Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

Mengapa Korupsi Menjadi Budaya?

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 18 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

28 Ribu Pegawai BUMN Terima Bansos, DPR Minta DTSEN Dibenahi

Komisi VIII DPR desak validasi ulang data penerima bansos setelah PPATK temukan ribuan pegawai mapan ikut menerima bantuan.
ErickaEricka11 Agustus 2025 Ekonomi
Bumn
Pegawai BUMN (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanul Haq, menilai Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) harus menjadi fondasi utama dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) agar benar-benar tepat sasaran. Pernyataan ini disampaikan menyusul temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) bahwa 28 ribu karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan 6 ribu eksekutif menerima bansos.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi bansos yang salah sasaran. DTSEN harus menjadi acuan agar penyaluran tepat kepada mereka yang berhak dan benar-benar membutuhkan. Jangan sampai bansos kembali jatuh ke pihak yang tidak layak menerima,” kata Maman, Senin (11/8/2025).

Temuan PPATK didapat setelah enam bulan menganalisis 10 juta rekening penerima bansos. Selain pegawai BUMN, PPATK juga menemukan 7.479 dokter terdata sebagai penerima bansos. Maman menilai, kondisi ini memperlihatkan perlunya validasi ulang secara menyeluruh, mengingat karyawan BUMN umumnya memiliki tingkat kesejahteraan yang memadai.

Baca Juga:
  • Maraknya Penjualan SPBU di Jakarta Menimbulkan Pertanyaan: Apakah Masih Menjanjikan?
  • Indonesia Tawarkan Telur Sebagai Alat Negosiasi Tarif AS
  • PLN Gandeng Swasta Bangun Sistem Listrik Nasional Rp2.133 T
  • Novita Hardini Tolak Kenaikan PPN pada Sekolah Internasional

“Jika mereka menerima bansos, perlu dipastikan apakah memang berhak atau ini akibat kesalahan data. Validasi ulang mutlak dilakukan,” ujarnya.

PPATK sebelumnya mengungkap data profesi penerima bansos didapat dari informasi awal yang disampaikan ke bank saat pembukaan rekening. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan pihaknya tengah menelusuri temuan ini bersama PPATK dan otoritas terkait, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Artikel Terkait:
  • Transaksi UMKM Tembus Rp1,1 Triliun per Mei 2025
  • PHK Meluas, Pekerja Informal Lampaui 50 Persen
  • KPPU Ungkap Tagihan Rafaksi Minyak Goreng Rp 1,1 Triliun
  • DPR RI Siap Dukung Efisiensi Anggaran 2026, Asal Pro Rakyat

Menurut Saifullah, proses verifikasi akan dilakukan secara hati-hati agar tidak ada bantuan yang jatuh ke pihak yang tidak berhak. “Jika terbukti tidak layak, rekening akan diblokir dan bantuan dialihkan ke penerima yang benar-benar membutuhkan,” tegasnya.

Kasus salah sasaran ini juga memicu sorotan publik karena berpotensi menyalahi tujuan utama bansos, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. DPR mengingatkan pemerintah bahwa transparansi dan pembaruan data adalah kunci agar kebijakan sosial tepat sasaran.

Jangan Lewatkan:
  • World Bank Beri Solusi untuk Capai Kemakmuran Ekonomi di Indonesia
  • Sepekan Terakhir, Bursa Efek Indonesia Catatkan Transaksi Saham Melambat
  • BYD Siap Memperluas Produksi Kendaraan Listrik di Vietnam bukan Indonesia?
  • OJK Ganti Istilah Pinjol Jadi Pindar untuk Hilangkan Stigma Negatif
Bansos DTSEN Pegawai BUMN PPATK Salah Sasaran Bansos
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPK Telusuri Dugaan Kickback Kuota Haji, Sasar Oknum Kemenag dan Travel
Next Article KY Siap Proses Aduan Tom Lembong Terkait Dugaan Pelanggaran Etik Hakim

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Bisakah Bertafakur dengan Berjalan Kaki? Ini Penjelasannya

Islami Alfi Salamah

Pelanggan adalah Kunci Sukses Bisnis Anda

Bisnis Assyifa

Indonesia dan Dua Periode Jokowi yang Memalukan

Editorial Udex Mundzir

Madinah Menjadi Rumah 75 Kloter Jamaah Haji Indonesia

Islami Alfi Salamah

Sejarah Perjalanan Haji Masa Kerajaan Nusantara

Islami Ericka
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi