Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 27 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Sikat Gigi: Kontributor Tersembunyi Krisis Iklim

sikat gigi mengandung bahan yang sangat tidak ramah lingkungan. Gagangnya dari plastik dan bulu sikat nya dari nilon.
Dexpert CorpDexpert Corp7 Mei 2023 Lingkungan
sikat gigi
Ilustrasi: Sikat gigi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Banyak sudah terdengar kabar tentang kejadian kiamat, dan bukti-bukti akan terjadinya semakin nyata dirasakan. Salah satu tanda yang dapat diamati adalah perubahan iklim.

PBB menjelaskan bahwa perubahan iklim merujuk pada perubahan suhu dan pola cuaca dalam jangka waktu yang panjang.

Perubahan ini sebetulnya bersifat alami. Namun, sejak tahun 1800-an aktivitas manusia telah memicu perubahan iklim global, seperti pembakaran bahan bakar fosil, efek gas rumah kaca, sampai yang paling tidak diduga, yakni penggunaan sikat gigi.

Dalam menjalani aktivitas, kebersihan menjadi hal yang diutamakan manusia, termasuk juga kebersihan gigi. Maka, dibutuhkan-lah alat seperti sikat gigi, mouthwash, dan benang gigi. Pada titik ini sikat gigi mendorong perubahan iklim, setidaknya sejak sikat gigi modern ditemukan pada 1900-an.

Sikat gigi awalnya menggunakan bahan alami, seperti bambu atau kulit kayu, salah satu yang mungkin kita kenal adalah siwak. Lalu seiring berjalannya waktu mulai ada variasi, seperti menggunakan tulang hewan sebagai gagang dan kulit hewan sebagai sikat.

Namun, sejak tahun 1900-an, semua itu berubah. Setelahnya, sikat gigi mengandung bahan yang sangat tidak ramah lingkungan. Gagangnya dari plastik dan bulu sikat nya dari nilon. Menurut Greenbiz, kedua bahan tersebut masuk dalam benda yang tidak dapat diperbaharui dan sangat sulit untuk terurai dalam waktu singkat, sehingga berbahaya bagi manusia.

Baca Juga:
  • Buka Puasa Lintas Iman Dorong Kepedulian Lingkungan
  • Sejumlah Perusahaan Dituding Rusak KHG dan Picu Banjir
  • Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh
  • Empat Wisata di Puncak Bogor Disegel, Dedi Mulyadi: Penyebab Banjir dari Sini

Menurut National Geographic, permasalahan ini yang membuat sikat gigi menjadi bagian dari krisis yang bisa menghancurkan bumi lebih cepat.

Perlu diketahui, sikat gigi adalah benda yang tidak awet. Laman American Dental Association (ADA) menganjurkan sikat gigi diganti setiap 3-4 bulan sekali. Artinya, setiap tahun seseorang membuang sikat gigi lama dan menggantikannya dengan yang baru selama 3-4 kali.

Jika penduduk Indonesia ada 273 juta dan diasumsikan rutin mengganti sikat gigi, maka ada lebih dari 1 miliar sampah sikat gigi dalam setahun. Belum lagi jika menghitung berdasarkan jumlah seluruh orang di dunia sebanyak 8 miliar orang. Maka, ada 24 miliar limbah sikat gigi dalam setahun.

Lebih dari itu, apabila asumsi pergantian itu rutin terjadi maka setiap manusia sampai usia 75 tahun akan menggunakan 280-300 sikat gigi. Itu baru seorang, dan belum dikalikan dengan jumlah manusia di bumi. Tentu hasilnya akan sangat fantastis.

Bahkan National Geographic menyebut sampah sikat gigi Amerika Serikat (AS) berpenduduk 331 juta jiwa mampu melilit bumi dalam 4 lilitan dalam setahun saja.

Artikel Terkait:
  • Bahlil Ungkap Riwayat Izin Tambang PT GAG di Raja Ampat
  • BMKG Prediksi Musim Kemarau 2025 Lebih Kering, Sektor Pertanian Diminta Siaga
  • Pertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang
  • BNPB Tolak Bantuan Asing, Penanganan Karhutla Dianggap Masih Terkendali

Menurut perusahaan Haeckels, yang memproduksi barang ramah lingkungan, di Inggris saja ada 264 juta sikat gigi yang dibuang karena lewat batas pakai. Kalkulasi ini belum memperhitungkan model sikat gigi listrik yang di dalamnya terdapat baterai yang tentu sangat tidak ramah lingkungan.

Sama seperti plastik, sikat gigi pun baru bisa terurai setelah 200-700 tahun. Selama itu, tulis Massachusetts Institute of Technology, plastik akan mengeluarkan gas rumah kaca. Dan jika berada di laut akan mematikan kehidupan zooplankton yang memiliki peran untuk menyerap karbon.

Sayang, mengurai permasalahan limbah sikat gigi tidak seperti benda-benda lain, alias sangat sulit. Sebab, sikat gigi memiliki peran yang tidak tergantikan. Jika mengganti gagangnya dengan bambu pun, tetap saja bulu sikatnya menggunakan nilon.

“Sangat sulit untuk menemukan opsi sikat bebas plastik. Plastik biodegradable tidak selalu lebih baik untuk bumi daripada plastik yang lebih tradisional,” tulis jurnalis Alejandra Borunda di National Geographic.

Jangan Lewatkan:
  • El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
  • Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno
  • BMKG Cabut Peringatan Tsunami Usai Gempa Kamchatka
  • Kebun Mini Super Kilat di Rumah

Beranjak dari sini, mungkin kita harus memikirkan kembali menyikat gigi menggunakan bahan alam semacam siwak atau beralih sepenuhnya ke sikat gigi ramah lingkungan, meski harus merogoh kocek lebih dalam.

National Geographic PBB Sikat Gigi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWNA Nigeria Tusuk 2 Nenek Di Jakut Terancam 5 Tahun Bui
Next Article Evaluasi Perizinan Perusahaan yang Melecehkan Karyawan di Cikarang

Informasi lainnya

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

25 September 2026

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

11 September 2026

Anak Krakatau, Pengingat dari Negeri Cincin Api

9 September 2026

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

8 September 2026

Bakar Batu Papua, Lebih dari Sekadar Memasak

2 September 2026

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

30 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Pemblokiran Rekening Tanpa Akal

Editorial Udex Mundzir

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Profil Alfi Salamah

Lumbung Korupsi dalam Demokrasi yang Terganjal

Editorial Udex Mundzir

Kemenangan 30 Muslim melawan Ribuan Kafir Quraisy

Islami Alfi Salamah

Mengenal Sosok Siti Maryam yang Penuh Keikhlasan

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi