Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pertamina Bantah LPG 3 Kg Pink Gantikan Gas Melon

Pertamina menegaskan tidak menjual LPG nonsubsidi 3 kg berwarna pink di tengah kebijakan distribusi baru.
AssyifaAssyifa4 Februari 2025 Ekonomi
LPG 3 Kg Pink Pertamina 2025
Pertamina membantah kabar bahwa LPG 3 Kg Pink Bright Gas akan menggantikan Gas Melon (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – PT Pertamina (Persero) membantah kabar yang menyebutkan bahwa pihaknya menjual LPG nonsubsidi dalam kemasan 3 kilogram (kg) berwarna pink sebagai pengganti gas melon bersubsidi. Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah kebijakan baru pemerintah melarang pembelian LPG subsidi melalui pengecer.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa saat ini Pertamina hanya menjual LPG nonsubsidi dalam kemasan 5,5 kg dan 12 kg.

“Jadi tidak ada LPG 3 kg berwarna pink yang nonsubsidi,” ujar Simon dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, yang disiarkan melalui TV Parlemen pada Senin (3/2/2025).

Simon menjelaskan bahwa LPG pink 3 kg memang pernah diuji coba pada 2018 dengan distribusi terbatas, yaitu 2.000 tabung di Jakarta dan 1.000 tabung di Surabaya. Uji coba ini bertujuan untuk melihat potensi pasar kalangan menengah yang tidak menerima subsidi tetapi menginginkan ukuran tabung kecil. Namun, ia memastikan bahwa produksi LPG pink 3 kg telah dihentikan sejak lama.

Baca Juga:
  • Shopee Ungguli TikTok Shop dalam Video Pendek Produk
  • Pemerintah Salurkan BSU Periode Juni-Juli untuk 17,3 Juta Pekerja
  • Kenaikan PPN Jadi 12 Persen Dikritik, DPR Minta Kajian Ulang
  • Dato Sri Tahir: Purbaya Sosok Tepat Atasi Tantangan Ekonomi Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, juga menegaskan bahwa LPG pink 3 kg tidak lagi diproduksi. Ia menduga ada pihak yang tidak nyaman dengan kebijakan pemerintah dalam menertibkan distribusi LPG subsidi.

Pemerintah telah menetapkan bahwa mulai 1 Februari 2025, LPG 3 kg bersubsidi hanya bisa dibeli di pangkalan resmi Pertamina. Konsumen tidak lagi dapat membelinya dari pengecer.

“Saya jamin pasokan LPG 3 kg tidak langka. Hanya saja, konsumen harus membeli lebih jauh karena harus datang ke pangkalan resmi,” ujar Bahlil.

Artikel Terkait:
  • Setop Impor Garam, Produksi Domestik Baru 63% dari Kebutuhan
  • MCI Awasi Rencana Aksi Investree Pasca Sanksi OJK
  • Kementerian Investasi Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 8% pada 2027
  • Harga Emas Dunia Terkoreksi Usai Sentuh Rekor Tertinggi

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menambahkan bahwa pengecer yang ingin tetap menjual LPG 3 kg bersubsidi didorong untuk mendaftar sebagai agen resmi.

“Dengan begitu, posisi mereka bisa diformalkan, dan pendistribusian LPG 3 kg dapat dilacak lebih baik,” ujar Hasan dalam keterangan tertulis.

Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan subsidi LPG benar-benar tepat sasaran dan menghindari spekulasi harga di tingkat pengecer.

Jangan Lewatkan:
  • Kendalikan Inflasi, Disperindag Kabupaten Mojokerto Gencar Operasi Pasar, Ringankan Beban Masyarakat
  • Dari Pertanian ke Agrowisata, Tasikmalaya Tunjukkan Transformasi
  • Ketua Banggar DPR Sambut Rencana Prabowo Hapus Kuota Impor
  • Danantara Diapresiasi Haji Isam, Disebut Mesin Ekonomi Baru
Gas Melon LPG 3 Kg Pertamina Regulasi Energi Subsidi LPG
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTok! Pengecer LPG 3 Kg Boleh Jualan Lagi Mulai Hari Ini
Next Article BMKG: Cuaca ekstrem mengancam sejumlah wilayah Indonesia

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?

Perspektif Udex Mundzir

XL dan Smartfren Merger, Bagaimana ‘Nasib’ Pelanggan?

Techno Silva

Jurnal Ilmiah Indonesia, Banyak Tapi Bagaikan Buih

Perspektif Udex Mundzir

Hasil Pilkada Jakarta Dua Putaran Ditepis KPU

Kroscek Silva

Pimpinan Viral, Yang Menderita Rakyatnya.

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi