Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Efisiensi atau Salah Kelola?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kelas Menengah Tergerus, Indef Warning Risiko Sosial Baru

Indef ungkap kelas menengah Indonesia terus menyusut akibat tekanan ekonomi dan meningkatnya pemutusan kerja.
ErickaEricka29 Juli 2025 Ekonomi
Kelas Menengah Indonesia Menyusut 2025
Ilustrasi Kelas Menengah Indonesia Menyusut.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperingatkan adanya penyusutan signifikan pada kelompok kelas menengah di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Indef, Abra Talattov, menyampaikan bahwa proporsi kelas menengah yang sebelumnya berada di angka 21,45 persen pada 2019 telah turun menjadi 17,13 persen pada 2024.

Menurut Abra, tantangan pengentasan kemiskinan di Indonesia kini turut dibayangi oleh risiko menurunnya kekuatan ekonomi kelas menengah.

“Ini ada tantangan lain yaitu dari kelas menengah,” ungkapnya dalam diskusi publik bertajuk Angka Kemiskinan Turun, Kesejahteraan Naik?, Selasa (29/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa penyusutan tersebut dipicu oleh terbatasnya penciptaan lapangan kerja baru, serta peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang signifikan. Abra menilai fenomena ini berpotensi mempercepat erosi kelas menengah di masa mendatang.

Baca Juga:
  • Masalah Fiskal, Rekrutmen dan Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditunda
  • Awal 2025, Tekanan Inflasi Diperkirakan Mengancam Dompet
  • Ribuan Ojol Tuntut Turunkan Potongan Aplikasi
  • Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Dikritik, DPR Minta Kajian Ulang

“Ini dikhawatirkan akan mendorong tergerusnya jumlah kelas menengah di Indonesia,” tegasnya.

Indef juga menyoroti perlambatan ekonomi global yang diproyeksikan International Labour Organization (ILO) akan menurunkan penciptaan lapangan kerja sebesar 0,2 persen, yang turut memberi dampak pada ekonomi nasional.

“Indonesia perlu mewaspadai ketika ada potensi lambatnya penciptaan tenaga kerja baru baik di level global maupun di level nasional,” lanjut Abra.

Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan angka kemiskinan nasional menjadi 23,85 juta jiwa per Maret 2025 atau setara 8,47 persen yang merupakan capaian terendah dalam dua dekade terakhir Indef menekankan perlunya kewaspadaan terhadap dampak dari meningkatnya angka PHK.

Artikel Terkait:
  • PNM Salurkan Dana Bantuan Rp22,811 Miliar kepada 8.896 Pemilik UMKM di Penajam
  • IWPI Minta Sri Mulyani Cabut Pernyataan Pajak Setara Zakat
  • Paser Gelar Gerakan Pangan Murah: Stabilkan Harga dan Pasokan
  • Pemerintah Didorong Nasionalisasi Aset LNG British Petroleum yang Tak Komitmen

Hingga semester I-2025, tercatat sebanyak 42.385 tenaga kerja mengalami PHK, meningkat 32,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Ada kecenderungan jumlah PHK yang terus meningkat,” ujar Abra.

Indef memperingatkan bahwa tingginya angka PHK dapat menjadi faktor pendorong naiknya angka kemiskinan, terutama bila tidak diimbangi dengan penciptaan pekerjaan yang cukup dan berkualitas.

Jangan Lewatkan:
  • Kemenhub: Indonesia Airlines Belum Ajukan Izin Operasi
  • Ekonomi Kurban 2025 Merosot ke Rp27,1 Triliun, Terendah Sejak Pandemi
  • Kemenpar Gandeng Prancis Genjot Kunjungan Wisatawan
  • Negara-Negara Ini Raih Keuntungan dengan Membeli Emas Batangan Rusia
Ekonomi Nasional INDEF Kelas Menengah Indonesia Kemiskinan 2025 PHK 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIndonesia-Malaysia Sepakat Dirikan Pusat Belajar di Sabah-Sarawak
Next Article 184 Mahasiswa PGSD UNM Ikuti Kursus Pembina Pramuka Dasar

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Asal-Usul Tradisi Memberi Takjil di Bulan Ramadan

Islami Ericka

Hasil Pilkada Jakarta Dua Putaran Ditepis KPU

Kroscek Silva

Ciri Orang Beriman: Sujud dan Ketundukan kepada Allah

Islami Assyifa

Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau

Editorial Udex Mundzir

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa6 Agustus 2026

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Gus Iqdam Mengaku Dipersekusi Petugas Imigrasi Bandara Soekarno Hatta

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi