Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 4 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

Saat inflasi terus menggerus nilai uang, bertahan dengan celengan adalah strategi usang yang harus segera ditinggalkan.
Alfi SalamahAlfi Salamah21 Januari 2026 Ekonomi
menabung
Ilustrasi Menabung (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Banyak milenial tumbuh dengan prinsip: “hemat pangkal kaya.” Sejak kecil, kita diajarkan untuk menabung di celengan, buku tabungan, atau rekening bank. Prinsip ini dianggap kunci sukses finansial. Tapi kenyataan hari ini sangat berbeda: menabung saja tidak cukup.

Di tengah inflasi, krisis ekonomi, dan naiknya biaya hidup, menaruh uang di tabungan tanpa strategi jelas hanya membuat nilainya menyusut. Investasi kini bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Namun sayangnya, kesadaran ini belum menyeluruh terutama di kalangan pekerja muda urban yang merasa gajinya “pas-pasan.”

Realita Keuangan Milenial Hari Ini

Menurut data OJK (2025), sebanyak 68% milenial Indonesia belum memiliki produk investasi formal. Mayoritas hanya menyimpan uang di rekening biasa atau tabungan darurat, yang suku bunganya bahkan kalah dari laju inflasi tahunan (rata-rata 3,5%-4%).

Akibatnya?

Baca Juga:
  • Prabowo Resmikan Industri Baterai Listrik Terintegrasi Nasional
  • Google Hentikan Sementara Fitur Konversi Mata Uang Akibat Kesalahan Data
  • 28 Ribu Pegawai BUMN Terima Bansos, DPR Minta DTSEN Dibenahi
  • Surplus Perdagangan Indonesia Anjlok, Imbas Tarif Impor AS
  • Nilai uang terus menurun seiring waktu.
  • Tidak ada pertumbuhan kekayaan jangka panjang.
  • Milenial makin sulit mengejar mimpi finansial seperti punya rumah, dana pensiun, atau pendidikan anak.

Menabung Itu Aman, Tapi Stagnan

Menabung memang aman tidak berisiko kehilangan pokok dana. Tapi itu juga yang membuatnya tidak berkembang. Dalam 5 tahun, uang Rp10 juta di rekening bisa tetap Rp10 juta (atau naik sedikit karena bunga), tapi daya belinya menurun.

Bandingkan dengan investasi yang terkelola baik: reksa dana pasar uang, saham bluechip, emas digital, atau bahkan obligasi negara. Semua punya risiko, ya tapi juga punya potensi hasil yang jauh melampaui sekadar menabung.

Milenial Butuh Mindset Baru

Satu alasan kuat mengapa banyak milenial enggan berinvestasi adalah takut rugi dan kurang informasi. Ditambah lagi, sistem pendidikan formal jarang membekali generasi muda dengan pemahaman finansial praktis.

Padahal, kini sudah banyak aplikasi investasi yang user-friendly, mulai dari Rp10.000, dengan fitur edukatif. Bahkan beberapa platform mengintegrasikan konten edukasi + simulasi risiko, agar pengguna belajar sambil praktik.

Artikel Terkait:
  • BI Prakirakan Ekonomi Nasional Menguat pada Semester II 2025
  • Prabowo Luncurkan Danantara, Strategi Baru Kelola Investasi Nasional
  • Kemenpar Gandeng Prancis Genjot Kunjungan Wisatawan
  • Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil

Solusi bukan menghapus menabung, tapi menjadikan menabung sebagai langkah awal menuju investasi. Menabung untuk dana darurat, lalu mengalokasikan sisanya untuk instrumen yang memberi hasil jangka panjang.

Perlu Regulasi dan Edukasi yang Seimbang

Pemerintah dan sektor swasta harus lebih aktif dalam mengedukasi masyarakat muda tentang literasi finansial. Bukan hanya seminar sekali waktu, tapi integrasi kurikulum keuangan dalam pendidikan tinggi dan program kerja.

Selain itu, perlu pengawasan ketat terhadap platform investasi bodong yang justru merusak kepercayaan masyarakat. Kita butuh ekosistem investasi yang aman, transparan, dan inklusif.

Sebagai Pondasi Awal

Menabung tetap penting, tapi hanya sebagai pondasi awal. Di era ketidakpastian seperti sekarang, milenial harus lebih cerdas mengelola uang dengan memadukan tabungan dan investasi. Karena jika tidak, impian finansial hanya akan jadi wacana, sementara waktu dan nilai uang terus berkurang.

Jangan Lewatkan:
  • Terungkap, Pemilik Modal di Balik Hibisc Fantasy Puncak
  • Pertamina Tambah 7,38 Juta Tabung LPG Jelang Tahun Baru Hijriah
  • ‘No Buy Challenge 2025’: Gerakan Minimalisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
  • ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari
Finansial Milenial Investasi Anak Muda Literasi Keuangan Menabung Vs Investasi Strategi Uang 2026
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePalworld, Game Gado-Gado yang Viral
Next Article Pramuka Tellu Siattinge Satukan Langkah Lewat Musyawarah Ranting

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Perspektif Alfi Salamah

Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat

Perspektif Alfi Salamah

Bank Mandiri dan Krisis Kepercayaan

Perspektif Udex Mundzir

Kunci Hidup Tenang: Belajar Bertanggung Jawab pada Diri Sendiri

Happy Assyifa

Ketika Umar Menangis di Tengah Malam

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Saintek
Ericka28 April 2025

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi