi ulang.

Di sisi lain, pendekatan biologis melalui pemanfaatan predator lokal seperti ikan baung dan betutu juga dapat membantu, meskipun hanya efektif pada fase juvenil ikan sapu-sapu.

Ia turut mengingatkan bahwa pemanfaatan ikan sapu-sapu sebagai sumber daya harus dilakukan secara hati-hati.

“Tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi jika berasal dari perairan tercemar karena berpotensi mengandung logam berat,” ungkapnya.

Dengan kompleksitas permasalahan ini, pengendalian ikan sapu-sapu di Jakarta bukan sekadar soal penangkapan, melainkan membutuhkan sinergi kebijakan, teknologi, dan kesadaran publik. Tanpa langkah terpadu, ancaman terhadap keseimbangan ekosistem sungai diperkirakan akan terus membesar.

Jangan Lewatkan:
  • Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?
  • Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis
  • Warga Papua Tolak Tambang Nikel, Menpar Dukung Lindungi Raja Ampat
  • Kebun Mini Super Kilat di Rumah

DKI Jakarta Ekosistem Sungai Ikan Sapu-sapu Konservasi Lingkungan Spesies Invasif
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWar Ticket: Ilusi Akses Setara
Next Article Ekoenzim Lawan Limbah Binatu

Informasi lainnya

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Usai Karhutla

25 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Reformasi Polri: Antara Penegak Hukum atau Duta Wisata?

Refleksi Udex Mundzir

Modal Waktu

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Hindari Jebakan Kehidupan

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Koperasi Rasa Franchise

Editorial Udex Mundzir

Mengenal Es Gabus: Bahan, Tekstur, dan Keamanan

Food Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi