Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

Sidang Isbat Kemenag Putuskan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 18 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

10 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Rumah, Backlog Meningkat

Masalah hunian tak layak di Indonesia masih jadi tantangan besar dengan kebutuhan rumah yang terus meningkat.
SilvaSilva14 Desember 2024 Ekonomi
Backlog rumah di Indonesia
Backlog rumah di Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa hingga saat ini ada 10 juta keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah. Selain itu, 24 hingga 26 juta keluarga tinggal di hunian tidak layak, berdasarkan data pelanggan PLN 450 VA.

“Kita menghadapi masalah besar. Jumlah keluarga yang belum memiliki rumah mencapai 10 juta, dan angka rumah tidak layak huni jauh lebih besar,” ujar Nixon dalam Seminar Kafegama, Sabtu (14/12/2024).

Upaya pemerintah melalui program subsidi rumah, seperti Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), belum cukup mengatasi masalah ini. Setiap tahun, pemerintah hanya menyediakan 200-250 ribu unit rumah subsidi, yang biasanya sudah habis kuotanya pada bulan Agustus. Nixon menambahkan, BTN saat ini memiliki 50 ribu penawaran kredit rumah yang belum dapat diresmikan karena kuota subsidi sudah habis.

Baca Juga:
  • Aksi Boikot Produk Israel Kian Menggema
  • Pemerintah Siapkan Skema 8.400 Karyawan PHK Sritex Kembali Bekerja
  • Belanja Pemerintah Kuartal I Turun, Efisiensi Jadi Sorotan
  • Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi Nasional

Nixon menjelaskan, pengembang rumah hanya mampu membangun 400-600 ribu unit rumah per tahun. Padahal, pemerintah menargetkan pembangunan 3 juta rumah, yang membutuhkan kapasitas tujuh hingga delapan kali lebih besar dari saat ini. Tantangan lain yang dihadapi adalah soal perizinan, kualitas bangunan, sertifikasi pertanahan, hingga analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

Selain itu, masalah likuiditas menjadi kendala utama dalam pembiayaan perumahan. Nixon menyebut sekuritisasi sebagai solusi potensial, namun pasar Indonesia untuk model ini masih sangat terbatas. Hingga saat ini, BTN menjadi satu-satunya bank yang secara konsisten menjalankan sekuritisasi, sementara Bank Mandiri pernah mencobanya sekali dengan hasil yang kecil.

Artikel Terkait:
  • Bank Jatim Mojokerto Maknai Ramadan dengan Silaturahmi
  • Celios Minta BPS Gunakan Metode Baru Ukur Kemiskinan
  • JK: 50% Ekonomi Indonesia Dikuasai Etnis China
  • Prabowo Resmikan Proyek Energi Terbarukan di 15 Provinsi

Masalah hunian juga berdampak pada persoalan sosial yang lebih besar. Indonesia saat ini menjadi negara ketiga terbesar di dunia dalam kasus buang air besar sembarangan (BABS), akibat banyak keluarga yang tinggal tanpa sanitasi yang memadai.

Nixon berharap pemerintah segera menyelesaikan backlog perumahan dan mengusulkan agar subsidi KPR dibuka untuk masyarakat dengan penghasilan hingga Rp15 juta per bulan. Langkah ini dinilai dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan membantu menyelesaikan masalah backlog yang terus menumpuk.

Jangan Lewatkan:
  • Investasi Peternakan Sapi di NTT Libatkan Investor Brasil
  • Menyusuri Capaian Emisi Kendaraan Listrik di Hilir Hingga Dampak Ekstraktif di Hulu
  • Singapura Hentikan Ekspor Babi dari Batam karena Flu Babi Afrika
  • Pembangunan Pipa Gas Cisem II Capai 64 Persen
Backlog rumah BTN Masalah Perumahan Rumah Subsidi Sanitasi di Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKeunikan Sapaan Akrab Laki-Laki di Indonesia
Next Article Jutaan Kelas Menengah Indonesia Turun Kasta

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Gunung Galunggung Tetap Tenang dan Menawan

Travel Alfi Salamah

Dampak Anjloknya IHSG terhadap Ekonomi Indonesia

Bisnis Ericka

Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan

Opini Udex Mundzir

XL dan Smartfren Merger, Siapa Pimpinan Baru XLSmart?

Techno Silva

Inilah Harga Baru Pembuatan Paspor Mulai 17 Desember

Travel Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi