Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Setop Impor Garam, Produksi Domestik Baru 63% dari Kebutuhan

Indonesia menargetkan swasembada garam pada 2025, namun produksi domestik masih kurang.
AssyifaAssyifa5 Januari 2025 Ekonomi
Swasembada garam nasional 2025
Swasembada garam nasional 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia akan menghentikan impor garam konsumsi pada tahun ini. Namun, produksi domestik baru mampu memenuhi 63% dari total kebutuhan nasional sebesar 4,9 juta ton. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjukkan bahwa produksi garam nasional tahun 2025 diperkirakan mencapai 2,25 juta ton, ditambah dengan sisa stok 836 ribu ton.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut KKP, Victor Gustaaf, mengatakan pemerintah telah menyiapkan strategi menuju swasembada garam. “Sisa kebutuhan menjadi peluang besar bagi petambak garam rakyat dan badan usaha untuk meningkatkan produksi,” ujar Victor dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (4/1/2025).

Ia menjelaskan, upaya menuju swasembada meliputi identifikasi wilayah potensial, penggunaan teknologi produksi modern, dan intensifikasi tambak garam. Salah satu wilayah utama yang diandalkan adalah Indramayu, Jawa Barat. Luas lahan produktif di Indramayu pada 2024 mencapai 1.445 hektar dengan produksi tahunan sebesar 135.891 ton.

Baca Juga:
  • Belanja Pemerintah Kuartal I Turun, Efisiensi Jadi Sorotan
  • ‘No Buy Challenge 2025’: Gerakan Minimalisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
  • 9,3 Ton Tuna Asal Padang Diekspor ke Uni Emirat Arab
  • Celios Minta BPS Gunakan Metode Baru Ukur Kemiskinan

Maming, seorang petambak garam dari Indramayu, optimistis hasil produksi akan meningkat signifikan dengan teknologi geomembran yang diterapkan. “Teknologi ini sangat membantu menjaga kualitas garam yang kami hasilkan,” katanya.

Selain itu, KKP juga merancang ekstensifikasi tambak garam di Nusa Tenggara Timur dengan target 2.500 hektar pada 2025. Tambak ini akan menggunakan metode konvensional yang dilengkapi mekanisasi panen. Di sisi lain, modernisasi teknologi produksi akan diterapkan di 1.800 hektar tambak di lima provinsi melalui metode concentrated brine.

Victor menambahkan, kualitas garam lokal kini mampu bersaing di pasar global. “Ke depan, produksi garam rakyat diharapkan sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri,” tegasnya.

Artikel Terkait:
  • Indonesia Luncurkan Obligasi Terumbu Karang untuk Konservasi Laut
  • Menaker Bakal Hapus Batas Usia di Lowongan Kerja
  • Aset Orang Kaya Mengalir ke Luar Negeri, Cermin Krisis Kepercayaan Nasional
  • BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

Meski begitu, beberapa pihak menilai bahwa target swasembada masih memerlukan dukungan lebih lanjut, terutama dari segi infrastruktur dan pelatihan bagi petambak. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya juga menyampaikan bahwa dialog dengan petambak dan pelaku industri menjadi kunci untuk mempercepat pencapaian target.

Jangan Lewatkan:
  • Prabowo Pangkas Anggaran MBG Jadi Rp10.000
  • Prabowo: Investasi Besar Siap Masuk Indonesia Tahun Ini
  • Korea Selatan Suntik Investasi Baru Rp28,6 Triliun ke Indonesia
  • Konflik Timur Tengah Mereda, IHSG Naik ke 6.900
Ekonomi 2025 Kebutuhan Garam Kkp Produksi Garam Nasional Swasembada Garam
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKongres PDIP: Saatnya Banteng Moncong Putih Berbenah
Next Article Putusan MK: Spa Diakui Sebagai Layanan Kesehatan Tradisional, Bukan Hiburan

Informasi lainnya

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Sahabat AI dan Ilusi Kedaulatan Digital

Editorial Udex Mundzir

Memahami Kuasa Pengampunan Negara

Gagasan Ericka

Groundsel Raksasa: Harta Prasejarah di Atap Afrika

Travel Ericka

XL dan Smartfren Merger, Siapa Pimpinan Baru XLSmart?

Techno Silva

Koneksi dengan Allah Harus Lebih Kuat

Islami Assyifa
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi