Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kelas Menengah Tergerus, Indef Warning Risiko Sosial Baru

Indef ungkap kelas menengah Indonesia terus menyusut akibat tekanan ekonomi dan meningkatnya pemutusan kerja.
ErickaEricka29 Juli 2025 Ekonomi
Kelas Menengah Indonesia Menyusut 2025
Ilustrasi Kelas Menengah Indonesia Menyusut.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperingatkan adanya penyusutan signifikan pada kelompok kelas menengah di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Indef, Abra Talattov, menyampaikan bahwa proporsi kelas menengah yang sebelumnya berada di angka 21,45 persen pada 2019 telah turun menjadi 17,13 persen pada 2024.

Menurut Abra, tantangan pengentasan kemiskinan di Indonesia kini turut dibayangi oleh risiko menurunnya kekuatan ekonomi kelas menengah.

“Ini ada tantangan lain yaitu dari kelas menengah,” ungkapnya dalam diskusi publik bertajuk Angka Kemiskinan Turun, Kesejahteraan Naik?, Selasa (29/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa penyusutan tersebut dipicu oleh terbatasnya penciptaan lapangan kerja baru, serta peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang signifikan. Abra menilai fenomena ini berpotensi mempercepat erosi kelas menengah di masa mendatang.

Baca Juga:
  • 6,08 Juta Wajib Pajak Belum Laporkan SPT Tahunan 2023
  • UMKM Tembus Pasar Arab Saudi Lewat Pameran
  • 99,5 Persen Pelanggan PLN Dibebaskan dari PPN Listrik
  • OJK Tegaskan Investasi Saham Bukan Judi, Ini Alasannya

“Ini dikhawatirkan akan mendorong tergerusnya jumlah kelas menengah di Indonesia,” tegasnya.

Indef juga menyoroti perlambatan ekonomi global yang diproyeksikan International Labour Organization (ILO) akan menurunkan penciptaan lapangan kerja sebesar 0,2 persen, yang turut memberi dampak pada ekonomi nasional.

“Indonesia perlu mewaspadai ketika ada potensi lambatnya penciptaan tenaga kerja baru baik di level global maupun di level nasional,” lanjut Abra.

Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan angka kemiskinan nasional menjadi 23,85 juta jiwa per Maret 2025 atau setara 8,47 persen yang merupakan capaian terendah dalam dua dekade terakhir Indef menekankan perlunya kewaspadaan terhadap dampak dari meningkatnya angka PHK.

Artikel Terkait:
  • Hadi Poernomo Desak PPN 12% Dibatalkan, Usul Kembali ke 10%
  • AS Terancam Default, Janet Yellen-Warren Buffett Bunyikan Alarm Ekonomi!
  • KPEI Dorong Bank Gabung CCP PUVA untuk Stabilitas Pasar
  • Kericuhan Job Fair Bekasi, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem Bursa Kerja

Hingga semester I-2025, tercatat sebanyak 42.385 tenaga kerja mengalami PHK, meningkat 32,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Ada kecenderungan jumlah PHK yang terus meningkat,” ujar Abra.

Indef memperingatkan bahwa tingginya angka PHK dapat menjadi faktor pendorong naiknya angka kemiskinan, terutama bila tidak diimbangi dengan penciptaan pekerjaan yang cukup dan berkualitas.

Jangan Lewatkan:
  • Usai Alfamart Tutup 400 Gerai, Pemerintah Godok Insentif Ritel
  • Harga BBM Pertamina Naik, Ini Daftar Terbarunya
  • Belajar dari UEA, Prabowo Ingin Besarkan INA
  • Daya Saing Indonesia Merosot 13 Peringkat, Efisiensi Pemerintah Jadi Sorotan
Ekonomi Nasional INDEF Kelas Menengah Indonesia Kemiskinan 2025 PHK 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIndonesia-Malaysia Sepakat Dirikan Pusat Belajar di Sabah-Sarawak
Next Article 184 Mahasiswa PGSD UNM Ikuti Kursus Pembina Pramuka Dasar

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Bahaya Tersembunyi di Balik Jam Tangan Pintar

Techno Silva

Cara Efektif Menyusun To-Do List agar Tidak Sekadar Jadi Hiasan Meja

Daily Tips Ericka

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

Techno Ericka

Mindset Penghambat Investasi

Editorial Udex Mundzir

Yang Bukan Termasuk Ghibah dalam Islam

Islami Ericka
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi