Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarat Tak Bisa Dicuci Kekuasaan

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 5 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Belajar Ikhlas

Perumpamaan sederhana tentang pentingnya ikhlas dalam beramal.
Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi13 Maret 2025 Islami
Ikhlas
Ilustrasi Belajar Ikhlas (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bayangkan Anda punya tabungan 1 Milyar di bank. Jika diprint di buku tabungan tertulis 1.000.000.000. Suatu hari Anda ke bank untuk mencairkannya karena butuh modal usaha. Ternyata catatan di rekening Anda angka 1-nya hilang. Hanya tertulis 000.000.000. Anda protes ke bank. Tetap saja tabungan Anda tertulis 000.000.000,- dan nilainya nol atau tidak ada. Kerja keras Anda menabung selama puluhan tahun hilang semua.

Kejadian di atas bisa terjadi kelak di akhirat. Menurut Prof. KH. Dr. Asep Zaenal Aushop, MA, Guru Besar dan dosen Agama Islam di ITB, amalan itu ibarat angka nol dan ikhlas adalah angka 1 di depan angka nol. Ada orang yang amalannya banyak sehingga angka nolnya juga berderet banyak. Kelak di akhirat ingin dicairkan pahalanya ternyata tidak ada. Mengapa? Karena tidak ikhlas dalam beramal. Hanya ada deretan angka 0, tidak ada angka 1 di depan angka nol.

Bukankah ini sejalan dengan hadist Nabi tentang kisah 3 orang yang amalannya luar biasa? Mujahid syahid di medan perang. Ahli Al Quran mempelajari dan mengajarkan Al Quran. Orang kaya banyak membangun masjid dan membantu orang lain. Tapi di akhirat tidak ada pahalanya di sisi Allah karena tidak ikhlas. Imbalannya sudah diperoleh di dunia yaitu mereka ingin dikenal sebagai mujahid, qari dan dermawan.

Begitu pentingnya ikhlas dalam beramal maka ilmu ikhlas harus terus dipelajari dan diperjuangkan pengamalannya. Bagaimana cara belajar ikhlas? KH. Abdullah Gymnastiar menyebutkan untuk tidak mengharapkan 5 hal saat beramal. Agar mudah diingat disingkat dalam kata TaLiHPBudi yaitu Tahu, Lihat, Hargai, Puji, dan balas Budi.

Baca Juga:
  • Perisai Kehidupan
  • Sejarah dan Keutamaan Surah Yasin dalam Al-Qur’an: Kisah dan Pengaruhnya
  • Asal-Usul Shalat Tarawih 8 Rakaat Plus Witir 3 Rakaat
  • Bubur Kacang Hijau: Kelezatan Tradisional Selama Puncak Haji

Pertama, yaitu tahu. Maksudnya jangan amalannya selalu mau diketahui orang lain terutama amalan sunnah. Jangan selalu aktivitas ibadahnya diposting di media sosial. Sebelum diposting periksa dulu niatnya. Apakah untuk pencitraan atau syiar dakwah menginspirasi orang lain. Jika ada unsur pencitraan segera bersihkan niat dan luruskan karena Allah.

Kedua, yaitu lihat. Maksudnya jangan semangat beramal karena dilihat orang lain. Jangan semua amalannya diperlihatkan ke orang lain. Usahakan memiliki amalan rahasia yang hanya Allah dan diri sendiri yang tahu dan melihat. Jika beramal karena ingin dilihat itulah riya’. Rasulullah menyebut riya’ menyebabkan amalan tidak diterima.

Ketiga, yaitu hargai. Maksudnya jangan merasa diri spesial dan berharap dihargai oleh orang lain. Jika tidak diperlakukan khusus maka sakit hati. Jika tidak dipanggil pak haji atau bu hajjah maka tidak menoleh. Jika tidak diberi tempat duduk khusus maka tersinggung. Hati-hati karena itu bisa takabbur atau sombong. Sadari kemuliaan bukan karena kekayaan, jabatan, gelar, keturunan dan status sosial lainnya. Kemuliaan karena ketakwaan.

Artikel Terkait:
  • Menjaga Lisan
  • Harapan Terwujud: Jamaah Haji Tambahan Menyentuh Tanah Suci
  • Cara Memilih Hewan Qurban, Jenis, Usia, dan Kesehatan yang Harus Diperhatikan
  • Puasa dan Pemberantasan Korupsi

Keempat yaitu puji. Maksudnya jangan mengharapkan pujian dari apa yang dilakukan. Jika mendapatkan cacian atau cercaan jangan jadi tumbang. Tetaplah berbuat baik meskipun tidak ada pujian. Tetaplah berbuat baik meskipun dihina dan direndahkan. Kebaikan yang dilakukan bukan karena manusia. Bukan mengharapkan pujian orang lain. Semua dilakukan karena Allah. Untuk meraih ridha Allah.

Kelima yaitu balas budi. Maksudnya jangan merasa punya jasa kepada orang lain dari kebaikan yang telah dikerjakan. Nanti berharap ada balas budi. Jika tidak dapat balasan akhirnya kecewa dan tidak ingin berbuat baik lagi. Prinsipnya, lakukan dan lupakan. Kebaikan ke orang lain tidak usah diingat-ingat. Justru yang diingat adalah kebaikan orang lain kepada diri kita. Yakinlah bahwa Allah yang akan memberi balasan sekecil apapun kebaikan yang dikerjakan.

Itulah lima cara belajar ikhlas dari Aa Gym. Jangan semua amalan kita orang lain tahu dan lihat. Milikilah amalan rahasia. Hanya Allah dan diri sendiri yang tahu. Jangan berharap pujian, penghargaan dan balas budi dari orang lain. Berharaplah hanya kepada Allah. Semoga dapat membantu melatih ikhlas beramal karena Allah. Puasa hadir untuk melatih keikhlasan. Hanya Allah dan diri sendiri yang tahu. Hanya berharap pahala, ampunan dan rahmat Allah. Selamat berlatih untuk ikhlas.

Jangan Lewatkan:
  • Menghargai Waktu
  • Hikmah Idul Qurban
  • Mengulang Jejak Sejarah: Tradisi Mengantar Jamaah Haji
  • Keutamaan Puasa Arafah, Ampunan Dosa dan Keselamatan dari Neraka
Beramal Ikhlas Konsep Keikhlasan Metode TaLiHPBudi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDewan Pers Imbau Wartawan Tidak Minta THR Lebaran
Next Article Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Informasi lainnya

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

11 September 2026

MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo

10 September 2026

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

20 Agustus 2026

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

17 Agustus 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Minuman Viral, Benarkah Sehat?

Food Alfi Salamah

Ketika Kebijakan Membakar Dapur Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Travel Alfi Salamah

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Profil Alfi Salamah

Untuk Apa Kenaikan UMP 6,5% Itu?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Hukum Barang Temuan dalam Islam

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi