Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Hari Kunjung Perpustakaan, Masihkah Siswa Gemar Membaca?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 15 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Menembus Gelap

Perjalanan yang Melelahkan dan Mengesankan di Kalimantan Timur: Kisah Perjalanan Menuju Samarinda
Udex MundzirUdex Mundzir4 Oktober 2024 Travel
Diklat Podcast di PPU
Reunian bersama Nur Wahidah dan Razan
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sore, kami bersiap untuk kembali ke Samarinda. Setelah menyelesaikan beberapa urusan penting di Penajam Paser Utara (PPU). Saya, Izzy, Adi, Sukri, dan Lilis —tim yang telah berkelana bersama seharian —mulai perjalanan menuju penyeberangan Penajam dengan mobil Brio kuning yang setia menemani. Tiket kapal feri yang kami beli seharga Rp 332 ribu menjadi tanda bahwa perjalanan kami akan berlanjut, membawa kami dari Penajam menuju Balikpapan.

Antrean kendaraan di pelabuhan lumayan panjang. Di depan kami hanya ada satu mobil, tapi di belakang, antrean sudah mulai mengular. Namun, semua terasa biasa saja; perjalanan ini sudah kami rencanakan dan persiapkan, dan suasana sore yang teduh memberi kami ketenangan.

Sekitar pukul 17.40, kami akhirnya masuk ke dalam kapal feri. Mobil parkir di dek, dan kami sejenak diam, menikmati waktu tenang sambil menunggu feri lepas dari dermaga.

Persahabatan yang Terjalin di Tengah Tugas

Selama kunjungan ke Penajam, kami menemui dua klien yang luar biasa. DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dan Bapenda (Badan Pendapatan Daerah).

Kedua lembaga ini bukan sekadar klien, tetapi juga mitra dalam perjalanan belajar dan pengembangan bersama. Kunjungan ke DPMPTSP mengingatkan saya pada diklat podcast yang kami selenggarakan di Samarinda pada November 2023 lalu.

Begitu banyak momen hangat yang terjalin selama diklat itu, terutama dengan orang-orang seperti Razan, Nur Wahidah, dan Rahma, yang menyambut kami dengan keramahan yang luar biasa.

“Saya senang sekali bisa bertemu kalian lagi. Rasanya seperti reuni kecil,” kata Razan sambil tersenyum, mengingat momen-momen kami bersama di diklat tahun lalu.

Madu asli dari Paser yang mereka suguhkan menambah kesan mendalam dari kunjungan ini. Manis dan segarnya rasa madu itu mengiringi percakapan kami, seolah menjadi simbol persahabatan yang kian menguat.

Baca Juga:
  • Rahasia Packing Cerdas untuk Liburan 1 Minggu
  • Bingung Mau Liburan Kemana? Yuk Nikmati Keindahan Wisata Alam Musim Panas di Nikko Jepang
  • Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula
  • Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN

Bapenda, klien kedua kami, juga memberikan kesan yang tak kalah mendalam. Diklat podcast yang baru kami selenggarakan pada 17-21 September 2024 berlangsung sukses berkat kerjasama yang luar biasa.

Saya ingat bagaimana antusiasme peserta membuat suasana belajar begitu hidup. Mereka tak hanya ingin mempelajari teknik podcast, tetapi juga melihat bagaimana teknologi ini bisa memperkuat komunikasi dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan daerah.

Pelayaran yang Sarat Makna

Sore itu, feri mulai berlayar, meninggalkan Penajam di belakang. Di dek, saya duduk menikmati pemandangan perairan yang tenang, sementara kapal tongkang yang membawa batu bara tampak mengapung di kejauhan, ditemani oleh pancaran api dari cerobong pengolahan limbah yang masih membekas di benak saya. Pemandangan ini mengingatkan saya betapa kayanya tanah Kalimantan dengan sumber daya alamnya.

“Indonesia memang kaya,” pikir saya sambil memandangi arus muara sungai yang mengalir lembut namun penuh kekuatan. Kekayaan ini tidak hanya terlihat dari alamnya, tetapi juga dari keragaman budaya dan manusia yang ada di sekitarnya. Di sebelah saya, terdengar tiga orang berbicara dalam bahasa Cina.

Mereka, dengan roman muka khas Tiongkok, tampak seperti para pekerja yang tinggal di sekitar pelabuhan. Kalimantan Timur memang telah menjadi magnet bagi banyak tenaga kerja asing, terutama dalam sektor industri ekstraktif.

Setelah sekitar satu jam pelayaran, feri akhirnya tiba di Balikpapan. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 ketika kami turun dari kapal dan mulai melanjutkan perjalanan darat menuju Samarinda.

Sebelum benar-benar melanjutkan perjalanan panjang, kami berhenti sejenak untuk salat dan makan di sebuah warung soto Lamongan. Saya memilih ikan nila goreng yang sederhana tapi memuaskan, memberikan tenaga baru untuk menghadapi perjalanan panjang yang masih menunggu.

Artikel Terkait:
  • Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan
  • Groundsel Raksasa: Harta Prasejarah di Atap Afrika
  • Liburan Seru Cuma Rp1 Juta?
  • Keindahan Alam Jepang yang Mempesona di Setiap Musim

Menyusuri Jalan Tol di Tengah Kegelapan

Perjalanan malam dari Balikpapan ke Samarinda melintasi Tol Balikpapan-Samarinda adalah pengalaman tersendiri. Lilis, yang menggantikan Sukri sebagai pengemudi, membawa kami melaju dengan kecepatan konstan di jalan yang sunyi dan gelap.

Musik pop instrumental yang diputar di radio mobil menjadi teman setia, memberi nuansa tenang meski jalanan yang kami lalui bergelombang dan sesekali memberikan kejutan berupa sambungan jalan yang tidak rata.

“Saya sudah hafal jalan ini,” kata Lilis sambil tersenyum, ketika saya bertanya bagaimana ia bisa melaju dengan kecepatan 100 km/jam di jalan yang gelap tanpa kesulitan. Sukri, yang duduk di sebelah Lilis, sibuk membuat konten untuk TikTok, menyorot Lilis yang tengah menyetir sebagai bagian dari dokumentasi perjalanan kami. Namun, koneksi internet yang lambat di daerah itu membuat unggahannya sedikit tersendat.

Di tengah perjalanan, kami melewati rest area KM 37 tanpa berhenti. Lilis tetap fokus dan tidak banyak berbicara, menjaga konsentrasi penuh pada kemudi, meskipun jalanan semakin gelap dan jarang ada lampu jalan. Di KM 58, sebuah guncangan keras akibat jalan yang tidak rata membuat semua penumpang terkejut, kecuali Adi yang tidur dengan pulas di bangku belakang.

Sekitar pukul 21.40, kami akhirnya keluar dari tol di KM 88, tepat setelah keluar Gerbang Tol Palaran. Izzy turun di sekitar Palaran, meninggalkan kami bertiga untuk melanjutkan perjalanan menuju S-Coffee, markas kami di Samarinda. Meski malam sudah larut, perjalanan ini terasa istimewa. Tidak hanya karena pemandangan alam dan manusia yang beraneka ragam, tetapi juga karena persahabatan dan kerja sama yang telah kami bangun di sepanjang perjalanan.

Refleksi di Akhir Perjalanan

Kembali ke Samarinda, saya merenungkan perjalanan kami yang panjang dan penuh makna ini. Kalimantan Timur bukan hanya tentang kekayaan alam, tetapi juga tentang keragaman budaya, dinamika sosial, dan semangat kolaborasi yang saya saksikan dari berbagai pihak. DPMPTSP dan Bapenda adalah contoh bagaimana instansi pemerintah berusaha untuk terus belajar dan berkembang, membuka diri terhadap inovasi seperti podcast untuk memperkuat komunikasi mereka.

Jangan Lewatkan:
  • Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba
  • Keindahan Gunung Fuji di Jepang, Pesona Alam yang Tak Tertandingi
  • Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi
  • Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula

Perjalanan ini juga menjadi pengingat bahwa di balik setiap perjalanan fisik, ada perjalanan emosional dan intelektual yang berlangsung di dalam diri kita. Setiap tempat yang kami singgahi, setiap percakapan yang kami lakukan, dan setiap orang yang kami temui, semua meninggalkan jejak yang membentuk pemahaman kami tentang dunia ini.

Dan di tengah perjalanan malam yang sunyi, saya menyadari satu hal: meski jalanan tampak gelap dan bergelombang, kita selalu bisa menemukan arah selama kita tetap fokus pada tujuan kita. Seperti Lilis yang mengemudi dengan tenang di jalanan gelap, begitu pula kita dalam menjalani hidup, kadang harus melaju tanpa terlalu banyak bicara, tetapi tetap waspada terhadap setiap tantangan yang muncul di depan.

Bapenda PPU Diklat Podcast DPMPTSP Samarinda - Penajam Paser Utara
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePesantren Al-Kautsar 561: Tempat Lahirnya Generasi Berprestasi
Next Article Vitamin Syukur

Informasi lainnya

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

13 September 2026

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

12 September 2026

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

6 September 2026

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

5 September 2026

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

14 April 2026

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

13 April 2026
Paling Sering Dibaca

Indonesia Memble Hadapi Tarif Trump

Perspektif Udex Mundzir

Bisnis Militer: Jalan Menuju Politik?

Editorial Udex Mundzir

5 Tips Efektif Mengatur Waktu Selama Ramadhan

Islami Alfi Salamah

Adab Bertemu Guru dalam Islam

Islami Assyifa

Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi