Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 29 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

28 Ribu Pegawai BUMN Terima Bansos, DPR Minta DTSEN Dibenahi

Komisi VIII DPR desak validasi ulang data penerima bansos setelah PPATK temukan ribuan pegawai mapan ikut menerima bantuan.
ErickaEricka11 Agustus 2025 Ekonomi
Bumn
Pegawai BUMN (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanul Haq, menilai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus menjadi fondasi utama dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) agar benar-benar tepat sasaran. Pernyataan ini disampaikan menyusul temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa 28 ribu karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 6 ribu eksekutif menerima bansos.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi bansos yang salah sasaran. DTSEN harus menjadi acuan agar penyaluran tepat kepada mereka yang berhak dan benar-benar membutuhkan. Jangan sampai bansos kembali jatuh ke pihak yang tidak layak menerima,” kata Maman, Senin (11/8/2025).

Temuan PPATK didapat setelah enam bulan menganalisis 10 juta rekening penerima bansos. Selain pegawai BUMN, PPATK juga menemukan 7.479 dokter terdata sebagai penerima bansos. Maman menilai, kondisi ini memperlihatkan perlunya validasi ulang secara menyeluruh, mengingat karyawan BUMN umumnya memiliki tingkat kesejahteraan yang memadai.

Baca Juga:
  • Proyek IKN Telan Rp 147,41 Triliun, Mayoritas dari APBN
  • Pemerintah Luncurkan Stimulus Konsumsi Jelang Libur Sekolah
  • Prabowo Targetkan Pertumbuhan 8%, Sri Mulyani Beberkan Strategi
  • Transaksi QRIS UMKM di Malang Tembus Rp 5 Triliun

“Jika mereka menerima bansos, perlu dipastikan apakah memang berhak atau ini akibat kesalahan data. Validasi ulang mutlak dilakukan,” ujarnya.

PPATK sebelumnya mengungkap data profesi penerima bansos didapat dari informasi awal yang disampaikan ke bank saat pembukaan rekening. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pihaknya tengah menelusuri temuan ini bersama PPATK dan otoritas terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Artikel Terkait:
  • Bantuan Subsidi Upah Pekerja dan Guru Honorer Cair Juni
  • UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan
  • Diversifikasi Ekspor: Indonesia Bidik Pasar Uni Eropa dan BRICS
  • UMP DKI Jakarta Naik 6,5 Persen Jadi Rp5,396 Juta

Menurut Saifullah, proses verifikasi akan dilakukan secara hati-hati agar tidak ada bantuan yang jatuh ke pihak yang tidak berhak. “Jika terbukti tidak layak, rekening akan diblokir dan bantuan dialihkan ke penerima yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Kasus salah sasaran ini juga memicu sorotan publik karena berpotensi menyalahi tujuan utama bansos, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. DPR mengingatkan pemerintah bahwa transparansi dan pembaruan data adalah kunci agar kebijakan sosial tepat sasaran.

Jangan Lewatkan:
  • Utang Menggunung, WIKA Rugi Rp1,6 Triliun di Semester I 2025
  • Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah
  • Ekspor Produk Halal Indonesia ke Australia Tembus Rp2,5 Triliun
  • Daftar 10 Terkaya Pejabat RI: Menteri dan Bupati Termasuk
Bansos DTSEN Pegawai BUMN PPATK Salah Sasaran Bansos
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPK Telusuri Dugaan Kickback Kuota Haji, Sasar Oknum Kemenag dan Travel
Next Article KY Siap Proses Aduan Tom Lembong Terkait Dugaan Pelanggaran Etik Hakim

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan

Refleksi Udex Mundzir

B.J. Habibie: Arsitek Kebebasan Pers Indonesia

Profil Ericka

Kesenjangan di Balik Ketentuan Gaji Dosen PTS

Editorial Udex Mundzir

Ketika Moral Publik Mati

Editorial Udex Mundzir

Makin Canggih, Ini Alasan Warga Indonesia Pilih HP dengan Fitur AI

Techno Assyifa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi