Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 13 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Perisai Kehidupan

Syamril Al-BugisyiSyamril Al-Bugisyi4 Maret 2025 Islami
Kendalikan nafsu, raih ketakwaan.
Perisai Kehidupan: Menjaga Diri dari Serakah, Sombong, Syahwat, dan Amarah (.inet?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Apa yang membuat manusia terjatuh dalam perbuatan yang merusak diri dan orang lain seperti pencurian, korupsi, pembunuhan, perzinahan, penindasan dan kezhaliman lainnya? Ada empat sifat yang dapat disingkat SeSSA (Bahasa Bugis yang artinya menyusahkan). Apa saja itu? Serakah, Sombong, Syahwat, dan Amarah.

Pertama yaitu serakah. Serakah terjadi karena manusia lebih memperturutkan keinginan daripada kebutuhan. Gaji besar tidak akan cukup karena keinginannya lebih besar. Akhirnya melakukan korupsi seperti kasus di Pertamina yang lagi ramai di media. Bagaimana mengatasinya? Agama mengajarkan untuk bersifat qana’ah atau merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang ada. Tentu diawali dengan kemampuan membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

Serakah juga dapat diatasi dengan banyak melihat kehidupan orang-orang yang kurang beruntung. Harapannya muncul rasa syukur dan keinginan berbagi. Juga bisa diatasi dengan banyak mengingat kematian. Semuanya akan ditinggal pergi. Semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Harta yang banyak hanya akan menjadi masalah di dunia dan akhirat jika diperoleh secara haram.

Kedua, yaitu sombong. Menurut Rasulullah ada dua ciri orang sombong yaitu merendahkan orang lain dan menolak kebenaran. Merendahkan orang lain karena memiliki kelebihan harta, tahta, asal usul keturunan dan gelar akademik. Menolak kebenaran karena merasa lebih pintar, lebih hebat dan lebih berkuasa.

Baca Juga:
  • Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?
  • Musim Haji Penjualan Sarung Tenun Goyor di Jombang Meningkat
  • Menjadi Lebih Baik
  • Menebus Dosa Ghibah Menurut Islam

Bagaimana mengatasinya? Sombong akan hilang jika ada kesadaran dalam diri bahwa segala kelebihan yang dimiliki bersifat sementara. Tidak kekal abadi. Banyak yang sebelumnya kaya menjadi miskin. Banyak yang punya tahta dan jabatan menjadi rakyat biasa. Semua sementara. Kehormatan yang abadi bukan dari harta dan tahta tapi dari takwa dan akhlaqul karimah.

Juga perlu kesadaran bahwa segala kelebihan yang dimiliki adalah anugrah dari Allah. Kisah Nabi Sulaiman di dalam Al Quran bisa jadi pelajaran. Beliau Nabi, Raja, kaya raya dan mampu mengendalikan angin, hewan dan jin. Saat dipuji kelebihannya Nabi Sulaiman berucap “ini semua anugrah dari Tuhanku untuk menguji apakah aku bersyukur atau kufur”.

Ketiga yaitu syahwat yang tidak terkendali khususnya kepada lawan jenis. Hidup di era sekarang sangat banyak godaan. Jika tidak hati-hati dapat menjerumuskan pada pergaulan bebas. Wujudnya berupa perselingkuhan dan perzinahan yang merusak rumah tangga dan mengakibatkan perceraian.

Bagaimana cara mengatasinya? Menjaga pergaulan antar lawan jenis dan menjaga pandangan. Saling setia sebagai suami-istri dan menguatkan iman kepada Allah. Tanamkan dalam diri dan jiwa bahwa zina adalah dosa besar dan dibenci oleh Allah.

Artikel Terkait:
  • Sosok Mulia Ciptaan Allah, Inilah Peran Perempuan dalam Islam
  • Harta Ilmu di Perpustakaan Masjid Nabawi Menanti Eksplorasi
  • Isra’ Mi’raj dan Problem Solving
  • Barang yang Jarang Dipakai Akan Dihisab di Akhirat

Keempat yaitu amarah. Tidak mampu mengendalikan emosi sehingga berbuat melampaui batas. Menyakiti orang lain secara verbal maupun fisik. Kata-kata kasar yang keluar saat marah dapat menyakiti hati orang lain. Dampaknya merusak hubungan persaudaraan dan pertemanan. Jika tindakannya berlebihan dapat menyakiti badan, melukai bahkan menyebabkan terjadinya pembunuhan.

Bagaimana mengatasinya? Perlu berlatih menahan diri. Berpikir sebelum bertindak. Hindari merespon langsung pemicu kemarahan. Ambil jeda melalui tarikan nafas atau diam minimal 6 detik. Rasulullah mengajarkan jika berdiri maka duduklah. Jika duduk maka berbaringlah. Atau ambil wudhu dan shalat. Juga tanamkan dalam diri bahwa menahan amarah adalah sifat mulia, perintah Allah dan Rasul Nya dan jalan untuk meraih surga.

Bulan Ramadhan datang dengan perintah puasa sebulan penuh. Puasa melatih diri agar tidak serakah, tidak sombong, dapat mengendalikan nafsu syahwat dan amarah. Jika dapat melaksanakan puasa dengan baik maka akan punya perisai dari segala keburukan perilaku yang merusak diri dan orang lain. Rasulullah bersabda: “Puasa adalah perisai, …” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Jangan Lewatkan:
  • Kesehatan Tubuh: Kunci Kesuksesan Jamaah Haji Lansia dan Risti
  • Tips Penting bagi Jamaah Haji Baru Tiba, Perhatikan 5 Hal Ini
  • Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun
  • Sabar dan Doa: Kunci Mengubah Hidup Menjadi Lebih Baik
Hikmah Puasa Kendali Diri Lentera Ramadan Perisai Kehidupan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleManfaat Ramadhan
Next Article Pramono: Banjir Jakarta 90 Persen Kiriman dari Hulu

Informasi lainnya

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

11 September 2026

MUI Bantah Keterlibatan Resmi di Islam Ala Prabowo

10 September 2026

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

20 Agustus 2026

MUI Ajak Keluarga Perkuat Moral di Momentum HUT RI

17 Agustus 2026

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

7 Mei 2026

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

22 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Adab Bertemu Guru dalam Islam

Islami Assyifa

Makan Gratis, Simbol Negara Gagal

Editorial Udex Mundzir

Ketika Makkah Padat, Jamaah Haji Disarankan Ibadah di Hotel

Islami Alfi Salamah

Ketika Vape Jadi Narkoba Baru

Editorial Udex Mundzir

Merince Kogoya dan Batas Ekspresi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi