Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kelas Menengah Tergerus, Indef Warning Risiko Sosial Baru

Indef ungkap kelas menengah Indonesia terus menyusut akibat tekanan ekonomi dan meningkatnya pemutusan kerja.
ErickaEricka29 Juli 2025 Ekonomi
Kelas Menengah Indonesia Menyusut 2025
Ilustrasi Kelas Menengah Indonesia Menyusut.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) memperingatkan adanya penyusutan signifikan pada kelompok kelas menengah di Indonesia dalam satu dekade terakhir. Kepala Pusat Pangan, Energi, dan Pembangunan Berkelanjutan Indef, Abra Talattov, menyampaikan bahwa proporsi kelas menengah yang sebelumnya berada di angka 21,45 persen pada 2019 telah turun menjadi 17,13 persen pada 2024.

Menurut Abra, tantangan pengentasan kemiskinan di Indonesia kini turut dibayangi oleh risiko menurunnya kekuatan ekonomi kelas menengah.

“Ini ada tantangan lain yaitu dari kelas menengah,” ungkapnya dalam diskusi publik bertajuk Angka Kemiskinan Turun, Kesejahteraan Naik?, Selasa (29/7/2025).

Ia menjelaskan bahwa penyusutan tersebut dipicu oleh terbatasnya penciptaan lapangan kerja baru, serta peningkatan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang signifikan. Abra menilai fenomena ini berpotensi mempercepat erosi kelas menengah di masa mendatang.

Baca Juga:
  • Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?
  • Harga Pertamax Tetap, BBM Lain Naik Tipis di Kalimantan
  • Warren Buffett: Kegagalan Pembayaran Utang AS akan Berdampak Global
  • Kapolri dan Panglima TNI Tanam Jagung, Luncurkan Gugus Tugas Ketahanan Pangan

“Ini dikhawatirkan akan mendorong tergerusnya jumlah kelas menengah di Indonesia,” tegasnya.

Indef juga menyoroti perlambatan ekonomi global yang diproyeksikan International Labour Organization (ILO) akan menurunkan penciptaan lapangan kerja sebesar 0,2 persen, yang turut memberi dampak pada ekonomi nasional.

“Indonesia perlu mewaspadai ketika ada potensi lambatnya penciptaan tenaga kerja baru baik di level global maupun di level nasional,” lanjut Abra.

Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan angka kemiskinan nasional menjadi 23,85 juta jiwa per Maret 2025 atau setara 8,47 persen yang merupakan capaian terendah dalam dua dekade terakhir Indef menekankan perlunya kewaspadaan terhadap dampak dari meningkatnya angka PHK.

Artikel Terkait:
  • Zulhas Mendag Larang TikTok Shop Jualan Revisi PMPT 50/2020
  • Indonesia Hadapi Tarif 19 Persen dari AS Mulai 7 Agustus
  • Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi, Cek Daftarnya!
  • BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Era Prabowo Sentuh 5,7 Persen

Hingga semester I-2025, tercatat sebanyak 42.385 tenaga kerja mengalami PHK, meningkat 32,25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Ada kecenderungan jumlah PHK yang terus meningkat,” ujar Abra.

Indef memperingatkan bahwa tingginya angka PHK dapat menjadi faktor pendorong naiknya angka kemiskinan, terutama bila tidak diimbangi dengan penciptaan pekerjaan yang cukup dan berkualitas.

Jangan Lewatkan:
  • Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja
  • Banggar: Prabowo Tak Bisa Serta Merta Turunkan PPN
  • THR dan Gaji ke-13 ASN 2025, Kapan Cair?
  • QRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua
Ekonomi Nasional INDEF Kelas Menengah Indonesia Kemiskinan 2025 PHK 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIndonesia-Malaysia Sepakat Dirikan Pusat Belajar di Sabah-Sarawak
Next Article 184 Mahasiswa PGSD UNM Ikuti Kursus Pembina Pramuka Dasar

Informasi lainnya

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

AHY Raih Wisudawan Terbaik Unair dengan IPK 3.94

Profil Assyifa

DPR AS Desak Apple dan Google Hapus TikTok Januari 2025

Techno Silva

Keutamaan Shalat Berjamaah 40 Hari Berturut-Turut

Islami Ericka

Gen Z dan Tantangan Tanpa Ponsel

Profil Alfi Salamah

Jenis-Jenis Bunga, Mengungkap Keindahan dan Pesan di Baliknya

Opini Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi