Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 9 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

44 Emiten Terancam Delisting, Termasuk Bakrie Telecom & Waskita

Kondisi finansial sulit membuat sejumlah emiten berpotensi keluar dari bursa.
AssyifaAssyifa5 Januari 2025 Ekonomi
44 perusahaan berpotensi delisting 2025
44 perusahaan, termasuk Sritex dan Bakrie Telecom, berpotensi delisting tahun ini (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 44 perusahaan berpotensi delisting dari lantai bursa akibat berbagai masalah finansial dan hukum. Beberapa emiten seperti PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah mengalami suspensi perdagangan selama puluhan bulan.

Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar, menjelaskan bahwa delisting dilakukan jika perusahaan menghadapi kondisi yang signifikan memengaruhi kelangsungan usaha mereka. “Hal ini sesuai dengan Peraturan Bursa Nomor I-N. Perusahaan yang tidak mampu menunjukkan pemulihan memadai akan dikeluarkan dari bursa,” ujarnya, Minggu (5/1/2025).

Menurut Teuku, suspensi yang berlangsung lebih dari 24 bulan di semua pasar perdagangan juga menjadi alasan kuat bagi perusahaan untuk terancam delisting. Hingga kini, daftar emiten bermasalah terus diperbarui setiap Juni dan Desember.

Beberapa perusahaan bahkan telah mengalami suspensi lebih dari lima tahun, seperti PT Polaris Investama Tbk (PLAS) yang tersuspensi selama 72 bulan dan PT Golden Plantation Tbk (GOLL) dengan 71 bulan. “Suspensi ini menunjukkan betapa seriusnya masalah yang dihadapi oleh emiten tersebut,” tambahnya.

Baca Juga:
  • Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil
  • Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026
  • Ramal Akan ada Bencana Global Gegara AS
  • OJK Siapkan Regulasi Baru untuk Lembaga Keuangan Mikro 

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), misalnya, sudah 67 bulan tersuspensi akibat tekanan keuangan dan kesulitan melunasi utang. Demikian pula PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yang tersuspensi selama 19 bulan, menghadapi tantangan berat dalam restrukturisasi utang.

Ahmad Rizal, analis pasar dari PT Bahana Sekuritas, menilai kondisi ini sebagai peringatan bagi pelaku pasar. “Perusahaan harus lebih transparan dan tanggap dalam mengatasi masalah keuangan. Jika tidak, mereka akan kehilangan kepercayaan investor,” jelasnya.

Selain itu, masalah ini berdampak negatif pada para pemegang saham yang mengalami kerugian besar karena saham yang tidak dapat diperdagangkan. Rizal menambahkan, “Investor harus lebih selektif dan berhati-hati sebelum berinvestasi, terutama di emiten dengan rekam jejak suspensi panjang.”

Artikel Terkait:
  • WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut
  • Koperasi Desa Merah Putih Resmi Beroperasi Nasional
  • Pembangunan Pipa Gas Cisem II Capai 64 Persen
  • Pemerintah Bebaskan PPh 21 Pekerja Padat Karya Hingga 2026

Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi BEI dalam menjaga stabilitas pasar. Dengan potensi delisting ini, diharapkan emiten bermasalah segera menunjukkan langkah konkret untuk memulihkan kondisi mereka agar tetap eksis di bursa.

Jangan Lewatkan:
  • Blokir Rekening Nganggur Dinilai Gegabah, DPR Siap Panggil PPATK
  • PHK Meluas, Pekerja Informal Lampaui 50 Persen
  • Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan
  • Kadin Dorong Bebas Tarif Ekspor Garmen Indonesia ke AS
BEI Delisting Bursa Ekonomi 2025 Perusahaan Tercatat Suspensi Saham
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJumhur Hidayat: Pemerintahan Prabowo Gandrung Industri dan Pro Buruh
Next Article Vietnam Juara Piala AFF 2024, Kalahkan Thailand dengan Agregat 5-3

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Hasil Pilkada Jakarta Dua Putaran Ditepis KPU

Kroscek Silva

Narasi Dizalimi, Strategi Politik

Editorial Udex Mundzir

Djibouti dan Politik Geografi

Opini Alfi Salamah

Jangan Goyang Pemerintah Sah

Editorial Udex Mundzir

Pelantikan Presiden di Jakarta, Jokowi Gagal Pindah Ibu Kota

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi