Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Demi Maskapai Nasional, Jemaah Umrah Diminta Beralih

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

DPR Kritik Harga Beras Lokal Naik Saat Pasar Dunia Turun

Ironi harga beras Indonesia yang melesat saat pasar global justru menurun, jadi sorotan parlemen.
ErickaEricka17 Mei 2025 Ekonomi
Harga beras Indonesia naik saat pasar global turun
Ilustrasi Harga beras Indonesia naik saat pasar global turun (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ketimpangan harga beras antara pasar dunia dan dalam negeri menjadi sorotan tajam anggota DPR RI. Dalam kondisi saat harga beras dunia menunjukkan penurunan drastis, harga di pasar domestik justru terus merangkak naik, memunculkan pertanyaan besar soal efektivitas tata kelola pangan nasional.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, mengkritik keras pemerintah atas fenomena ini. Ia menilai kondisi ini mencerminkan kelemahan dalam sistem distribusi dan kebijakan pangan nasional yang tidak selaras dengan dinamika global.

“Ini ironis. Saat harga beras dunia turun karena kelebihan pasokan, harga beras di dalam negeri justru melonjak. Ini membuktikan ada yang tidak sinkron antara dinamika global dan sistem distribusi pangan nasional kita,” ujar Saadiah dalam pernyataan di Jakarta, Sabtu (17/5/2025).

Data dari FAO dan Bank Dunia mencatat, harga beras global pada April 2025 berada di kisaran US$343–415 per metrik ton, atau sekitar Rp5,5 juta hingga Rp6,6 juta per ton, turun sekitar 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan membaiknya produksi dunia, dibukanya kembali ekspor beras oleh India, serta menurunnya permintaan dari negara importir besar, termasuk Indonesia.

Baca Juga:
  • Prabowo Resmikan Industri Baterai Listrik Terintegrasi Nasional
  • Pemerintah Cairkan Gaji ke-13 ASN, Total Anggaran Rp49,3 Triliun
  • 10 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Rumah, Backlog Meningkat
  • Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

Meski harga dunia melandai, harga beras di Indonesia tetap tinggi. Saadiah menyebut ada sejumlah penyebab utama, seperti buruknya pengendalian rantai distribusi, lambatnya penyerapan panen oleh Bulog, serta lemahnya cadangan beras pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.

“Kalau harga gabah petani masih rendah, tapi harga beras konsumen mahal, maka jelas yang diuntungkan adalah tengkulak dan spekulan. Negara seharusnya hadir untuk menyeimbangkan, bukan justru membiarkan disparitas harga ini terus melebar,” tegasnya.

Ia juga menekankan perlunya evaluasi total terhadap strategi stabilisasi harga pangan. Pemerintah, katanya, harus mempercepat penyerapan hasil panen petani dan mengatur kebijakan impor secara bijak agar tidak merugikan ketersediaan pangan rakyat.

Artikel Terkait:
  • Zulkifli Hasan Targetkan 80 Ribu Kopdes Tumbuh Dua Bulan
  • Pembayaran QRIS Bebas PPN, Pemerintah Beri Kepastian
  • OJK Siapkan Regulasi Baru untuk Lembaga Keuangan Mikro 
  • Bukalapak Hentikan Penjualan Produk Fisik, Fokus ke Produk Virtual

“Jangan sampai narasi swasembada malah menutupi kegagalan dalam menjamin harga wajar bagi rakyat. Indonesia memerlukan reformasi tata kelola pangan, bukan sekadar kebijakan jangka pendek yang menimbulkan euforia sesaat,” pungkas Saadiah.

Pernyataan ini memperkuat desakan berbagai pihak yang menuntut transparansi dan efektivitas dalam kebijakan pangan nasional, terutama menyangkut keseimbangan antara produksi petani lokal dan akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat luas.

Jangan Lewatkan:
  • ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari
  • Amerika Serikat Omong Doang soal Transisi Energi Indonesia
  • Kericuhan Job Fair Bekasi, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem Bursa Kerja
  • Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG
Bulog Distribusi Pangan DPR RI Harga Beras Indonesia Tata Kelola Pangan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSeno Aji Kukuhkan FPKS, Dorong Modernisasi Sawit Kaltim
Next Article Wamenag Imbau Jemaah Haji Laporkan Petugas Tak Responsif

Informasi lainnya

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

27 Oktober 2026

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Mengenang Rachmat Gobel, Putra Bangsa yang Mendedikasikan Hidup bagi Industri dan Negeri

10 Juli 2026

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

Perspektif Udex Mundzir

Modus Baru Penipuan Video Call Gunakan Wajah Baim Wong

Techno Silva

Titik Kritis Kepemimpinan Prabowo

Editorial Udex Mundzir

KTP dan Pajak yang Tak Sederhana

Editorial Udex Mundzir

Hukum yang Dikebut, Rakyat yang Terjebak

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi