Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 26 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ladang Ganja di Bromo: Polisi Tidak Tahu atau Tutup Mata?

Polisi mungkin saja tidak tahu, atau mungkin saja tahu tapi menutupinya. Yang jelas, kasus ini menambah panjang daftar ironi penegakan hukum di Indonesia.
Udex MundzirUdex Mundzir20 Maret 2025 Editorial
Ladang Ganja di Bromo dan Kegagalan Pengawasan
Ladang Ganja di Bromo (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Mana mungkin polisi tidak tahu? Ladang ganja seluas itu, berada di kawasan konservasi, dan sudah beroperasi selama bertahun-tahun. Sulit dipercaya bahwa aparat penegak hukum dan otoritas setempat benar-benar tidak menyadari keberadaan perkebunan ilegal ini.

Kasus ladang ganja di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang menyeret enam terdakwa membuka tabir gelap lemahnya pengawasan di kawasan konservasi. Para terdakwa mengaku mendapatkan bibit, pupuk, dan arahan dari seorang buronan bernama Edi.

Mereka juga menyebut adanya jaminan perlindungan jika aktivitas ilegal ini terendus aparat. Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ada oknum yang bermain di balik kasus ini?

Dalam sidang di Pengadilan Negeri Lumajang, para terdakwa mengaku dijanjikan upah Rp 150 ribu setiap kali turun ke lahan, serta bonus Rp 4 juta per kilogram hasil panen.

Sebuah angka yang cukup menggiurkan bagi masyarakat desa yang mungkin kesulitan mencari pekerjaan tetap. Namun, pertanyaannya bukan sekadar siapa yang menanam, melainkan mengapa aktivitas ini bisa berlangsung lama tanpa terdeteksi aparat?

Ladang ganja bukan sekadar kebun kecil yang tersembunyi di balik semak-semak. Ini adalah industri ilegal yang membutuhkan logistik, tenaga kerja, dan distribusi.

Baca Juga:
  • Bendera Fiksi, Ketakutan Nyata
  • Bayang-Bayang Mafia di Sepak Bola Indonesia
  • Di Atas Hukum, Di Luar Akal Sehat
  • Siapa Kenyang dari Proyek Makan Bergizi?

Keberadaannya tidak bisa berdiri sendiri tanpa jaringan yang lebih luas. Artinya, ada sistem yang memungkinkan operasi ini berjalan, dan ada kelalaian—atau pembiaran—dari pihak berwenang.

Kasus ini menunjukkan betapa lemahnya pengawasan di kawasan konservasi. TNBTS adalah taman nasional yang seharusnya dijaga ketat, baik untuk perlindungan lingkungan maupun keamanan.

Jika ladang ganja bisa tumbuh subur di sana, apa yang menjamin bahwa aktivitas ilegal lain tidak terjadi di tempat yang sama?Ironisnya, ini bukan kali pertama kasus ladang ganja di kawasan konservasi terungkap.

Di berbagai daerah, terutama Aceh, Sumatra Utara, dan Kalimantan, praktik serupa juga ditemukan. Pola yang sama berulang: masyarakat desa dijadikan pekerja, bos-bos besar tak tersentuh, dan aparat seolah baru “sadar” setelah kasus ini mencuat ke publik.

Jika benar aparat kepolisian dan pihak taman nasional tidak tahu-menahu soal ini, maka itu menunjukkan lemahnya sistem pengawasan mereka. Jika mereka tahu, tetapi tidak bertindak, maka ini adalah bentuk kegagalan hukum yang lebih serius.

Artikel Terkait:
  • Taman di Jakarta akan Dibuka 24 Jam, Siapa yang Jaga?
  • Keadilan Dibelokkan oleh Kekuasaan
  • ASEAN di Tengah Preseden Maduro
  • Guru ASN di Sekolah Swasta

Reformasi pengawasan kawasan konservasi harus menjadi prioritas. Penggunaan teknologi seperti drone, patroli rutin yang lebih ketat, serta keterlibatan masyarakat dalam pemantauan bisa menjadi solusi jangka panjang.

Selain itu, yang lebih penting adalah memastikan bahwa hukum benar-benar ditegakkan secara adil. Jika ada oknum yang bermain di balik kasus ini, mereka harus diungkap.

Masyarakat perlu melihat bahwa hukum tidak hanya tajam ke bawah, tetapi juga berani menindak mereka yang berada di balik layar.

Kasus ladang ganja di Bromo ini bukan sekadar cerita kriminal biasa. Ini adalah potret buram dari bobroknya sistem pengawasan, lemahnya penegakan hukum, dan kemungkinan keterlibatan pihak-pihak yang seharusnya menindak, bukan melindungi.

Jangan Lewatkan:
  • Dosen: Akademisi atau Aparatur?
  • Kalau Ijazah Jokowi Palsu, Siapa Masuk Penjara?
  • Israel vs Iran: Medan Dominasi, Bukan Lagi Proxy
  • Di Balik Pagar yang Menyandera Laut

Jangan sampai kasus ini hanya berhenti pada enam orang terdakwa yang hanyalah pekerja lapangan. Polisi harus membuktikan bahwa mereka benar-benar tidak tahu—dan jika ternyata tahu, mereka harus berani menindak siapapun yang terlibat, tanpa pandang bulu.

Keamanan Nasional Ladang Ganja Penegakan Hukum Polisi Taman Nasional
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDemonstrasi Tolak Revisi UU TNI, Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Padati DPR
Next Article Saur On The Road di Batuah, Rendi Solihin Ajak Warga Jaga Semangat Kukar Idaman

Informasi lainnya

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda

23 Agustus 2026

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Jangankan Membuktikan Ijazah Asli?

Perspektif Udex Mundzir

Outfit Kantor Simpel ala Capsule Wardrobe

Daily Tips Ericka

Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?

Editorial Udex Mundzir

Rhenald Kasali: Merantau, Sekolah Kehidupan yang Sesungguhnya

Profil Udex Mundzir

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi