Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 17 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Menyeimbangkan kunjungan dengan keberlanjutan adalah kunci masa depan pariwisata yang cerdas.
Alfi SalamahAlfi Salamah13 November 2025 Travel
Destinasi Wisata Jepang
Kyoto
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gelombang wisatawan yang tak terkendali membuat Kyoto, kota bersejarah Jepang, mengambil langkah tegas. Pemerintah kota ini resmi menaikkan tarif penginapan dan pajak wisata mulai tahun depan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krisis overtourism yang memuncak pascapandemi, yang menekan infrastruktur, lingkungan, dan kualitas hidup warga lokal.

Setelah pembatasan perjalanan dilonggarkan, jumlah wisatawan ke Kyoto melonjak tajam. Jalanan di kawasan seperti Gion menjadi penuh sesak, situs-situs budaya seperti Kuil Kiyomizudera kewalahan menerima pengunjung, dan masalah sampah menjadi hal biasa. Penduduk mengeluh kehilangan ruang hidup mereka.

Bukan hanya gangguan visual, krisis overtourism ini berdampak pada pelestarian budaya dan lingkungan. Pemerintah akhirnya memilih bertindak.

Tarif Naik, Wisata Lebih Tertata

Mulai Maret 2026, tarif penginapan dan pajak wisata di Kyoto akan naik signifikan. Pajak akomodasi akan kena berdasarkan harga per malam per orang. Hotel-hotel kelas atas akan menerima pajak tertinggi, mencapai ¥10.000, naik dari sebelumnya ¥1.000.

Kenaikan ini bukan semata demi pemasukan. Wali Kota Kyoto menyatakan, “Kebijakan ini untuk menjaga keseimbangan antara kunjungan wisata dan kenyamanan hidup warga.” Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk memperbaiki transportasi publik, melestarikan situs budaya, dan mendukung usaha lokal.

Baca Juga:
  • Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo
  • Rencanakan Liburan: Jadwal Cuti Bersama Desember 2023
  • Inilah Harga Baru Pembuatan Paspor Mulai 17 Desember
  • Cappadocia: Kota Bawah Tanah yang Membongkar Sejarah

Dampak Beragam dari Berbagai Pihak

Reaksi terhadap kebijakan ini beragam. Sebagian wisatawan menganggap biaya tambahan sebagai beban baru. Beberapa agen perjalanan bahkan memperkirakan wisatawan akan berpindah ke kota seperti Osaka dan Nara yang lebih murah.

Namun warga lokal justru menyambut baik langkah ini. Mereka berharap kebijakan ini bisa mengurangi kepadatan dan membawa kembali ketenangan di lingkungan mereka.

“Kami merasa kota ini kembali menjadi milik kami, bukan hanya destinasi selfie turis,” ujar Haruka, warga Kyoto yang tinggal di dekat kawasan wisata Arashiyama.

Mengikuti Jejak Kota Dunia

Kebijakan ini bukan hal baru dalam dunia pariwisata. Kota-kota seperti Venesia dan Barcelona telah lebih dulu menerapkan tarif tambahan untuk wisatawan. Kyoto kini mengikuti jejak serupa dengan pendekatan yang sesuai dengan budaya Jepang.

Selain tarif, Kyoto berencana menerapkan sistem pemesanan online bagi wisatawan yang ingin mengunjungi lokasi-lokasi populer. Ini bertujuan membatasi jumlah pengunjung harian secara efektif.

Artikel Terkait:
  • Gunung Galunggung Tetap Tenang dan Menawan
  • Pengalaman Naik Bus Umum Samarinda-Balikpapan: Tiket Murah, Musik Dangdut, dan Jalanan Bergelombang
  • Asal Usul Istilah “Pedagang Kaki Lima”
  • Kehidupan di Jepang, Perpaduan Tradisi dan Modernitas

Strategi Jangka Panjang untuk Warga

Pendapatan dari pajak dan tarif baru akan berguna untuk mendukung sektor publik dan komunitas. Fokus utama adalah pada pelestarian situs warisan dunia, peningkatan layanan publik, dan promosi wisata berbasis komunitas.

Dengan pengunjung yang lebih tertata, harapannya ekonomi lokal tumbuh dengan inklusif. Warga tidak lagi sekadar menjadi penonton, tapi ikut menikmati manfaat ekonomi dari pariwisata yang lebih berkualitas.

Menjadi Contoh Dunia

Kebijakan ini mencerminkan arah baru dunia pariwisata: dari kuantitas menuju kualitas. Kyoto ingin membangun pariwisata yang sadar budaya dan ramah lingkungan.

Jangan Lewatkan:
  • Keindahan Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi di Punggung Semeru
  • Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi
  • Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN
  • Liburan Seru Cuma Rp1 Juta?

Langkah ini bukan bentuk pembatasan, tapi strategi agar kota tetap bisa menyambut pengunjung dengan cara yang menghargai ruang hidup dan warisan sejarah. Jika berhasil, Kyoto bisa menjadi contoh global dalam praktik pariwisata berkelanjutan.

Destinasi Kyoto Destinasi Wisata Jepang Tokyo Travel
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPRD Kutim Desak Efisiensi Anggaran, Peringatkan Potensi Sanksi
Next Article Curug Malela: Niagara Mini di Jantung Hutan Jawa Barat

Informasi lainnya

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

13 September 2026

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

12 September 2026

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

6 September 2026

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

5 September 2026

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

14 April 2026

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Tarif Ojol Naik: Siapa Diuntungkan?

Editorial Udex Mundzir

Untuk Apa Kenaikan UMP 6,5% Itu?

Editorial Udex Mundzir

UI di Puncak Ranking, Tercoreng Predator Tambang

Editorial Udex Mundzir

Hikmah Idul Qurban

Islami Syamril Al-Bugisyi

Puasa dan Pemberantasan Korupsi

Islami Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Nama Jokowi Masih Tersemat di Situs OCCRP Meski Sempat Hilang

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Bekas Karhutla Berau Ditanami Sawit, Polisi Selidiki

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi