Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 10 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kyoto Kerek Tarif Wisata Demi Selamatkan Warisan Budaya

Menyeimbangkan kunjungan dengan keberlanjutan adalah kunci masa depan pariwisata yang cerdas.
Alfi SalamahAlfi Salamah13 November 2025 Travel
Destinasi Wisata Jepang
Kyoto
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Gelombang wisatawan yang tak terkendali membuat Kyoto, kota bersejarah Jepang, mengambil langkah tegas. Pemerintah kota ini resmi menaikkan tarif penginapan dan pajak wisata mulai tahun depan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap krisis overtourism yang memuncak pascapandemi, yang menekan infrastruktur, lingkungan, dan kualitas hidup warga lokal.

Setelah pembatasan perjalanan dilonggarkan, jumlah wisatawan ke Kyoto melonjak tajam. Jalanan di kawasan seperti Gion menjadi penuh sesak, situs-situs budaya seperti Kuil Kiyomizudera kewalahan menerima pengunjung, dan masalah sampah menjadi hal biasa. Penduduk mengeluh kehilangan ruang hidup mereka.

Bukan hanya gangguan visual, krisis overtourism ini berdampak pada pelestarian budaya dan lingkungan. Pemerintah akhirnya memilih bertindak.

Tarif Naik, Wisata Lebih Tertata

Mulai Maret 2026, tarif penginapan dan pajak wisata di Kyoto akan naik signifikan. Pajak akomodasi akan kena berdasarkan harga per malam per orang. Hotel-hotel kelas atas akan menerima pajak tertinggi, mencapai ¥10.000, naik dari sebelumnya ¥1.000.

Kenaikan ini bukan semata demi pemasukan. Wali Kota Kyoto menyatakan, “Kebijakan ini untuk menjaga keseimbangan antara kunjungan wisata dan kenyamanan hidup warga.” Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk memperbaiki transportasi publik, melestarikan situs budaya, dan mendukung usaha lokal.

Baca Juga:
  • Menembus Gelap
  • Cappadocia: Kota Bawah Tanah yang Membongkar Sejarah
  • Keindahan Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi di Punggung Semeru
  • Savoy Homann Hotel, Saksi Bisu Kejayaan Bandung

Dampak Beragam dari Berbagai Pihak

Reaksi terhadap kebijakan ini beragam. Sebagian wisatawan menganggap biaya tambahan sebagai beban baru. Beberapa agen perjalanan bahkan memperkirakan wisatawan akan berpindah ke kota seperti Osaka dan Nara yang lebih murah.

Namun warga lokal justru menyambut baik langkah ini. Mereka berharap kebijakan ini bisa mengurangi kepadatan dan membawa kembali ketenangan di lingkungan mereka.

“Kami merasa kota ini kembali menjadi milik kami, bukan hanya destinasi selfie turis,” ujar Haruka, warga Kyoto yang tinggal di dekat kawasan wisata Arashiyama.

Mengikuti Jejak Kota Dunia

Kebijakan ini bukan hal baru dalam dunia pariwisata. Kota-kota seperti Venesia dan Barcelona telah lebih dulu menerapkan tarif tambahan untuk wisatawan. Kyoto kini mengikuti jejak serupa dengan pendekatan yang sesuai dengan budaya Jepang.

Selain tarif, Kyoto berencana menerapkan sistem pemesanan online bagi wisatawan yang ingin mengunjungi lokasi-lokasi populer. Ini bertujuan membatasi jumlah pengunjung harian secara efektif.

Artikel Terkait:
  • Sensasi Tak Terlupakan Menginap Bersama Keluarga di Mercure & Ibis Samarinda
  • Mengenal Bukit Kelam, Batu Tertinggi di Dunia dari Indonesia
  • Destinasi Impian untuk Cuti Bersama Desember 2023
  • Nikmati Liburan Tanpa Sakit dengan Gaya CERIA

Strategi Jangka Panjang untuk Warga

Pendapatan dari pajak dan tarif baru akan berguna untuk mendukung sektor publik dan komunitas. Fokus utama adalah pada pelestarian situs warisan dunia, peningkatan layanan publik, dan promosi wisata berbasis komunitas.

Dengan pengunjung yang lebih tertata, harapannya ekonomi lokal tumbuh dengan inklusif. Warga tidak lagi sekadar menjadi penonton, tapi ikut menikmati manfaat ekonomi dari pariwisata yang lebih berkualitas.

Menjadi Contoh Dunia

Kebijakan ini mencerminkan arah baru dunia pariwisata: dari kuantitas menuju kualitas. Kyoto ingin membangun pariwisata yang sadar budaya dan ramah lingkungan.

Jangan Lewatkan:
  • Bingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang
  • Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN
  • Menepi di Jejeran Cemara & Laut Lepas Pangempang
  • Kastil Neuschwanstein, Dongeng Itu Nyata

Langkah ini bukan bentuk pembatasan, tapi strategi agar kota tetap bisa menyambut pengunjung dengan cara yang menghargai ruang hidup dan warisan sejarah. Jika berhasil, Kyoto bisa menjadi contoh global dalam praktik pariwisata berkelanjutan.

Destinasi Kyoto Destinasi Wisata Jepang Tokyo Travel
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPRD Kutim Desak Efisiensi Anggaran, Peringatkan Potensi Sanksi
Next Article Curug Malela: Niagara Mini di Jantung Hutan Jawa Barat

Informasi lainnya

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

14 April 2026

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

13 April 2026

Pesona Kawaguchiko dengan Latar Gunung Fuji

12 April 2026

Menyusuri Heningnya Hutan Bambu Arashiyama

12 April 2026

Menikmati Senja dari Shibuya Sky Tokyo

11 April 2026

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

31 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Meal Prep, Solusi Orang Sibuk

Daily Tips Alfi Salamah

Tiga Pekerjaan Masa Depan yang Paling Dibutuhkan Dunia

Techno Assyifa

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Islami Alfi Salamah

Antara Harapan dan Kekecewaan

Editorial Udex Mundzir

Puasa 72 Jam, Sehatkah Menurut Islam dan Ilmu Kedokteran?

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah15 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

120 Saksi dan 4 Ahli Jadi Bukti Jerat Nadiem Makarim

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi