Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

100 Mahasiswa UBB Dapat Beasiswa Kelapa 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 6 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Setop Impor Garam, Produksi Domestik Baru 63% dari Kebutuhan

Indonesia menargetkan swasembada garam pada 2025, namun produksi domestik masih kurang.
AssyifaAssyifa5 Januari 2025 Ekonomi
Swasembada garam nasional 2025
Swasembada garam nasional 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia akan menghentikan impor garam konsumsi pada tahun ini. Namun, produksi domestik baru mampu memenuhi 63% dari total kebutuhan nasional sebesar 4,9 juta ton. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan bahwa produksi garam nasional tahun 2025 diperkirakan mencapai 2,25 juta ton, ditambah dengan sisa stok 836 ribu ton.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf, mengatakan pemerintah telah menyiapkan strategi menuju swasembada garam. “Sisa kebutuhan menjadi peluang besar bagi petambak garam rakyat dan badan usaha untuk meningkatkan produksi,” ujar Victor dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (4/1/2025).

Ia menjelaskan, upaya menuju swasembada meliputi identifikasi wilayah potensial, penggunaan teknologi produksi modern, dan intensifikasi tambak garam. Salah satu wilayah utama yang diandalkan adalah Indramayu, Jawa Barat. Luas lahan produktif di Indramayu pada 2024 mencapai 1.445 hektar dengan produksi tahunan sebesar 135.891 ton.

Baca Juga:
  • Bansos Tak Dipangkas Meski Anggaran Kementerian Ditekan
  • Konflik Iran-Israel Uji Ketahanan Ekonomi Indonesia
  • The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Global Stabil Meski Investasi Melemah
  • Ancaman PHK Massal Mengintai Karyawan Sritex

Maming, seorang petambak garam dari Indramayu, optimistis hasil produksi akan meningkat signifikan dengan teknologi geomembran yang diterapkan. “Teknologi ini sangat membantu menjaga kualitas garam yang kami hasilkan,” katanya.

Selain itu, KKP juga merancang ekstensifikasi tambak garam di Nusa Tenggara Timur dengan target 2.500 hektar pada 2025. Tambak ini akan menggunakan metode konvensional yang dilengkapi mekanisasi panen. Di sisi lain, modernisasi teknologi produksi akan diterapkan di 1.800 hektar tambak di lima provinsi melalui metode concentrated brine.

Victor menambahkan, kualitas garam lokal kini mampu bersaing di pasar global. “Ke depan, produksi garam rakyat diharapkan sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri,” tegasnya.

Artikel Terkait:
  • BPS Pindahkan Jadwal Rilis Data Ekspor-Impor ke Awal Bulan
  • Sri Mulyani Pangkas Pajak demi Redam Dampak Tarif Impor AS
  • Pertamina Akan Pindahkan Kantor Pusat ke Balikpapan untuk Pemerataan Pembangunan
  • Buruh Desak Kejelasan Definisi Barang Mewah PPN 12%

Meski begitu, beberapa pihak menilai bahwa target swasembada masih memerlukan dukungan lebih lanjut, terutama dari segi infrastruktur dan pelatihan bagi petambak. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya juga menyampaikan bahwa dialog dengan petambak dan pelaku industri menjadi kunci untuk mempercepat pencapaian target.

Jangan Lewatkan:
  • BPDP Siap Dampingi UKMK Sawit Tembus Pasar Ekspor
  • PHK Meluas, Pekerja Informal Lampaui 50 Persen
  • Belajar dari UEA, Prabowo Ingin Besarkan INA
  • 10 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Rumah, Backlog Meningkat
Ekonomi 2025 Kebutuhan Garam Kkp Produksi Garam Nasional Swasembada Garam
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKongres PDIP: Saatnya Banteng Moncong Putih Berbenah
Next Article Putusan MK: Spa Diakui Sebagai Layanan Kesehatan Tradisional, Bukan Hiburan

Informasi lainnya

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026
Paling Sering Dibaca

Bebas Bertanggung Jawab

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Keberkahan Jamaah Haji Merasa Senang Dekat Masjid Nabawi

Islami Alfi Salamah

Lupa Takbir Shalat Id, Sahkah Ibadahnya?

Islami Lisda Lisdiawati

Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN

Travel Udex Mundzir

Kenapa Gen Z Cepat Bosan Ngobrol Langsung?

Daily Tips Lina Marlina
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi