Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 26 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

‘No Buy Challenge 2025’: Gerakan Minimalisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Warga Indonesia, khususnya kelas menengah, mulai beralih ke gaya hidup minimalis melalui kampanye "No Buy Challenge 2025".
AssyifaAssyifa2 Januari 2025 Ekonomi
Kampanye No Buy Challenge 2025
Tantangan Tanpa Belanja 2025: Gaya Hidup Hemat di Tengah Kondisi Ekonomi yang Sulit (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Gelombang kampanye “No Buy Challenge 2025” melanda media sosial Indonesia di penghujung tahun 2024. Kampanye ini mengajak masyarakat untuk mengurangi konsumsi barang dan jasa sepanjang tahun 2025, yang dilatarbelakangi ketidakpastian ekonomi akibat kebijakan pemerintah seperti kenaikan PPN dan biaya hidup lainnya.

No Buy Challenge yang viral di TikTok digunakan hampir 50 juta kali, menandakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap tantangan ini. Beberapa warganet membuat daftar barang yang tidak akan dibeli selama setahun, seperti dekorasi rumah musiman, kopi take-away, hingga produk kecantikan, demi berhemat dan mengurangi dampak konsumsi berlebih.

“Ini bukan sekadar soal ekonomi, tapi juga melawan budaya konsumerisme yang makin parah,” ujar Cempaka Asriani, salah satu pelopor kampanye ini. Cempaka, yang dikenal sebagai pengusaha mode berkelanjutan, mengaku dulunya seorang shopaholic. Ia kini menganut gaya hidup minimalis dan merasa lebih bahagia serta bebas dari tekanan sosial untuk terus membeli barang.

Baca Juga:
  • Paser Gelar Gerakan Pangan Murah: Stabilkan Harga dan Pasokan
  • Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?
  • Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Kompak Naik, Begini Rinciannya
  • Mentan Ancam Penjarakan Pengusaha Pemalsu Beras Premium

Menurut Robertus Robet, dosen Sosiologi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kampanye ini mencerminkan upaya kelas menengah menghadapi ketidakpastian finansial. “Gerakan ini merupakan respons atas tekanan ekonomi, seperti inflasi, kenaikan biaya hidup, dan ekonomi serabutan yang semakin mendunia,” ungkapnya.

Selain alasan finansial, kampanye ini juga menjadi wujud kritik terhadap konsumerisme dan kesadaran akan krisis lingkungan. Dalam konteks ini, minimalisme dianggap sebagai cara hidup yang lebih ramah lingkungan dan memprioritaskan kesejahteraan mental.

Cynthia Suci Lestari, pendiri komunitas minimalisme “Lyfe With Less”, mengungkapkan bahwa gerakan ini memiliki makna mendalam. “No Buy Challenge adalah cara untuk mendidik diri agar bijak berkonsumsi. Fokusnya bukan hanya menghemat uang, tapi juga memaksimalkan barang yang sudah dimiliki,” ujar Cynthia.

Artikel Terkait:
  • Kericuhan Job Fair Cikarang, Kemnaker Minta Evaluasi Serius
  • PLTP Ijen Diresmikan, Pemerintah Kucurkan Rp25 Triliun untuk EBT
  • Pemerintah Siapkan Skema 8.400 Karyawan PHK Sritex Kembali Bekerja
  • DPR Setujui Kemenkeu Gunakan SAL Rp85,6 T Tutup Defisit APBN

Namun, tidak sedikit yang meragukan efektivitas kampanye ini. Menurut Robet, dampak jangka panjangnya pada ekonomi masih belum terlihat signifikan, mengingat konsumerisme tetap mendominasi pasar global.

Meski demikian, kampanye “No Buy Challenge 2025” memberikan titik tolak bagi masyarakat untuk melawan konsumsi berlebihan di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan meningkatnya kesadaran kolektif, gaya hidup minimalis dapat menjadi alternatif untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan material dan kebahagiaan batin

Jangan Lewatkan:
  • Wamentan Targetkan 2 Juta Sapi Tekan Impor Daging dan Susu
  • Ancaman PHK Massal Mengintai Karyawan Sritex
  • Indonesia-AS Perkuat Pengendalian Ekspor dan Keamanan Perbatasan
  • Kemenduk Bangga Siapkan Kartu Lansia, Beri Akses Gratis dan Diskon Khusus
Ekonomi 2025 Gaya hidup Minimalisme No Buy Challenge
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMantan Rektor UIN Bandung, Prof. Nanat Fatah, Tutup Usia
Next Article Xuan Son Cetak Brace, Vietnam Unggul Tipis Atas Thailand

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?

Opini Alfi Salamah

Merdeka Jiwa

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Senyum Sebagai Sedekah yang Bernilai Ibadah

Islami Silva

Cappadocia: Kota Bawah Tanah yang Membongkar Sejarah

Travel Alfi Salamah

Membeli Oleh-Oleh yang Bermanfaat dan Bernilai: Tips Agar Tidak Menjadi Sampah

Opini Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi