Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 2 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah kembali diuji pada akhir tahun, bergerak melemah di tengah sentimen regional dan kebijakan pelonggaran.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati29 Desember 2025 Ekonomi
Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS
ilustrasi uang dolar Amerika (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ibarat perahu yang menghadapi arus besar di muara, nilai tukar rupiah membuka perdagangan awal pekan dengan tekanan.

Pada Senin pagi, mata uang Garuda tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat, menandai kehati-hatian pasar menjelang penutupan tahun.

Pelemahan ini terjadi di tengah kondisi pasar global yang relatif sepi, namun sarat ketidakpastian.

Pergerakan rupiah di pasar spot pada awal perdagangan Senin (29/12/2025) menunjukkan posisi yang lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya.

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp16.773 per dolar AS, atau melemah sekitar 28 poin setara 0,17 persen.

Pelemahan ini mencerminkan respons pasar terhadap kombinasi faktor eksternal dan domestik, termasuk arah kebijakan moneter serta sentimen akhir tahun.

Tekanan tidak hanya dialami rupiah. Sejumlah mata uang Asia bergerak searah dengan kecenderungan melemah.

Baca Juga:
  • BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Era Prabowo Sentuh 5,7 Persen
  • Kenaikan PPN 12% di Tahun 2025, Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik
  • Menperin Pastikan Proyek Baterai EV Tetap Berjalan Tanpa LG
  • Pakar Keamanan Siber Ungkap Bahaya Kesalahan Kurs Rupiah di Google

Baht Thailand mencatat pelemahan paling dalam, disusul ringgit Malaysia, yuan China, rupee India, peso Filipina, hingga dolar Hong Kong.

Di sisi lain, won Korea Selatan dan dolar Taiwan justru mampu bergerak menguat, menunjukkan adanya perbedaan sentimen dan fundamental di masing-masing negara kawasan.

“Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS, terbebani prospek kebijakan pelonggaran pemerintah dan BI,” ujar Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, dalam keterangannya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa arah kebijakan menjadi salah satu faktor utama yang diperhatikan pelaku pasar.

Prospek pelonggaran fiskal dan moneter, baik dari pemerintah maupun Bank Indonesia, dinilai dapat menambah tekanan pada stabilitas nilai tukar. Dalam kondisi likuiditas global yang ketat, sinyal pelonggaran sering kali direspons pasar dengan sikap lebih defensif terhadap mata uang negara berkembang.

Selain faktor kebijakan, kondisi musiman turut memengaruhi pergerakan rupiah. Menjelang tutup tahun, aktivitas perdagangan cenderung menurun karena banyak pelaku pasar mengurangi eksposur dan memilih menunggu arah baru di awal tahun.

Artikel Terkait:
  • Beasiswa Kemenkeu Dibatalkan, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas
  • BNI Salurkan KUR ke Petani Tebu untuk Dukung Swasembada Gula 2028
  • OJK Ganti Istilah Pinjol Jadi Pindar untuk Hilangkan Stigma Negatif
  • Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi, Cek Daftarnya!

Situasi ini membuat pasar lebih mudah bergejolak, meski tanpa sentimen besar sekalipun. Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak volatil dalam kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per dolar AS selama perdagangan akhir tahun yang relatif sepi.

Dari sisi pelaku usaha dan investor, pelemahan rupiah menjadi sinyal untuk meningkatkan kewaspadaan. Importir berpotensi menghadapi kenaikan biaya, sementara eksportir bisa memperoleh keuntungan kurs jangka pendek.

Namun demikian, fluktuasi tajam tetap menyimpan risiko jika tidak dikelola dengan strategi lindung nilai yang tepat.

Secara keseluruhan, pembukaan rupiah yang melemah di level Rp16.773 per dolar AS mencerminkan dinamika pasar yang masih rapuh menjelang pergantian tahun.

Dengan kombinasi kebijakan pelonggaran, sentimen regional, dan minimnya likuiditas, rupiah diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif hingga perdagangan benar-benar beralih ke tahun baru.

Jangan Lewatkan:
  • Jelang Merger dengan FREN, Para Petinggi XL Mundur
  • Bantuan Subsidi Upah Pekerja dan Guru Honorer Cair Juni
  • Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan Rusak di Era Jokowi
  • Bahlil Sebut Legalitas Hanya untuk Sumur Minyak Rakyat yang Sudah Jalan

Bank Indonesia. Dolar AS Nilai Tukar Pasar Asia Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleInvestasi Milenial Kini dan Masa Depan
Next Article Penyidikan Hampir Rampung, Dua Nama Kunci Kasus Kuota Haji

Informasi lainnya

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Surat Fatir, Munculnya Uban sebagai Pemberi Peringatan

Islami Alfi Salamah

Pramuka Indonesia: Dukungan Solidaritas untuk Palestina

Gagasan Ericka

XL dan Smartfren Merger, Siapa Pimpinan Baru XLSmart?

Techno Silva

Musik AI Tanpa Hak Cipta

Gagasan Udex Mundzir

Peraturan Penggunaan Media Sosial untuk Anak di Indonesia

Techno Ericka
Berita Lainnya
Ekonomi
Assyifa10 Januari 2025

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi