Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 22 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

10 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Rumah, Backlog Meningkat

Masalah hunian tak layak di Indonesia masih jadi tantangan besar dengan kebutuhan rumah yang terus meningkat.
SilvaSilva14 Desember 2024 Ekonomi
Backlog rumah di Indonesia
Backlog rumah di Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa hingga saat ini ada 10 juta keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah. Selain itu, 24 hingga 26 juta keluarga tinggal di hunian tidak layak, berdasarkan data pelanggan PLN 450 VA.

“Kita menghadapi masalah besar. Jumlah keluarga yang belum memiliki rumah mencapai 10 juta, dan angka rumah tidak layak huni jauh lebih besar,” ujar Nixon dalam Seminar Kafegama, Sabtu (14/12/2024).

Upaya pemerintah melalui program subsidi rumah, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), belum cukup mengatasi masalah ini. Setiap tahun, pemerintah hanya menyediakan 200-250 ribu unit rumah subsidi, yang biasanya sudah habis kuotanya pada bulan Agustus. Nixon menambahkan, BTN saat ini memiliki 50 ribu penawaran kredit rumah yang belum dapat diresmikan karena kuota subsidi sudah habis.

Baca Juga:
  • Ekonomi AS Tertekan, Rupiah Berpeluang Menguat ke Rp 16.300
  • Harga Pertamax Tetap, BBM Lain Naik Tipis di Kalimantan
  • Daftar Beban Ekonomi Baru yang Menanti Kelas Menengah
  • Paser Gelar Gerakan Pangan Murah: Stabilkan Harga dan Pasokan

Nixon menjelaskan, pengembang rumah hanya mampu membangun 400-600 ribu unit rumah per tahun. Padahal, pemerintah menargetkan pembangunan 3 juta rumah, yang membutuhkan kapasitas tujuh hingga delapan kali lebih besar dari saat ini. Tantangan lain yang dihadapi adalah soal perizinan, kualitas bangunan, sertifikasi pertanahan, hingga analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Selain itu, masalah likuiditas menjadi kendala utama dalam pembiayaan perumahan. Nixon menyebut sekuritisasi sebagai solusi potensial, namun pasar Indonesia untuk model ini masih sangat terbatas. Hingga saat ini, BTN menjadi satu-satunya bank yang secara konsisten menjalankan sekuritisasi, sementara Bank Mandiri pernah mencobanya sekali dengan hasil yang kecil.

Artikel Terkait:
  • Ekspor UMKM Tembus Rp850 Miliar hingga April 2025
  • Awal 2025, Tekanan Inflasi Diperkirakan Mengancam Dompet
  • Pakar Keamanan Siber Ungkap Bahaya Kesalahan Kurs Rupiah di Google
  • Pemerintah Rampungkan Formula Baru Subsidi BBM untuk Ojol dan UMKM

Masalah hunian juga berdampak pada persoalan sosial yang lebih besar. Indonesia saat ini menjadi negara ketiga terbesar di dunia dalam kasus buang air besar sembarangan (BABS), akibat banyak keluarga yang tinggal tanpa sanitasi yang memadai.

Nixon berharap pemerintah segera menyelesaikan backlog perumahan dan mengusulkan agar subsidi KPR dibuka untuk masyarakat dengan penghasilan hingga Rp15 juta per bulan. Langkah ini dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan membantu menyelesaikan masalah backlog yang terus menumpuk.

Jangan Lewatkan:
  • Fenomena Clipper, Profesi Baru yang Bikin Sarjana Geleng Kepala
  • Menabung Tak Cukup di Era Sekarang
  • Pertamina Bantah LPG 3 Kg Pink Gantikan Gas Melon
  • Bahlil: Pengecer LPG 3 Kg Kini Berstatus Sub-Pangkalan
Backlog rumah BTN Masalah Perumahan Rumah Subsidi Sanitasi di Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKeunikan Sapaan Akrab Laki-Laki di Indonesia
Next Article Jutaan Kelas Menengah Indonesia Turun Kasta

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Empat Inovasi Baru Pelayanan Haji di Arafah dan Mina

Islami Alfi Salamah

Apa yang Sebenarnya Disembunyikan dari Dana Desa?

Editorial Udex Mundzir

Peraturan Wajib Diketahui Sebelum Kunjungi IKN

Daily Tips Udex Mundzir

Menyesap Filosofi di Balik Secangkir Teh Jepang

Travel Alfi Salamah

Kehidupan di Jepang, Perpaduan Tradisi dan Modernitas

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi