Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Coretax Gangguan, Wamenkeu Akui Tak Tahu Kapan Selesai Diperbaiki

Sistem perpajakan yang error dinilai memperparah likuiditas pelaku usaha di tengah perlambatan ekonomi nasional.
ErickaEricka14 Mei 2025 Ekonomi
gangguan sistem Coretax dan dampaknya pada ekonomi
Ilustrasi gangguan sistem Coretax (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Permasalahan pada sistem perpajakan digital Coretax milik Kementerian Keuangan terus menimbulkan keresahan di kalangan pelaku usaha. Ketidakstabilan sistem ini membuat proses penerbitan faktur pajak terganggu dan berdampak pada kelancaran arus kas perusahaan.

Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu mengakui bahwa hingga saat ini belum diketahui secara pasti kapan sistem tersebut akan sepenuhnya pulih. Ia menyebut pihaknya terus melakukan perbaikan, namun sifatnya masih bertahap dan menyesuaikan kondisi teknis.

“Pokoknya kita perbaiki terus secara berkala ya,” ujarnya usai menghadiri acara diskusi publik di Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Sebagai bentuk kompensasi, Kemenkeu disebut telah memberikan keringanan administrasi kepada para wajib pajak, termasuk toleransi terhadap keterlambatan pelaporan dan penerbitan faktur akibat gangguan sistem.

Baca Juga:
  • BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen
  • Usai Alfamart Tutup 400 Gerai, Pemerintah Godok Insentif Ritel
  • Stasiun Kereta Cepat Karawang Resmi Beroperasi
  • Pertamina Akan Pindahkan Kantor Pusat ke Balikpapan untuk Pemerataan Pembangunan

Namun, kondisi ini tetap dinilai tidak cukup. Analis Kebijakan Ekonomi Apindo, Ajib Hamdani, mengungkapkan bahwa sejak Coretax digunakan, jumlah faktur yang berhasil diterbitkan turun drastis dari sebelumnya 60 juta menjadi hanya 30–40 juta per bulan.

“Artinya setengah dari tagihan tidak bisa dilakukan dengan baik. Ini membuat cash flow pengusaha tersendat dan memperparah pelambatan ekonomi di kuartal pertama tahun ini,” ujar Ajib dalam keterangan pada Selasa (13/5/2025).

Menurutnya, pelaku usaha kesulitan mencairkan pembayaran karena penerbitan invoice yang tertunda akibat sistem Coretax. Hal ini memperlambat putaran uang di sektor riil dan membuat aktivitas bisnis melambat secara menyeluruh.

Artikel Terkait:
  • Said Iqbal Kritik Pengusaha yang Protes Kenaikan UMP 6,5%
  • Maraknya Penjualan SPBU di Jakarta Menimbulkan Pertanyaan: Apakah Masih Menjanjikan?
  • UMKM Tembus Pasar Arab Saudi Lewat Pameran
  • Celios Minta BPS Gunakan Metode Baru Ukur Kemiskinan

Masalah Coretax ini muncul di tengah tekanan ekonomi yang sedang melambat. Dengan penerimaan pajak yang turun hingga 27,73 persen, efisiensi sistem perpajakan menjadi semakin krusial. Sayangnya, gangguan teknis justru memperburuk kondisi di lapangan.

Ajib menegaskan pentingnya reformasi sistem digital perpajakan yang tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga disesuaikan dengan daya dukung teknis dan kesiapan SDM. Ia menilai Kemenkeu perlu menyusun roadmap pembenahan yang lebih konkret dan transparan.

Kondisi ini menjadi refleksi bahwa integrasi teknologi dalam birokrasi harus disertai dengan evaluasi dan pembaruan sistem yang berkelanjutan, terutama saat sistem itu menyangkut hajat hidup para pelaku ekonomi nasional.

Jangan Lewatkan:
  • Airlangga Bantah AS Singgung Barang Bajakan Mangga Dua
  • QRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua
  • Tak Ada Uang, Anggaran IKN Diblokir Semua
  • Wamentan Targetkan 2 Juta Sapi Tekan Impor Daging dan Susu
Coretax Ekonomi Lesu Faktur Pajak Kementerian Keuangan Wamenkeu
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWacana Dokter Umum Boleh Operasi Caesar Dikritik Keras
Next Article 117 Honorer Resmi Jadi PPPK Sekretariat DPRD Kaltim

Informasi lainnya

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

D’MASIV Menuju Panggung Dunia dari Ciledug ke Los Angeles

Happy Ericka

Kalau Taman Bisa Dibuka 24 Jam, Mengapa Masjid Tidak?

Opini Udex Mundzir

Liburan Seru Cuma Rp1 Juta?

Travel Alfi Salamah

4 Ethos, 4 Jusuf

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Rekomendasi Menu untuk Mengelola Daging Qurban

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi